Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Thursday, 16 March 2017

KETIKA NU TIDAK LAGI "SEGARIS", KEMANA NAHDIYIN "BERLABUH"?



Sekitar 100 kiai muda Nahdlatul Ulama (NU) melalui forum bahtsul masail atau forum diskusi keagamaan memutuskan bahwa seorang Muslim diperbolehkan memilih pemimpin non-Muslim.

"Terpilihnya non-Muslim di dalam kontestasi politik berdasarkan konstitusi adalah sah jika seseorang non-Muslim terpilih sebagai kepala daerah," kata KH Najib Bukhori saat menyampaikan hasil bahtsul masail di Kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta, Minggu (12/3/2017).

Dengan demikian, lanjut Najib, keterpilihannya untuk mengemban amanah kenegaraan adalah juga sah dan mengikat, baik secara konstitusi maupun secara agama. 

Sejak Sabtu (11/3/2017) hingga Minggu, kiai muda dari berbagai pondok pesantren se-Indonesia itu membahas persoalan kepemimpinan di dalam forum Bahtsul Masail Kiai Muda yang digelar PP GP Ansor dengan tema "Kepemimpinan Non-Muslim di Indonesia". 

Mereka berpendapat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berdasarkan konstitusi negara, setiap warga negara boleh memilih pemimpin tanpa melihat latar belakang agama yang dianutnya.

"Seorang warga negara, dalam ranah pribadi, dapat memilih atau tidak memilih non-Muslim sebagai pemimpin formal pemerintahan," kata Najib

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan hasil bahtsul masail itu akan disosialisasikan ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Ia juga menimbau umat Islam di Indonesia untuk meredakan ketegangan pada setiap kontestasi politik karena hal tersebut dapat berpotensi memecah belah umat Islam, sebagaimana terjadi di Jakarta.

Apalagi, kecenderungan intoleransi sesama umat Islam semakin kasat mata dan tergambar dengan adanya spanduk di sejumlah masjid yang tidak menerima pengurusan keagamaan jenazah Muslim bagi pemilih dan pendukung pemimpin non-Muslim, kata Yaqut.

"Akibat kontestasi politik di Jakarta yang makin tidak terkontrol dan cenderung ganas, bukan tidak mungkin dapat menyebar di daerah lain," katanya.

KH Abdul Ghofur Maemun Zubair sebagai perumus bahtsul masail menambahkan, pandangan sebagian kelompok untuk tidak menyalatkan jenazah lawan politik justru merupakan cerminan sikap yang tidak sesuai dengan ajaran Islam maupun nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia.

TANGGAPAN TEGAS Rais Aam PBNU

Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa keputusan tertinggi organisasi ada di hasil Muktamar.

Hal itu ia sampaikan berkaitan dengan adanya keputusan Bahtsul Masail Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang menyatakan bahwa boleh memilih pemimpin non-Muslim karena dibolehkan dalam konstitusi dan selagi memberikan maslahat.

"Nahdlatul Ulama memiliki aturan yang harus diikuti sesuai keputusan muktamar. Dalam muktamar sudah jelas dilarang memilih pemimpin non muslim dan harus diikuti oleh seluruh warga nahdiyin," kata KH Ma'ruf Amin saat ditemui di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta, Selasa (14/03).

Kiai Ma’ruf menjelaskan, dalam Muktamar NU di PP Lirboyo, Kediritahun 1999, diputuskan bahwa tidak boleh memilih atau memberikan kuasa pemimpin kepada non-Muslim, kecuali dalam keadaan darurat.

“Keputusan Bahtsul Masail tidak boleh bertentangan dengan muktamar,” jelasnya.

Ulama panutan yang juga Ketua Umum MUI ini mengungkapkan, keputusan muktamar hanya bisa dirubah dengan muktamar lagi.

Sebelumnya, Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas merilis hasil Halaqah Bahtsul Masail Kiai Muda GP Ansor tentang kepemimpinan non-Muslim. Dalam keputusan di Jakarta itu, GP Ansor membolehkan umat Islam untuk memilih pemimpin non-Muslim.

Ada apa dengan Nahdatul Ulama?. Pendapat yang tidak"segaris" ini memunculkan kebingungan dikalangan nahdiyin. Pendapat mana yang harus diikutin. Pilkada DKI 2017 ini benar-benar menguji kekuatan Nahdatul Ulama sebagai organisasi terbesar Islam di Indonesia. 
Baca selengkapnya

Wednesday, 15 March 2017

LSI: ANIES-SANDY UNGGULI AHOK-DJAROT


Lingkaran Survei Indonesia pimpinan Denny Januar Ali (LSI Denny JA) hari ini mempublikasikan hasil riset mereka terkait elektabilitas dua pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Survei digelar sebelum kampanye Pilgub DKI putaran II, yakni pada 27 Februari sampai 3 Maret 2017. 

Survei menggunakan metode multistage random sampling melalui wawancara tatap muka dengan 400 responden. Margin of error dari survei ini adalah 4,8 persen. Hasil survei menunjukkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul atas Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dalam hal elektabilitas. 

"Untuk sementara, sebelum kampanye, Anies-Sandi dengan angka 49,7 persen, Ahok-Djarot 40,5 persen suara, dan undecided voters ada di angka 9,8 persen," kata peneliti LSI Adjie Alfaraby dalam keterangannya, Selasa (7/3/2017). 


Menurut Adjie, selisih elektabilitas antara Anies dan Ahok masih ketat, yakni 9 persen. Survei LSI Denny JA juga menunjukkan, berdasarkan sentimen agama, pasangan Anies-Sandi unggul di pemilih muslim. Adapun duet Ahok-Djarot menang di pemilih nonmuslim.

Data LSI Denny JA menyebut, dari 79,20 persen responden muslim, sebanyak 55,04 persen memilih Anies-Sandi. Sisanya mendukung Ahok-Djarot. Di kalangan pemilih nonmuslim, yang jumlahnya sekitar 20,80 persen, sebanyak 86,58 persen di antaranya mendukung Ahok-Djarot. 

Berdasarkan latar belakang ekonomi responden, Anies-Sandi unggul di pemilih kelas menengah ke bawah, sementara Ahok-Djarot unggul di kelas menengah ke atas. Di kelas menengah ke atas yang pendapatannya Rp 3,5 juta ke atas, Ahok-Djarot unggul. (news.detik.com)
Baca selengkapnya

Sunday, 5 March 2017

SIDANG PLENO DKI MOLOR, BADJA WALKOUT, ANIES-SANDI RAMAI DITUDUH TELAT, INI JAWABAN KPU DKI

SIDANG PLENO DKI MOLOR, BADJA WALKOUT, ANIES-SANDI RAMAI DITUDUH TELAT, INI JAWABAN KPU DKI

PILKADA DKI tidak kunjung berhenti buat "ramai" Indonesia. Terakhir adalah molornya pelaksanaan Sidang Pleno KPU selama 1 jam 30 menit. Keterlambatan ini direspon oleh Ahok-Djarot dengan melakukan aksi walk out dan tentu saja dengan bumbu marah-marah.

"Sirkus" ini kemudian membuat ramai media sosial. Pendukung Ahok memanfaatkan situasi ini dengan ramai-ramai menyampaikan berita HOAX dimedia sosial baik facebook, tweeter bahkan youtube. Mereka dengan lugas menuduh bahwa molornya Sidang Pleno KPU tersebut disebabkan keterlambatan pasangan Anies-Sandi hadir dilokasi yang sudah ditentukan. Untuk menjawab hal ini mari kita simak klarifikasi dari Ketua KPU DKI.


Ketua KPU DKI menyampaikan bahwa molornya Sidang Pleno disebabkan adanya saling tunggu antara KPU DKI dengan pasangan Ahok-Djarot. Dalam protokoler Sidang Pleno tersebut PASLON sudah disiapkan ruang tunggu khusus sebelum acara dimulai. Anies-Sandi begitu sampai ke lokasi langsung menuju ruang tunggu yang telah disediakan. Berbeda dengan pasangan AHok-Djarot, meski lebih dahulu sampai di lokasi pasangan Ahok-Djarot tidak mengikuti protokoler yang sudah disusun oleh KPU DKI. Pasangan Ahok-Djarot malah menunggu diruangan yang disediakan oleh tim Ahok-Djarot tanpa sepengetahuan KPU DKI.

Inilah yang menyebabkan Sidang Pleno DKI molor hingga 1 jam lebih. PILKADA DKI tahun ini memang penuh dengan "sirkus". Aksi walkout Ahok-Djarot pun kemudian ramai disebut sebagai sebuah tindakan disiplin dari seorang pemimpin. Disisi lain kejadian ini dijadikan "peluru" untuk menyerang Anies-Sandi yang dituduh sebagai penyebab molornya Sidang Pleno KPU DKI.

Lawanhoak mengajak seluruh netizen untuk lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar. Agar terhindar dari berita HOAX yang kerap berujung fitnah. (arh)
Baca selengkapnya

Friday, 3 March 2017

DISEBUT PUNYA SELINGKUHAN, ANIES LAPORKAN PENDUKUNG BADJA



Calon gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan melaporkan sebuah akun Twitter diduga milik seseorang bernama Chiko Hakim atas dugaan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya, Kamis (2/3). 

Laporan itu diterima polisi dengan nomorLP/1059/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 2 Maret 2017. Kuasa hukum Anies, Jupen Edy mengatakan, akun Twitter @chikohakim milik Chiko memuat informasi sesat yang menyebut mantan Menteri Pendidikan itu memiliki simpanan dan selingkuhan.

"Klien kami dituduh mempunyai simpanan beserta selingkuhan. Ini tidak benar dan sudah dibantah berkali-kali," kata Jupen di Polda Metro Jaya, Kamis (2/3). 

Jupen mengatakan twit @chikohakim terjadi pertama kali pada 27 Februari 2017 dan langsung di-mention ke akun resmi Anies Baswedan. Jupen mengatakan, akun Chiko sudah berkali-kali menulis hal yang kurang pantas. 

"Berkali-kali. Dia bilang juga, Mas Anies adalah muslim abal-abal tapi kita enggak lapor. Tapi karena ini di-mention langsung, Mas Anies merasa terganggu sekali," ucapnya. 

Jupen menduga tautan itu mempunyai motif politik yaitu untuk menyudutkan Anies yang hampir dipastikan bertarung di putaran kedua Pilkada DKI 2017. Anies, kata Jupen sangat khawatir informasi itu bisa mempengaruhi dukungan masyarakat kepadanya.

"Ini barangkali ada urusan juga dengan pilkada. Penyidik silahkan cari tahu apa ada motif-motif tertentu," katanya. 

Jupen mengatakan, Anies akan mencabut laporan jika Chiko memberikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka.

"Ini masih andai-andai ya. Bisa jadi dicabut bisa gimana gitu. Tapi sampai hari ini kami belum terima klarifikasi atau permintaan maaf dalam bentuk apa pun," tutur Jupen. 

Dalam laporannya, Anies mempidanakan Chiko dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan membawa serta barang bukti berupa print out dan screen shot unggahan Chiko.

Chiko Hakim sendiri adalah pendukung BADJA dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta.
Baca selengkapnya

Thursday, 2 March 2017

SANDIAGA PAKAI "SERAGAM" RELAWAN AGUS-SYLVI, ADA APA?



Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Sandiaga Uno, menghadiri deklarasi dukungan yang diberikan sekelompok orang yang mengklaim sebagai relawan pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, di Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017). 

Pada kesempatan itu, Sandi terlihat mengenakan baju tacticool, model baju yang sebelumnya sering dikenakan Agus-Sylvi pada masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran pertama. 

Baju tacticool yang dikenakan Agus memiliki ciri khas dengan lambang bendera merah putih di lengan kanan dan nomor pemilihan Agus di lengan kiri. Sementara di bagian depan terdapat tulisan "AHY" dan slogan kampanyenya, #JakartaUntukRakyat. 

Deklarasi dukungan yang diberikan relawan Agus-Sylvi terhadap pasangan Anies-Sandi di Kebayoran Lama Selatan ditandai dengan pelepasan emblem-emblem pada baju tacticool yang terkait Agus, mulai dari emblem tulisan "AHY", #JakartaUntukRakyat, hingga angka 1 yang merupakan nomor pemilihannya. 

Sandi kemudian melepaskan emblem-emblem tersebut dari baju yang dikenakan seorang relawan. Emblem-emblem yang dicopot kemudian diganti dengan emblem-emblem baru yang terkait pasangan Anies-Sandi, dari mulai emblem tulisan "Anies-Sandi", slogan kampanye #SalamBersamaUntukJakarta, hingga angka 3 yang merupakan nomor pemilihan Anies-Sandi. 

"Dengan ini kami resmi mendukung pasangan nomor tiga. Tapi tetap tidak melepaskan baju hitam kami (baju tacticool)," ujar seorang relawan yang menjadi pembawa acara. 

Saat didaulat menyampaikan sambutan, Sandi sempat mengucapkan terima kasih terhadap dukungan yang diberikan. Dalam sambutannya, Sandi sempat menyinggung selisih perolehan suara Anies-Sandi dengan pasangan nomor pemilihan dua, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. 

"Saat ini suara kami masih berselisih sekitar 166.000 suara. Tentu saya sangat berterima kasih kalau dibantu agar yang 166.000 ini bisa terlewati," ucap Sandi. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta telah merampungkan proses rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi Pilkada DKI Jakarta 2017. 

Berdasarkan rekapitulasi, pasangan Agus-Sylvi memeroleh 937.955 suara atau sekitar 17,05 persen. 

Pasangan Ahok-Djarot memeroleh 2.364.577 suara atau 42,99 persen, sedangkan pasangan Anies-Sandi memeroleh 2.197.333 suara atau 39,95 persen. 

Total suara sah tiga paslon tersebut sebesar 5.499.865 suara. Sementara suara tidak sah sebesar 64.448 suara. 

Adapun total pengguna hak pilih pada Pilkada DKI Jakarta 2017 sebesar 5.564.313 suara atau sekitar 75,75 persen. 



Baca selengkapnya

Sunday, 26 February 2017

PENGAKUAN RUMANA: JILBABER DIANGGAP ANCAMAN



Rumana Ahmad namanya. Dia adalah muslimah pegawai di Gedung Putih yang memakai hijab. Dia sudah bekerja di Gedung Putih sejak 2011. Di masa pemerintahan Presiden Barack Obama dia dipromosikan bekerja di bagian Dewan Keamanan Nasional. Sejak itu dia menjadi bagian dari tim penasihat Obama, khususnya dalam isu muslim Amerika.

"Saya satu-satunya muslimah berhijab ketika itu dan pemerintah Obama selalu membuat saya merasa diterima di Gedung Putih," kata dia, seperti dilansir the Atlantic, Kamis (23/2).

Namun ketika Trump terpilih jadi presiden AS dan dilantik pada 20 Januari lalu, suasana Gedung Putih berubah 180 derajat. Paling tidak itu yang dirasakan Rumana. 

"Pada Senin 23 Januari saya berjalan ke Gedung Eisenhower bertemu dengan staf baru di sana. Dengan tatapan dingin mereka terlihat terkejut atas kedatangan saya," kata Rumana.

Ketika Trump mengeluarkan kebijakan larangan imigrasi bagi warga dari tujuh negara muslim dan pengungsi Suriah, Rumana memutuskan dia ingin tetap bertahan walau dia tidak setuju dengan kebijakan itu.

"Saya tahu saya tidak bisa tetap berada di Gedung Putih di pemerintahan yang melihat saya dan orang seperti saya bukan sebagai sesama warga negara tapi sebagai ancaman," kata dia.

Akhirnya Rumana mengaku tidak tahan lagi dengan kondisi di Gedung Putih setelah Trump dilantik.

"Saya hanya bertahan delapan hari," kata dia. "Malam sebelum pergi, saya menyampaikan salam perpisahan kepada beberapa rekan kerja. Banyak di antara mereka juga sudah pergi lebih dulu."
Baca selengkapnya

KISAH CINTA PRABOWO BUMBUI PILKADA DKI

Ada yang menarik seputar Perhelatan Pilgub DKI 2017, rupanya tak hanya soal saling sindir, kecam dan serang antar kandidat dan tim sukses. Pemilihan orang nomor satu di Jakarta ini rupanya juga dibumbui kisah cinta.

Bukan kisah cinta kandidat di Pilgub DKI, tapi Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Politikus Golkar Titiek Soeharto. Romantisme Prabowo dan Titiek kembali terungkap di tengah panasnya kontestasi Pilgub DKI.

Prabowo dan Titiek Soeharto diketahui makan malam bersama pada Rabu (22/2) malam kemarin. Pasangan Cagub DKI Anies Baswedan dan Cawagub DKI Sandiaga Uno yang memicu romantisme Prabowo dengan Titiek ini terjadi.

Prabowo membawa Partai Gerindra mengusung Anies-Sandi di Pilgub DKI 2017. Rupanya, Titiek 'satu hati' dengan Prabowo soal pemimpin Jakarta. Meski Golkar mendukung Ahok- Djarot, Titiek tak peduli. Putri Presiden kedua Soeharto itu lebih pilih dukung Anies-Sandi seperti Prabowo.

Kisah cinta Prabowo dan Titiek memang selalu menjadi sorotan media. Karena perpisahan keduanya bukan seperti cerai sepasang suami istri pada umumnya. Prabowo dan Titiek terpaksa berpisah akibat panasnya kondisi politik pasca kerusuhan Mei 1998.

Hal ini mulanya terungkap dari unggahan Sandiaga Uno di akun Instagramnya. Bersama Anies-Sandi, Titiek terlihat berpose dengan menunjukkan tiga jari, sebagai ciri khas pasangan Anies-Sandi di Pilgub DKI. Anies pun akui pertemuan antara dirinya, Sandiaga, Prabowo dan Titiek itu. Pertemuan dilakukan di rumah Titiek kawasan Menteng.

"Mbak Titiek bukan orang yang baru kenal, sudah lama. Sebenarnya sudah lama diniatkan hanya karena waktunya enggak bisa sebelum tanggal 15, setelah tanggal 15 Rabu malam baru bisa," kata Anies saat ditemui di kawasan Kepala Gading, Jakarta Utara, Jumat (24/2).

Anies tak menapik dalam agenda makan malam tersebut ada pembicaraan terkait Pilgub DKI Jakarta putaran kedua. Namun Anies mengatakan, pembahasan Pilgub DKI bukan menjadi agenda utama acara silaturahim yang berlangsung selama 2 jam itu. 

"Tentulah, masa enggak ngobrolin pilkada. Tapi itu bukan agenda utama, kalau saya bilang enggak ngobrolin sama sekali bohong lah. Pasti tanya gimana strateginya, gimana ke depannya tapi itu bukan tema utama," ungkap Anies. 

Titiek rela melawan keputusan partai. Karena hal itu, bahkan anggota DPR tersebut rencananya bakal dipanggil oleh Partai Golkar.

"Terkait adnaya dugaan Ibu Titiek Soeharto mendukung Anies Sandi. Sesuai denagan disiplin partai kami perlu mengklarifikasi dulu kepada yang bersangkutan, kami akan meminta penjelasan yang bersangkutan," katanya di Kantor DPP Golkar, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (24/2).

Dia mengungkapkan, nantinya akan ada kebijakan DPP setelah mendengarkan penjelasan dari Titiek Soeharto. Namun, Sekretaris Tim Pemenangan Ahok-Djarot ini mengaku, tidak dapat memastikan sanksi apa yang mungkin akan diberikan kepada mantan istri Prabowo Subianto itu.

"Kita akan selesaikan secara internal. Sudah biasa dinamika politik internal. Kami akan mendapatkan klarifikasi dulu, lalu nanti dibahas dalam rapat internal partai. Tidak bisa mengambil keputusan secara tiba-tiba ada tahapan," tutupnya.
Baca selengkapnya

Saturday, 25 February 2017

DENNY SIREGAR: HTI, FPI, FUI, MMI = ALQAEDA = ISIS = ...

"Tidak perlu senjata nuklir untuk menguasai Libya, Suriah, Irak, Afghanistan dan Nigeria. Cukup bentuk organisasi bernama Alqaeda, ISIS, Front al Nusra, Boko Haram dan mereka akan merusak tatanan negara yang ingin dikuasai. Di dalam negeri mereka punya nama lain yaitu HTI, FPI, FUI, MMI dan lain sebagainya."


Penulis sekaligus pengamat media sosial merelease sebuah tulisan yang diposting di laman facebook dan blog pribadinya dennysieregar.com. Ada yang menarik dalam tulisan berdjudul WAHABI, VIRUS DALAM ISLAM tersebut, dimana beliau menyamakan HTI, FPI, FUI, dan MMI dengan Alqaeda dan ISIS. Lawanhoak.blogspot.com menyajikan tulisan tersebut secara utuh dibawah ini.

"WAHABI, VIRUS DALAM ISLAM
- cerita seram malam minggu -
Kalau kalian melihat model Islam dengan cara-cara yang tidak Islami seperti tidak mensholatkan jenazah pendukung Ahok, itulah yang dinamakan virus Wahabi.

Wahabi atau Wahabisme adalah aliran dalam Islam yang puritan. Diambil dari nama tokohnya Muhammad bin abdul Wahab. Paham Wahabi adalah paham yang dianut kerajaan Saudi Arabia dan disebarkan ke seluruh dunia.

Jadi jangan kaget jika mereka yang terkena virus itu menjadi sumbu pendek dan gagal paham akut. Mereka menjadi zombie yang tidak mampu menggunakan logika berfikir dengan benar dan pada tingkat yang lebih parah menjadi tidak manusiawi.
Triliunan rupiah dana disebarkan ke seluruh dunia untuk menyebarkan paham ini. Tujuannya membentuk kelompok beragama yang bodoh sehingga mudah dicucuk hidungnya. Dengan begitu mereka akan mudah disetir untuk merusak negara dari dalam.
Tafsir ayat dan hadis diselewengkan, buku-buku dipalsukan. Mereka adalah senjata penghancur massal yang dibiayai oleh Amerika, Israel dan koalisinya dari negara Timur Tengah.
Tidak perlu senjata nuklir untuk menguasai Libya, Suriah, Irak, Afghanistan dan Nigeria. Cukup bentuk organisasi bernama Alqaeda, ISIS, Front al Nusra, Boko Haram dan mereka akan merusak tatanan negara yang ingin dikuasai. Di dalam negeri mereka punya nama lain yaitu HTI, FPI, FUI, MMI dan lain sebagainya.
Ketika satu negara dikuasai, maka sumber daya alam negara itu akan dikeruk habis dan dijual melalui makelar2 internasional.
Ada dua keuntungan memelihara Wahabi ini sebagai mesin perang yang murah meriah. Satu, penjualan senjata akan meningkat. Dan dua, harta jarahan yang bisa dijual berlipat.
Indonesia mungkin belum separah negara2 di Timur Tengah dan Afrika yang luluh lantak, tapi tanda-tanda menuju kesana sudah terlihat jelas. Salah satunya dengan kebodohan berdasarkan fanatisme dengan tidak menshalatkan jenazah yang terindikasi pendukung Ahok.
Tanda2 lain adalah pemujaan yang tinggi kepada ulama mereka, kebanggaan terhadap golongan, mudah tersinggung, mimpi indah tentang surga dan banyak lagi yang menandakan akal mereka yang lemah. Pengetahuan agama mereka instan dan didapat dari guru mereka yang juga instan.
Ada satu hal yang tampak jelas menandakan kelemahan logika berfikir mereka. Mereka selalu menggaungkan konsep khilafah, tapi memuja negara pendana mereka yang monarkhi. Cacat logika, kan ?
Panjang kalipun kalau bahas ini. Kalau mau pengen lengkap googling aja "sekte berdarah wahabi" dan pelajari bagaimana mereka menguasai banyak negara di dunia.
Saya tinggal minum kopi dulu ya, sambil nunggu yang marah2.."
Diakhir tulisannya Denny Siregar menuliskan kalimat yang cukup mengusik dimana beliau menuliskan "Saya tinggal minum kopi dulu ya, sambil nunggu yang marah2". Sepertinya bang denny sadar kalau tulisannya akan menimbulkan pro dan kontra. (arh)
Baca selengkapnya

Wednesday, 22 February 2017

BUKAN ANIES, TERNYATA INI LAWAN TERBERAT AHOK


Putaran pertama PILKADA DKI sudah selesai. Pasangan Ahok-Djarot akan ditantang Anies-Sandi dipartai "final" PILKADA DKI. Sebagai calon petahana tentu Ahok-Djarot lebih diunggulkan, apalagi jika melihat sosok Ahok yang sangat kuat dan populer di media. Anies tentu juga bukan lawan mudah bagi Ahok, apalagi anies mampu meraih hingga 40% suara di putaran pertama. Namun tahukah anda selain anies, Ahok ternyata memiliki lawan "tangguh" yang selalu berhasil mengalhkan Ahok. Simak Video berikut ini.


Dua tahun lalu Ahok menantang hujan 3 hari dan memastikan Jakarta tidak akan banjir. Tidak lama setelah pernyataan tersebut. Jakarta berkali-kali diguyur hujan dan berkali-kali pula Ahok berhasil dikalahkan oleh hujan.



Kini hujan deras terus mengguyur ibu kota. Di tambah mendapat kiriman dari Bogor, Jakarta pun kebanjiran. Ahok kembali berhasil dikalahkan hujan.

Bahkan, pada Selasa (21/2) banjir terjadi di sejumlah titik ibu kota. Bahkan kawasan yang sebelumnya tak banjir menjadi ikut terendam.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan bahwa beberapa pintu air sudah dalam status siaga 1. Salah satunya adalah pintu air Karet. 

Ahok menilai normalisasi yang sudah dilakukan oleh Pemprov DKI belum bisa mengatasi banjir dikarenakan hujan deras turun terus menerus sejak beberapa hari lalu.

"Ya kami harus tunggu. Kalau hujannya terus menerus kan normalisasi kami enggak cukup (belum optimal)," kata Ahok, di Balai Kota DKI Jakarta.

Mantan Bupati Bangka Belitung tersebut menganalogikan hujan dan tampungan air di Jakarta dengan sebuah gelas yang terisi air. Ahok menjelaskan, air di sungai maupun waduk seperti gelas yang akan meluap jika terus diisi oleh air, yakni hujan yang terus mengguyur. Terlebih jika gelas (tampungan air) tersebut sudah diduduki maupun belum dinormalisasi.

"Makanya saya selalu katakan, kalau kamu dilimpahin air begitu banyak, caranya bagaimana? Sediain gelas atau wadah yang besar. Nah sekarang wadah semakin sempit, ya mesti normalisasi, waduk-waduk mesti dibesarin," tandas Ahok.

Selain itu, Ahok optimis wilayah Jakarta Utara akan aman dari ancaman banjir. Hal itu dikarenakan posisi laut utara tak melebihi tinggi tanggul meski hujan deras terus mengguyur selama beberapa hari terakhir.

"Ini hari mesti bersyukur, bersyukur kenapa? Karena posisi laut tidak lewati tanggul," kata Ahok.

Selama ini Ahok khawatir jika posisi air laut sampai melewati tanggul. Menurutnya, separuh wilayah utara Jakarta bisa tenggelam jika hal itu terjadi.

"Kalau posisi laut lewati tanggul, tidak bisa pompa, tidak bisa buka pembuangannya di Ancol, tenggelam 40 persen Jakarta," ujar Ahok. 

Mantan Bupati Belitung Timur ini kembali menegaskan bahwa satu-satunya cara mengatasi banjir di Ibu Kota adalah normalisasi.

"Kunci penanggulangan banjir adalah normalisasi saluran air. Kemudian pembangunan banyak tanggul dan waduk untuk menampung air," terang Ahok.

Jika tidak dilakukan normalisasi, Ahok mengatakan bahwa warga Jakarta harus selalu siap kena banjir karena air akan terus meluap.

"Hujan terus mengguyur, tidak setop. Itu yang saya bilang, kalau kamu enggak mau normalisasi sungai atau tidak bikin tanggul, ya (airnya) meluap," ucapnya.

Akhirnya kali ini Ahok mengakui kekalahannya melawan hujan.

TIdak dipungkiri Ahok memang telah berbuat "sesuatu" untuk Jakarta, namun menyombongkan diri pada Sang Khalik bukanlah ciri pemimpin yang baik. Menarik kita tunggu apakah Anies berhasil menjadi "hujan" dalam perjalanan karir politik seorang Ahok. (arh dari berbagai sumber)
Baca selengkapnya

Monday, 20 February 2017

DITUDING SYIAH, INI JAWABAN ANIES


Ustaz Arifin Ilham memuji kehadiran calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri zikir bersama di Majelis Az-Zikra. Ustaz Arifin bahkan menyebut masyarakat tidak salah pilih untuk memilih Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta mendatang.

Pendakwah asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu menyebut Anies adalah orang yang berpengalaman. Dia juga orang memiliki ilmu pengetahuan yang luas. "Insya Allah tidak salah pilih. Semoga beliau bisa terus diberi kekuatan," ujarnya di Masjid Az-Zikra, kemarin.

Zikir bersama yang dihadiri puluhan ribu jamaah di Majelis Az-Zikra juga sekaligus menjadi ajang silaturahmi. Anies pun sempat ditantang oleh Ustaz Arifin untuk menjelaskan tudingan bahwa dirinya adalah penganut Syiah. "Banyak info seperti itu. Mari tabayyun. Apakah benar?" tanyanya.

Anies yang mengenakan baju koko putih dan peci hitam itu pun langsung berdiri. Dia memuji cara Ustaz Arifin itu. "Saya diundang untuk menjelaskan. Tabayyun. Ini patut dicontoh," ujarnya.

Anies menyebut, apabila dapat kabar, jangan langsung berkabar. Tapi dikonfirmasi terlebih dahulu. "Saya bukan Syiah. Saya Ahlu Sunnah Wal Jamaah," ujar dia yang disambut teriakan jamaah.

Anies juga menyebut bahwa Masjid Az-Zikra adalah tonggak sejarah. Sebab di masjid itulah, momen salat jumat berjamaah yang besar bisa dilaksanakan. "Ini membuka mata dunia. Umat Islam Indonesia jadi panutan," ungkapnya.

Sebelum mengikuti zikir bersama, Anies datang untuk mengikuti salat subuh berjamaah dan membaca quran. 

Diiringi Ustaz Arifin, Anies yang duduk berdampingan dengan mantan Komisioner KPK Bambang Widjajanto, tampak khusuk. Ada sejumlah surat Al Quran yang dibaca. Seperti Al Ghasiyah, Al Mulk, dan Al Fajr.

Seusai membaca Quran, Anies dan puluhan ribu jamaah lainnya langsung melaksanakan salat isyraq. Seusai beribadah, Ustaz Arifin Ilham menyebut, majelis taklim Az-Zikra adalah majelis ukhuwah. "Semua ormas dan majelis lainnya bergabung di sini. Sesama Ahlu Sunnah Wal Jamaah," ujar dia.

Dirinya juga menyebut banyak pahala dari rangkaian salat subuh hingga salat dhuha. Bahkan dia menyebut apabila seseorang tidak ingin dijatuhkan, maka harus menjaga salat malam. "Saya yakin, Pak Anies menjaga salat malamnya," ujarnya.
Baca selengkapnya

DPC PPP KLOP DUKUNG ANIES-SANDI


Dewan Pimpinan Wilayah PPP se- Jakarta mendeklarasikan dukungan mereka ke pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017, Anies Baswedan- Sandiaga Uno, hari ini. Dukungan tersebut diterima oleh ketua DPD Gerindra, M Taufik di posko pemenangan, Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat.

Ketua PPP DPC Jakarta Selatan, Saiful Rahmat Dasuki, yang mewakili lima DPC lainnya, berkeyakinan dukungannya ke Anies-Sandi disetujui oleh PPP tingkat DPP.

"Ini memang masih arus bawah yang kita sambungkan aspirasi ini tapi kami berkeyakinan pasti pimpinan kami di atas mempunyai pandangan yang sama," ujar Saiful, Senin (20/2).

Saiful menegaskan, dukungannya ke pasangan yang diusung dua partai politik yakni Gerindra dan PKS, sudah terlihat oleh pendukung di PPP tingkat DPW.

Selain itu, Saiful mengklaim pihaknya sudah berkomunikasi dengan PPP level DPP dan menyatakan DPP PPP mempersilakan Saiful beserta anggota DPW lainnya mendukung Anies-Sandi. Namun dia tidak menjelaskan respons pihak DPP mengenai deklarasi dukungan hari ini.

"Sudah, sudah (sudah memberitahu). Beliau mempersilakan karena ini bagian dinamika Jakarta dan ini tanggung jawab kami. Saya pikir nanti akan tersampaikan (ke Romahurmuziy)," ujarnya.

Meski belum mendapat reaksi resmi dari DPP PPP, Saiful enggan menjawab jika keputusannya ini bertolak belakang dengan keputusan DPP.

"Saya kira tidak perlu berandai andai," kata Saiful.

Menimpali pernyataan Saiful, M Taufik, salah satu tim pemenangan Anies-Sandi, mengatakan, deklarasi DPP partai politik untuk mendukung Anies-Sandi hanya tinggal menunggu waktu. Apalagi, imbuh Taufik, dia sudah bertemu dengan petinggi petinggi partai politik pendukung Agus-Sylvi.

"Jadi saya sudah ketemu Azis, sudah ketemu Pak H Lulung dua dua tokoh PPP itu udah oke dukung kita. Saya juga udah ketemu Hasbi, ketemu Eko Patrio, ketemu Bang Nachrowi dan tiga-tiganya semuanya udah oke dukung kita," ucap Taufik.

"Ya kan ada giliran (deklarasi dukungan) bisa besok," tandasnya.
Baca selengkapnya

SAAT PARTAI PENDUKUNG AHOK SALING TUDING


Politikus PDIP Trimedya Panjaitan menilai partai pengusung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat tidak bekerja maksimal untuk memenangkan Pilgub DKI. Menurutnya, strategi Partai NasDem, Partai Hanura dan Partai Golkar untuk memenangkan Ahok-Djarot belum maksimal.

"Kami melihatnya seperti itu, kalau kita berpegangan pada Pileg kita lihat 49 persen PDIP, Golkar dan NasDem. Mungkin strateginya, kalau PDI Perjuangan kan jelas kerja-kerja ke bawahnya," kata Trimedya usai menghadiri diskusi bertajuk 'Spesial Pilkada' di Jakarta, Sabtu (18/2).

Trimedya mengatakan PDIP sangat berharap besar para partai pengusung Ahok-Djarot bisa bekerja lebih maksimal memenangkan putaran dua Pilgub nanti. Dia optimis, bila partai-partai berusaha keras Ahok-Djarot bakal memperoleh suara terbanyak di putaran dua nanti.

"Kita harapkan Kepada Golkar ini, walaupun di akhir-akhir dia akhirnya kencang. Nah, partai lain juga kita harapkan sama upayanya, kerja kerasnya. Kalau itu terjadi kita optimis menang di putaran kedua," ujarnya.

Hanura Menjawab

Partai Hanura membantah ada anggapan tidak maksimal buat memenangkan pasangan Basuki T Purnama ( Ahok)- Djarot Saiful Hidayat di putaran pertama Pilkada DKI. Wasekjen Partai Hanura Dadang Rusdiana mengatakan pihaknya telah mengerahkan seluruh mesin partai dari tingkat pusat hingga daerah demi pemenangan Ahok-Djarot. 

"Partai pendukung itu semua maksimal menggunakan seluruh kekuatannya. Semua solid," kata Dadang saat dihubungi merdeka.com, Senin (20/2).

Dadang menegaskan dukungan penuh kepada Ahok-Djarot telah dibuktikan sejak awal deklarasi. Bahkan Hanura tegas mencopot pengurus DPD DKI Jakarta tidak mengikuti keputusan partai mendukung Ahok-Djarot. 

"Dan semua tahu ketika Hanura menyatakan pertama kali dukungannya, dan ada satu dua pengurus DKI yang tidak mendukung. Waktu DPP bertindak tegas dengan melakukan pemberhentian atau mereka diminta mengundurkan diri. Tapi itu kan tidak banyak, satu dua orang saja," tegasnya. 

Saat ini, kata dia, Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) telah meminta kepada seluruh kader untuk bekerja lebih keras memenangkan Ahok-Djarot di putaran kedua. "Tidak ada surut langkah, kita tentunya akan tetap komitmen terhadap usungan. Demikian juga perintah dari Ketum kami, Pak OSO tidak ada yang berubah, tetap kita dukung Ahok-Djarot," pungkasnya.

Golkar Membalas

Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali membantah bila mesin Partai Golkar di DKI tidak jalan. Ashraf menegaskan, partainya dan relawan yang diprakarsai oleh Golkar telah maksimal bekerja. 

"Kemenangan Ahok-Djarot di putaran pertama mencapai 43 persen lebih karena semua partai pendukung sudah bekerja semaksimal mungkin ditambah lagi relawan. Memang banyak menginginkan Ahok-Djarot menduduki jabatan untuk meneruskan program Jakarta. Nah, masing-masing partai sudah bekerja sesuai dengan kreasinya," kata Ashraf kepada merdeka.com, Jakarta, Minggu (19/2).

Menurut Ashraf, Partai Golkar bekerja dengan 13 ribu orang terlatih selama tiga bulan ada di lapisan kedua. Melakukan tugas pokok real count dan menguasai suara di berbagai TPS dengan beragam usai. Mulai dari pembuatan tabloid, stiker, buku-buku dan pendekatan persuasif lainnya.

"Relawan Golkar ini terlatih dan mandiri dengan dibantu oleh konsultan profesional. Ada relawan kuning, ada Relawan Nusantara Pak Nusron Wahid. Satu RT satu orang artinya kita punya 30 ribu lebih relawan yang terdata dan relawan terlatih, itu gerakan yang masif," jelas Ashraf.

Politikus Golkar ini minta semua partai pendukung Ahok-Djarot untuk tidak saling menyalahkan. Ashraf menegaskan, tak hanya PDIP, semua partai pengusung seperti Partai Golkar, Hanura, NasDem dan partai pendukung seperti PPP Djan Faridz sudah bekerja maksimal.

"Kita bertarung pada posisi sulit bisa mencapai di putaran pertama sangat luar biasa. Ini perlu motivasi semua pihak, ini satu kesatuan yang utuh dengan potensi yang ada. Oleh karena itu perlu sikap arif yang dikedepankan elit-elit," jelas Ashraf. 

"Pandangan yang tak mendasar membuat situasi yang tak kondusif ini ditunggu pasangan lawan. Sampai sekarang kita masih solid. Kita kerja luar biasa siang malam, semua anggota DPR RI DPRD dari Golkar dikerahkan hingga kecamatan," tandasnya.

NASDEM Angkat Suara

Partai NasDem menyayangkan pernyataan Politisi senior PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan yang menyebut partai politik selain PDI Perjuangan kurang maksimal saat Pilkada DKI Jakarta. Sekretaris DPW NasDem DKI Jakarta Wibi Andrino menyatakan seharusnya pernyataan itu tidak keluar karena sekarang ini yang terpenting seluruh pendukung Basuki- Djarot (Badja) semakin merapatkan barisan.

"Namun, beliau malah mengeluarkan komentar yang dapat memecah belah. Sangat disayangkan," kata Wibi seperti dilansir Antara, Sabtu (18/2).

Wibi memastikan, partai politik pendukung Badja telah berjuang untuk menang di Pilgub DKI. "Seluruh partai yang tergabung di dalam tim pemenangan pasti berjuang dengan sepenuh hati, untuk memenangkan Badja terpilih kembali. Kami mendukung tanpa syarat maupun embel-embel di belakang apapun," kata politisi muda NasDem tersebut.

Wibi menyindir dalam porsi tim pemenangan ketua timses berasal dari PDI Perjuangan yang sudah tentu dibutuhkan kemampuan komunikasi maupun kepemimpinan untuk memimpin tim agar mendapat hasil yang diinginkan. "Komentar pak Trimed seakan dirinya bicara di depan kaca yang begitu besar. Untuk itu lebih baik beliau tidak lagi berkomentar yang tidak perlu. Fokus kami semua hanya pada pemenangan Badja," tuturnya.

Ia menambahkan, partai NasDem 1000 persen maksimal untuk kemenangan Ahok di pilkada. "Kemenangan Ahok dan kepentingan rakyat Jakarta untuk Jakarta lebih baik," katanya. (arh dari berbagai sumber)
Baca selengkapnya

Sunday, 19 February 2017

SIMAK YANG TERJADI SAAT TPS 001 UTAN PANJANG COBLOS ULANG

#Anies Sebelumnya Kalah, Coblos Ulang Malah Menang






















Pemungutan suara ulang di TPS 001 Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat telah selesai. Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno memenangkan hasil pemungutan. 


"Surat suara yang masuk sebanyak 257. Surat suara sah sebanyak 252, dan tidak sah 5 tidak sah. Suara untuk pasangan nomor satu (Agus Sylvi) sebanyak 15. Nomor dua (Ahok-Djarot) sebanyak 103, dan nomor tiga sebanyak 134," ujar Ketua KPPS TPS 001 Utan Kayu, Sudrajat, Minggu (19/2/2017).

(baca https://lawanhoak.blogspot.co.id/2017/02/tps-29-coblos-ulang-anies-naik-ahok.html)

Hal ini berbanding dengan pencoblosan pada Rabu (15/2). Saat itu suara pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat memang. 

"Kemarin yang memilih 442. Pasangan Agus-Sylvi mendapat 62 suara. Ahok-Djarot 198. Anies -Sandi 177. Tidak sah 5,"kata mantan ketua KPPS 001 Utan Panjang, Siti kepada wartawan di TPS 01 Utan Panjang, Minggu (19/2).

Hasil terbaru ini akan dimasukan dalam penghitungan real count KPU mengganti hasil sebelumnya. Namun, tidak akan berpengaruh terhadap hasil akhir pemilu. 

"Ada perubahan, tapi tidak signifikan," kata Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno setelah menyaksikan penghitungan suara di TPS 001 Utan Panjang.

Selain itu, setelah penghitungan selesai, saksi dari Tim Ahok-Djarot tidak menandatangani penghitungan suara. Hal tersebut tidak berpengaruh terhadap hasil akhir.


"Itu tidak menghalangi proses, kalau keberatan tidak apa-apa. Dalam fom C2, ada catatan khusus. Saksi hadir dari awal, setelah mendapatkan hasil keberatan menandatangani," kata Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay, di TPS 001 Utan Panjang. 
Baca selengkapnya

TPS 29 COBLOS ULANG, ANIES NAIK, AHOK BERKURANG

#Diulang karena ada yang dua kali nyoblos
#3 disambut takbir, 2 diteriakin "huuu"


Penghitungan suara hasil pencoblosan ulang pilkada DKI di tempat pemilihan suara (TPS) 29 di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (19/2) telah usai. Pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno meraih suara terbanyak dari hasil pemungutan suara ulang (PSU) tersebut. 

Dari 412 total pencoblos, calon gubernur-wakil gubernur DKI yang diusung koalisi Gerindra dan PKS itu meraih 385 suara. Jumlah dukungannya meningkat dibanding pencoblosan pada Rabu lalu (15/2) yang hanya meraih 345 suara.

Sementara duet Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat mengantongi 19 suara. Jumlah pemilih cagub-cawagub DKI dari koalisi PDIP, NasDem, Golkar dan Hanura itu justru menurun dibanding hasil pencoblosan sebelumnya dengan raihan 29 suara.

Sedangkan pasangan nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni meraih tujuh suara. Padahal, sebelumnya suara untuk jago dari Koalisi Cikeas itu meraih 77 suara.

Berikut hasil PSU di  TPS 29 Kalibata:

1. Agus Yudhoyono-Sylviana Murni       : 7
2. Basuki T Purnama-Djarot S Hidayat  : 19
3. Anies Baswedan-Sandiaga Uno        : 385

Jumlah seluruh suara    : 412
Jumlah suara sah          : 411
Jumlah suara tidak sah  : 1 

Seperti diketahui Komisi Pemihan Umum DKI Jakarta melakukan pemungutan suara ulang di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 29, Kalibata, Jakarta Selatan. Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno menjelaskan pemungutan diulang karena terdapat dua warga yang menggunakan hak pilih dua kali.

Takbir vs Huu 

Warga di tempat pemungutan suara (TPS) 29 Kelurahan Kalibata, Pancoran, antusias melihat hasil penghitungan dalam pemungutan suara ulang (PSU). Mereka berteriak saat petugas penghitungan membuka surat suara pertama untuk pasangan nomor urut tiga, Anies-Sandi.

"Sah paslon tiga," kata petugas yang membaca surat suara sah. "Takbir," balas warga. "OK OCE," jawab lainnya.

Tanggapan berbeda ketika petugas menyebut "Sah, paslon dua". Sontak ratusan warga yang melihat dan mendengar penghitungan membalas, "huuu...".(arh dari berbagai sumber)
Baca selengkapnya

801 PERSONEL POLISI KAWAL MUSDA GOLKAR SUMUT



Polisi Resor Labuhanbatu mengerahkan ratusan personil untuk mengamankan  dan mengantisipasi kericuhan dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-IX DPD II Partai Golkar Kabupaten Labuhanbatu.

"Marilah kita bersama-sama menyejukan Kamtibmas di wilayah hukum Polres Labuhanbatu," kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SIK, Jumat, usai penandatanganan kesepakatan damai bersama dalam pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Labuhanbatu.

Kapolres mengajak semua pihak agar ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan melarang mobilisasi massa para calon kandidat Ketua Golkar untuk kekondusifan di wilayah hukumnya.

Dalam mengawal pelaksanaan Musda Golkar, pihaknya akan mengerahkan 801 personil dibantu 2 pleton TNI dari Kodim 0209/LB dan 10 orang dari Polisi Milter.

Secara teknis pihaknya menyiapkan 60 personil Brimob yang di datangkan dari Kota Tebing tinggi dan di bantu 60 anggota TNI yang akan disebar di area Musda.

Acara yang berlangsung pada 19 Pebruari 2017 di Permata Land Hotel - Rantauprapat, para personil kepolisian bersenjata lengkap dan berpakaian preman akan disebar di kawasan Simpang Hoklie dan Simpang Janji masing-masing sebanyak 30 personil, 30 personil di Kantor DPD II Partai Golkar, 10 personil masing-masing di kediaman kandidat ketua Golkar.

Diluar arena, 120 personil Satlantas akan menjaga kelancaran arus lalulintas, mereka akan menututup akses jalan ke areal Musda dan mengalihkanya ke Jalan Masjid dan Jalan Kartini untuk sterilisasi.

Sementara, Ketua DPD II Partai Golkar Labuhanbatu Parinsal Sregar mengharapkan Musda ke IX ini berjalan tertib dan aman.

Dia menampik rumor akan terjadinya kegaduhan dalam pelaksanaan Musda yang melibatkan beberapa tokoh penting di Kabupaten Labuhanbatu, yakni Ellya Rossa Siregar selaku ketua Fraksi Golkar DPRD Labuhanbatu dan Andi Suhaimi Dalimunthe sebagai Wakil Bupati Labuhanbatu sekaligus Ketua OKP Pemuda Pancasila di daerah itu.

"Kandidat Ketua Golkar Labuhanbatu belum ada hingga saat ini, kader Golkar bernama Ellya Rossa Siregar dan Andi Suhaimi Dalimunthe yang dikabarkan akan maju mencalonkan diri sebagai ketua, masih isu," tepis Parinsal.

Menurutnya, untuk menjadi ketua Golkar harus melalui mekanisme yang berlaku, seperti dukungan-dukungan dari para pemilik suara. Dia mempersilahkan kader-kader terbaik untuk mencalonkan diri sebagai ketua.

Selain itu, Parinsal mengucapkan terima kasih kepada pihak Polres Labuhanbatu yang telah memfasilitasi kesepakatan damai bersama "siap kalah dan siap menang" dalam pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Labuhanbatu.
Baca selengkapnya

TERUNGKAP SUDAH: INILAH PEMILIK MEDIA HOAX, SEWORD.COM





























Alifurrahman S Asyari, yang mengaku analyst dan pemikir inilah yang diduga kuat sebagai pemilik dari portal berita online seword.com. Seword.com baru-baru ini dilaporkan oleh LBH Perindo atas artikel yang dimuat dilaman berita seword.com. Tidak lama setelah dilaporkan artikel berjudul, Bukti Anies Jatuh Dalam Kubangan Setan, yang menyebutkan Perindo ditunjuk mendistribusikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) saat Anies Baswedan menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mendadak hilang dari laman berita seword.com

(baca juga http://lawanhoak.blogspot.co.id/2017/02/media-penyebar-hoax-itu-akhirnya.html)

Pria ini juga sempat membuat heboh atas komentarnya terhadap doa Raden Romo Safi'i. Hal itu tercermin dari tulisannya berjudul “Ketika Setan Pimpin Doa di Gedung MPR” yang kontroversial. Menarik untuk dilihat bagaimana kepolisian menyikapi laporan terhadap soword.com yang dimiliki olehnya. (arh)
Baca selengkapnya