Showing posts with label Dalam Negeri. Show all posts
Showing posts with label Dalam Negeri. Show all posts

Friday, 24 March 2017

7 TIPS DARI KOMNAS ANAK UNTUK ATASI PENCULIKAN ANAK


Komnas Anak menyampaikan, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan dan dilakukan orangtua pada anaknya untuk mengantisipasi terjadinya penculikan terhadap anak. Apalagi, saat ini marak isu soal penculikan anak.

Ketua Komnas Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, pihaknya merasa perlu untuk memberikan tips kepada orangtua untuk mencegah terjadinya penculikan. 

Pertama, yang harus dilakukan dengan menanamkan sikap waspada sejak usia dini kepada anak-anaknya. "Ajak anak untuk skeptis dan kritis terhadap orang lain. Beri pemahaman pada anak, bahaya bisa saja terjadi di lingkungan sekitarnya," ujarnya pada wartawan di Jakarta Timur, Jumat (24/3/2017).

Kedua anak juga harus diajarkan untuk menghapal identitas diri, seperti nama panjangnya, nama lengkap ayah ibunya, hingga alamat rumahnya. 

Ketiga ajarkan juga pada anak agar dapat menghapal nomor telepon rumah, nomor telepon keluarga, dan juga anggota keluarga lainnya. "Orang tua harus berani mengatakan tidak pada pemberian, ajakan, atau bujuk rayu orang lain yang tak dia kenali," tuturnya.

Keempat anak juga perlu diajarkan agar tak langsung percaya pada orang yang tak dikenal, apalagi yang mengaku sebagai suruhan ayah, ibu, atau keluarga lainnya. "Dalam lingkungan sekolah, ajarkan anak untuk selalu berangkat dan pulang bersama teman-temannya, jangan sampai sendirian," terangnya. 

Kelima orang tua diharapkan dapat membekali anak jika dalam kondisi darurat atau dibawah ancaman penculikan, seperti diajarkan berteriak, menggigit, menendang, berlari sambil meminta pertolongan dalam keadaan bahaya. Orang tua pun sebisa mungkin mendampingi anak kemanapun perginya. Jika tak bisa, orang tua harus melimpahkan tugas ini pada orang-orang yang bisa dipercaya dengan tetap meningkatkan kewaspadaan.

Keenam Orang tua harus mengajarkan keterbukaan pada anak. Ajak anak untuk dapat menceritakan bagaimana lingkungan sekolahnya atau kondisi tempatnya bermain. Orang tua harus menjalin komunikasi dengan tempat sekolah anak untuk menghindari penculik menjalankan aksinya dengan berpura-pura menjemput anak. "Jangan biarkan anak-anak lepas dari kontrol orang tua. Itu yang paling penting," paparnya.

Terakhir orang tua diharuskan pula untuk selalu waspada dan mengawasi orang-orang yang berada di sekeliling anak, seperti pedagang keliling, pengemis atau orang lainnya yang tak dikenal. "Jika menemukan orang yang dianggap mencurigakan segera laporkan ke otoritas yang berwajib, seperti kepolisian, RT, RW atau lainnya. Jangan main hakim sendiri," katanya. 

Baca selengkapnya

Sunday, 5 March 2017

SIDANG PLENO DKI MOLOR, BADJA WALKOUT, ANIES-SANDI RAMAI DITUDUH TELAT, INI JAWABAN KPU DKI

SIDANG PLENO DKI MOLOR, BADJA WALKOUT, ANIES-SANDI RAMAI DITUDUH TELAT, INI JAWABAN KPU DKI

PILKADA DKI tidak kunjung berhenti buat "ramai" Indonesia. Terakhir adalah molornya pelaksanaan Sidang Pleno KPU selama 1 jam 30 menit. Keterlambatan ini direspon oleh Ahok-Djarot dengan melakukan aksi walk out dan tentu saja dengan bumbu marah-marah.

"Sirkus" ini kemudian membuat ramai media sosial. Pendukung Ahok memanfaatkan situasi ini dengan ramai-ramai menyampaikan berita HOAX dimedia sosial baik facebook, tweeter bahkan youtube. Mereka dengan lugas menuduh bahwa molornya Sidang Pleno KPU tersebut disebabkan keterlambatan pasangan Anies-Sandi hadir dilokasi yang sudah ditentukan. Untuk menjawab hal ini mari kita simak klarifikasi dari Ketua KPU DKI.


Ketua KPU DKI menyampaikan bahwa molornya Sidang Pleno disebabkan adanya saling tunggu antara KPU DKI dengan pasangan Ahok-Djarot. Dalam protokoler Sidang Pleno tersebut PASLON sudah disiapkan ruang tunggu khusus sebelum acara dimulai. Anies-Sandi begitu sampai ke lokasi langsung menuju ruang tunggu yang telah disediakan. Berbeda dengan pasangan AHok-Djarot, meski lebih dahulu sampai di lokasi pasangan Ahok-Djarot tidak mengikuti protokoler yang sudah disusun oleh KPU DKI. Pasangan Ahok-Djarot malah menunggu diruangan yang disediakan oleh tim Ahok-Djarot tanpa sepengetahuan KPU DKI.

Inilah yang menyebabkan Sidang Pleno DKI molor hingga 1 jam lebih. PILKADA DKI tahun ini memang penuh dengan "sirkus". Aksi walkout Ahok-Djarot pun kemudian ramai disebut sebagai sebuah tindakan disiplin dari seorang pemimpin. Disisi lain kejadian ini dijadikan "peluru" untuk menyerang Anies-Sandi yang dituduh sebagai penyebab molornya Sidang Pleno KPU DKI.

Lawanhoak mengajak seluruh netizen untuk lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar. Agar terhindar dari berita HOAX yang kerap berujung fitnah. (arh)
Baca selengkapnya

Wednesday, 22 February 2017

BUKAN ANIES, TERNYATA INI LAWAN TERBERAT AHOK


Putaran pertama PILKADA DKI sudah selesai. Pasangan Ahok-Djarot akan ditantang Anies-Sandi dipartai "final" PILKADA DKI. Sebagai calon petahana tentu Ahok-Djarot lebih diunggulkan, apalagi jika melihat sosok Ahok yang sangat kuat dan populer di media. Anies tentu juga bukan lawan mudah bagi Ahok, apalagi anies mampu meraih hingga 40% suara di putaran pertama. Namun tahukah anda selain anies, Ahok ternyata memiliki lawan "tangguh" yang selalu berhasil mengalhkan Ahok. Simak Video berikut ini.


Dua tahun lalu Ahok menantang hujan 3 hari dan memastikan Jakarta tidak akan banjir. Tidak lama setelah pernyataan tersebut. Jakarta berkali-kali diguyur hujan dan berkali-kali pula Ahok berhasil dikalahkan oleh hujan.



Kini hujan deras terus mengguyur ibu kota. Di tambah mendapat kiriman dari Bogor, Jakarta pun kebanjiran. Ahok kembali berhasil dikalahkan hujan.

Bahkan, pada Selasa (21/2) banjir terjadi di sejumlah titik ibu kota. Bahkan kawasan yang sebelumnya tak banjir menjadi ikut terendam.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan bahwa beberapa pintu air sudah dalam status siaga 1. Salah satunya adalah pintu air Karet. 

Ahok menilai normalisasi yang sudah dilakukan oleh Pemprov DKI belum bisa mengatasi banjir dikarenakan hujan deras turun terus menerus sejak beberapa hari lalu.

"Ya kami harus tunggu. Kalau hujannya terus menerus kan normalisasi kami enggak cukup (belum optimal)," kata Ahok, di Balai Kota DKI Jakarta.

Mantan Bupati Bangka Belitung tersebut menganalogikan hujan dan tampungan air di Jakarta dengan sebuah gelas yang terisi air. Ahok menjelaskan, air di sungai maupun waduk seperti gelas yang akan meluap jika terus diisi oleh air, yakni hujan yang terus mengguyur. Terlebih jika gelas (tampungan air) tersebut sudah diduduki maupun belum dinormalisasi.

"Makanya saya selalu katakan, kalau kamu dilimpahin air begitu banyak, caranya bagaimana? Sediain gelas atau wadah yang besar. Nah sekarang wadah semakin sempit, ya mesti normalisasi, waduk-waduk mesti dibesarin," tandas Ahok.

Selain itu, Ahok optimis wilayah Jakarta Utara akan aman dari ancaman banjir. Hal itu dikarenakan posisi laut utara tak melebihi tinggi tanggul meski hujan deras terus mengguyur selama beberapa hari terakhir.

"Ini hari mesti bersyukur, bersyukur kenapa? Karena posisi laut tidak lewati tanggul," kata Ahok.

Selama ini Ahok khawatir jika posisi air laut sampai melewati tanggul. Menurutnya, separuh wilayah utara Jakarta bisa tenggelam jika hal itu terjadi.

"Kalau posisi laut lewati tanggul, tidak bisa pompa, tidak bisa buka pembuangannya di Ancol, tenggelam 40 persen Jakarta," ujar Ahok. 

Mantan Bupati Belitung Timur ini kembali menegaskan bahwa satu-satunya cara mengatasi banjir di Ibu Kota adalah normalisasi.

"Kunci penanggulangan banjir adalah normalisasi saluran air. Kemudian pembangunan banyak tanggul dan waduk untuk menampung air," terang Ahok.

Jika tidak dilakukan normalisasi, Ahok mengatakan bahwa warga Jakarta harus selalu siap kena banjir karena air akan terus meluap.

"Hujan terus mengguyur, tidak setop. Itu yang saya bilang, kalau kamu enggak mau normalisasi sungai atau tidak bikin tanggul, ya (airnya) meluap," ucapnya.

Akhirnya kali ini Ahok mengakui kekalahannya melawan hujan.

TIdak dipungkiri Ahok memang telah berbuat "sesuatu" untuk Jakarta, namun menyombongkan diri pada Sang Khalik bukanlah ciri pemimpin yang baik. Menarik kita tunggu apakah Anies berhasil menjadi "hujan" dalam perjalanan karir politik seorang Ahok. (arh dari berbagai sumber)
Baca selengkapnya

Tuesday, 21 February 2017

PEMERINTAH VS FREEPORT: NU & MUHAMMADIYAH "PASANG BADAN"


Muhammadiyah Dukung Pemerintah Lawan Arogansi Freeport

Pimpinan Pusat (PP) Ormas Islam Muhammadiyah menegaskan sikapnya untuk berada di belakang Pemerintah RI untuk melawan sikap arogan PT Freeport (PTFI) yang masih belum mau mengikuti aturan baru pertambangan Indonesia.

Saya berharap, Presiden melalui Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan, tidak kalah dan mengalah dengan arogansi PTFI kali Ini. Publik pasti mendukung penuh upaya mengembalikan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia sepenuhnya untuk kepentingan rakyat Indonesia,” ucap Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam rilis di Jakarta, Senin, 20 Februari 2017.  
Muhammadiyah melihat sikap PT Freeport Indonesia yang masih menolak aturan perubahan baru dari perjanjian Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Hal ini dianggap Muhammadiyah sama saja mengabaikan undang undang yang berlaku di Indonesia.

Dalam hemat pandangan para pakar Muhammadiyah, yang disampaikan oleh Dahnil, bahwa sikap Menteri ESDM Ignatius Jonan menuntut Freport menaati aturan IUPK dengan membangun smelter di dalam negeri dan melakukan divestasi saham 51 persen adalah sudah tepat. Dahnil juga menambahkan langkah menghentikan arogansi Freeport itu akan menjadi legacy positif buat masa depan pengolahan SDA Indonesia.

"Jadi, pemerintah harus tunjukkan bahwa kita adalah negara berdaulat, dan upaya hilirisasi terhadap pengelolaan SDA harus betul-betul dilakukan, bila pun tidak dieksplorasi saat ini, di masa yang akan datang akan sangat bermanfaat bagi generasi selanjutnya,” jelas Dahnil, seraya menegaskan kembali sikap Muhammadiyah yang siap berada di belakang pemerintah menjaga konsistensi melawan arogansi perusahaan tambang Amerika Serikat itu.

"Pemerintah melalui Menteri ESDM menghentikan perspektif ekonomi Myiopic alias rabun jauh yang gemar mengeksploitasi lupa kebutuhan masa depan, dan langkah pertama sudah tepat," tandas Dahnil. 

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan menegaskan realisasi divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia sudah tidak bisa ditawar lagi untuk mengakhiri 50 tahun rezim kontrak karya di Papua. ”Divestasi 51 persen memang harus sekarang juga,” tambah Jonan. 

Untuk diketahui, izin ekspor konsentrat PT Freeport telah dihentikan oleh pemerintah sejak 12 Januari 2017. Akibat dari kebijakan itu, sejak 10 Februari 2017 PT.Freeport menghentikan sementara proses produksinya. Hingga berita ini diturunkan, Freeport belum juga menyatakan mau mengikuti kebijakan pemerintah terkait perubahan status kontrak karya. 

Bahkan, melalui Freeport McMoran (kantor pusat Freeport di Amerika Serikat) mengancam akan memangkas produksi dan mengurangi sekitar 30 ribu tenaga kerja Indonesia jika larangan ekspor tidak juga diakhiri. Saat ini ada sekitar 30.000 karyawan Freeport, baik karyawan permanen maupun karyawan perusahaan kontraktor dan privatisasinya yang bekerja di area pertambangan di Tembagapura, Mimika, Papua.

Buntut dari penolakan PT.Freeport Indonesia yang tidak mau merubah perjanjian dari KK (Kontrak Karya) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) -- sebagaimana mestinya aturan baru pertambangan, akhirnya menggelinding ke ranah politik atas dasar nasionalisme. 

Di mana Menteri ESDM, Ignasius Jonan, menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj di kantor Kementerian ESDM, tadi pagi, Senin (20/2). Pertemuan satu jam lebih itu, dikatakan Said Aqil sebagai bentuk dukungan PBNU kepada pemerintah dalam menghadapi polemik PT Freeport Indonesia. 

NU Siap Pasang Badan


”Saya di sini diskusi, mendukung, memberi masukan tentang Freeport, bahwa saya di belakang Pak Menteri Jonan," kata Said Aqil, usai pertemuan di Kementerian ESDM.

Menurut Said Aqil, Kementerian ESDM mengeluarkan peraturan dengan tetap berpegangan pada Undang-Undang Minerba yang ada, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) No. 1/2017, sebagai revisi dan tindak lanjut peraturan yang telah terbit sebelumnya.

”Keputusannya sudah tepat. Kita harus punya sikap yang tegas, walaupun selama ini katakanlah Freeport telah berjasa membangun Papua, dan perekonomian nasional. Tapi bagaimana pun harus tunduk pada undang-undang. Harus ikut undang-undang kita. Mudah-mudahan Pak Jonan diberi kekuatan menghadapi keadaan ini,” imbuh Said Aqil. 

Sikap PBNU pada hari yang sama ini juga sejalan dengan sikap Pimpinan Muhammadiyah. Posisi PBNU dan PP Muhammadiyah adalah sebagai mitra masyarakat yang mengawal kebijakan Pemerintah RI atas dasar nasionalisme yang didorong rasa keadilan dalam pemanfaatan sumber daya alam di perut bumi Indonesia. 

”Pokoknya harus tunduk pada UU. Mereka di Indonesia loh. Peraturan harus Indonesia. Peraturan yang sudah keluar dari Pak Menteri sudah sangat rasional, objektif, sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak,” jelas Said, lagi.

Melihat betapa pentingnya "pertandingan" melawan freeport bagi keummatan. Ummat Islam harus menyatakan sikap. Beda dengan kasus Ahok yang sedang bergulir, Islam harus berada dibelakang pemerintah melawan freeport.(arh dari berbagai sumber)
Baca selengkapnya

Monday, 20 February 2017

DPC PPP KLOP DUKUNG ANIES-SANDI


Dewan Pimpinan Wilayah PPP se- Jakarta mendeklarasikan dukungan mereka ke pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017, Anies Baswedan- Sandiaga Uno, hari ini. Dukungan tersebut diterima oleh ketua DPD Gerindra, M Taufik di posko pemenangan, Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat.

Ketua PPP DPC Jakarta Selatan, Saiful Rahmat Dasuki, yang mewakili lima DPC lainnya, berkeyakinan dukungannya ke Anies-Sandi disetujui oleh PPP tingkat DPP.

"Ini memang masih arus bawah yang kita sambungkan aspirasi ini tapi kami berkeyakinan pasti pimpinan kami di atas mempunyai pandangan yang sama," ujar Saiful, Senin (20/2).

Saiful menegaskan, dukungannya ke pasangan yang diusung dua partai politik yakni Gerindra dan PKS, sudah terlihat oleh pendukung di PPP tingkat DPW.

Selain itu, Saiful mengklaim pihaknya sudah berkomunikasi dengan PPP level DPP dan menyatakan DPP PPP mempersilakan Saiful beserta anggota DPW lainnya mendukung Anies-Sandi. Namun dia tidak menjelaskan respons pihak DPP mengenai deklarasi dukungan hari ini.

"Sudah, sudah (sudah memberitahu). Beliau mempersilakan karena ini bagian dinamika Jakarta dan ini tanggung jawab kami. Saya pikir nanti akan tersampaikan (ke Romahurmuziy)," ujarnya.

Meski belum mendapat reaksi resmi dari DPP PPP, Saiful enggan menjawab jika keputusannya ini bertolak belakang dengan keputusan DPP.

"Saya kira tidak perlu berandai andai," kata Saiful.

Menimpali pernyataan Saiful, M Taufik, salah satu tim pemenangan Anies-Sandi, mengatakan, deklarasi DPP partai politik untuk mendukung Anies-Sandi hanya tinggal menunggu waktu. Apalagi, imbuh Taufik, dia sudah bertemu dengan petinggi petinggi partai politik pendukung Agus-Sylvi.

"Jadi saya sudah ketemu Azis, sudah ketemu Pak H Lulung dua dua tokoh PPP itu udah oke dukung kita. Saya juga udah ketemu Hasbi, ketemu Eko Patrio, ketemu Bang Nachrowi dan tiga-tiganya semuanya udah oke dukung kita," ucap Taufik.

"Ya kan ada giliran (deklarasi dukungan) bisa besok," tandasnya.
Baca selengkapnya

SAAT PARTAI PENDUKUNG AHOK SALING TUDING


Politikus PDIP Trimedya Panjaitan menilai partai pengusung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat tidak bekerja maksimal untuk memenangkan Pilgub DKI. Menurutnya, strategi Partai NasDem, Partai Hanura dan Partai Golkar untuk memenangkan Ahok-Djarot belum maksimal.

"Kami melihatnya seperti itu, kalau kita berpegangan pada Pileg kita lihat 49 persen PDIP, Golkar dan NasDem. Mungkin strateginya, kalau PDI Perjuangan kan jelas kerja-kerja ke bawahnya," kata Trimedya usai menghadiri diskusi bertajuk 'Spesial Pilkada' di Jakarta, Sabtu (18/2).

Trimedya mengatakan PDIP sangat berharap besar para partai pengusung Ahok-Djarot bisa bekerja lebih maksimal memenangkan putaran dua Pilgub nanti. Dia optimis, bila partai-partai berusaha keras Ahok-Djarot bakal memperoleh suara terbanyak di putaran dua nanti.

"Kita harapkan Kepada Golkar ini, walaupun di akhir-akhir dia akhirnya kencang. Nah, partai lain juga kita harapkan sama upayanya, kerja kerasnya. Kalau itu terjadi kita optimis menang di putaran kedua," ujarnya.

Hanura Menjawab

Partai Hanura membantah ada anggapan tidak maksimal buat memenangkan pasangan Basuki T Purnama ( Ahok)- Djarot Saiful Hidayat di putaran pertama Pilkada DKI. Wasekjen Partai Hanura Dadang Rusdiana mengatakan pihaknya telah mengerahkan seluruh mesin partai dari tingkat pusat hingga daerah demi pemenangan Ahok-Djarot. 

"Partai pendukung itu semua maksimal menggunakan seluruh kekuatannya. Semua solid," kata Dadang saat dihubungi merdeka.com, Senin (20/2).

Dadang menegaskan dukungan penuh kepada Ahok-Djarot telah dibuktikan sejak awal deklarasi. Bahkan Hanura tegas mencopot pengurus DPD DKI Jakarta tidak mengikuti keputusan partai mendukung Ahok-Djarot. 

"Dan semua tahu ketika Hanura menyatakan pertama kali dukungannya, dan ada satu dua pengurus DKI yang tidak mendukung. Waktu DPP bertindak tegas dengan melakukan pemberhentian atau mereka diminta mengundurkan diri. Tapi itu kan tidak banyak, satu dua orang saja," tegasnya. 

Saat ini, kata dia, Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) telah meminta kepada seluruh kader untuk bekerja lebih keras memenangkan Ahok-Djarot di putaran kedua. "Tidak ada surut langkah, kita tentunya akan tetap komitmen terhadap usungan. Demikian juga perintah dari Ketum kami, Pak OSO tidak ada yang berubah, tetap kita dukung Ahok-Djarot," pungkasnya.

Golkar Membalas

Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali membantah bila mesin Partai Golkar di DKI tidak jalan. Ashraf menegaskan, partainya dan relawan yang diprakarsai oleh Golkar telah maksimal bekerja. 

"Kemenangan Ahok-Djarot di putaran pertama mencapai 43 persen lebih karena semua partai pendukung sudah bekerja semaksimal mungkin ditambah lagi relawan. Memang banyak menginginkan Ahok-Djarot menduduki jabatan untuk meneruskan program Jakarta. Nah, masing-masing partai sudah bekerja sesuai dengan kreasinya," kata Ashraf kepada merdeka.com, Jakarta, Minggu (19/2).

Menurut Ashraf, Partai Golkar bekerja dengan 13 ribu orang terlatih selama tiga bulan ada di lapisan kedua. Melakukan tugas pokok real count dan menguasai suara di berbagai TPS dengan beragam usai. Mulai dari pembuatan tabloid, stiker, buku-buku dan pendekatan persuasif lainnya.

"Relawan Golkar ini terlatih dan mandiri dengan dibantu oleh konsultan profesional. Ada relawan kuning, ada Relawan Nusantara Pak Nusron Wahid. Satu RT satu orang artinya kita punya 30 ribu lebih relawan yang terdata dan relawan terlatih, itu gerakan yang masif," jelas Ashraf.

Politikus Golkar ini minta semua partai pendukung Ahok-Djarot untuk tidak saling menyalahkan. Ashraf menegaskan, tak hanya PDIP, semua partai pengusung seperti Partai Golkar, Hanura, NasDem dan partai pendukung seperti PPP Djan Faridz sudah bekerja maksimal.

"Kita bertarung pada posisi sulit bisa mencapai di putaran pertama sangat luar biasa. Ini perlu motivasi semua pihak, ini satu kesatuan yang utuh dengan potensi yang ada. Oleh karena itu perlu sikap arif yang dikedepankan elit-elit," jelas Ashraf. 

"Pandangan yang tak mendasar membuat situasi yang tak kondusif ini ditunggu pasangan lawan. Sampai sekarang kita masih solid. Kita kerja luar biasa siang malam, semua anggota DPR RI DPRD dari Golkar dikerahkan hingga kecamatan," tandasnya.

NASDEM Angkat Suara

Partai NasDem menyayangkan pernyataan Politisi senior PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan yang menyebut partai politik selain PDI Perjuangan kurang maksimal saat Pilkada DKI Jakarta. Sekretaris DPW NasDem DKI Jakarta Wibi Andrino menyatakan seharusnya pernyataan itu tidak keluar karena sekarang ini yang terpenting seluruh pendukung Basuki- Djarot (Badja) semakin merapatkan barisan.

"Namun, beliau malah mengeluarkan komentar yang dapat memecah belah. Sangat disayangkan," kata Wibi seperti dilansir Antara, Sabtu (18/2).

Wibi memastikan, partai politik pendukung Badja telah berjuang untuk menang di Pilgub DKI. "Seluruh partai yang tergabung di dalam tim pemenangan pasti berjuang dengan sepenuh hati, untuk memenangkan Badja terpilih kembali. Kami mendukung tanpa syarat maupun embel-embel di belakang apapun," kata politisi muda NasDem tersebut.

Wibi menyindir dalam porsi tim pemenangan ketua timses berasal dari PDI Perjuangan yang sudah tentu dibutuhkan kemampuan komunikasi maupun kepemimpinan untuk memimpin tim agar mendapat hasil yang diinginkan. "Komentar pak Trimed seakan dirinya bicara di depan kaca yang begitu besar. Untuk itu lebih baik beliau tidak lagi berkomentar yang tidak perlu. Fokus kami semua hanya pada pemenangan Badja," tuturnya.

Ia menambahkan, partai NasDem 1000 persen maksimal untuk kemenangan Ahok di pilkada. "Kemenangan Ahok dan kepentingan rakyat Jakarta untuk Jakarta lebih baik," katanya. (arh dari berbagai sumber)
Baca selengkapnya

Sunday, 19 February 2017

12 TAHUN JADI PULAU TERBAIK


Bali boleh berbangga. Selama 12 tahun berturut-turut, Pulau Dewata menjadi pulau terbaik sedunia oleh DestinAsian Readers Choice Award (RCA).

Keindahan alam, kekayaan budaya, kelezatan kuliner, kenyamanan tempat menginap hingga keramahtamahan penduduk Bali kembali diapresiasi dunia. Yang terbaru, Pulau 1000 Pura ini menjadi langganan sebagai pulau terbaik versi DestinAsian Readers Choice Award (RCA) 2017 yang bermarkas di Singapura.

"Ini gelar yang sangat membanggakan. Selama 12 tahun berturut-turut Bali dinobatkan sebagai pulau terbaik oleh DestinAsian Readers Choice Award (RCA)," terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana dalam rilis yang diterima detikTravel, Minggu (19/2/2017).

Pitana menyatakan sangat bangga dengan kepercayaan yang terus beruntun diberikan masyarakat dunia kepada Pulau Bali. Pulau Dewata dianggap the best dalam keindahan alamnya, kekayaan kuliner, keunikan budayanya, dan keramahtamahan masyarakatnya.

"Potensi wisata kita sangat hebat. Tidak hanya Bali. Untuk destinasi snorkling, Galapagos yang terkenal itu sudah berhasil kita kalahkan. Tidak tanggung-tanggung bahkan dikalahkan oleh dua destinasi kita yakni Raja Ampat (Provinsi Papua Barat) dan Pulau Komodo (Provinsi NTT)," katanya.

Yang tak kalah pentingnya, pengakuan internasional itu akan menaikkan kredibilitas atau kepercayaan karena diberikan oleh pihak yang memiliki reputasi tinggi di bidang pariwisata. DestinAsian sendiri, merupakan salah satu majalah pariwisata terbesar se-Asia yang sudah publish sejak tahun 2001.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti juga ikutan sumringah. Menurutnya, award itu semakin menambah kepercayaan dunia internasional terhadap kekuatan kepariwisataan Indonesia.

"Penghargaan ini akan menaikkan value Bali dan Wonderful Indonesia. Rasa kepercayaan diri ikutan naik. Semua lini jadi makin termotivasi untuk berbuat lebih hebat lagi," ucapnya.

Sementara industri yang mendapatkan penghargaan atas pilihan pembaca majalah DestinAsian adalah Alila Villas Uluwatu sebagai The Best Boutique Hotel, sedangkan COMO Uma Ubud berada di peringkat ke-5. Ayana Spa sebagai The Best Hotel Spa ditemani oleh The Spa, Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay di peringkat ke-3 dan beberapa resort lain di Bali juga mencatatkan prestasi gemilang.

Di sisi lain Maskapai Garuda Indonesia mendapatkan peringkat ke-3 sebagai Best Economy Class. Dan peringkat ke-5 masing-masing pada kategori Best Airline dan Best Frequent Flyier Program.

"Ini menjadi modal yang baik guna pembangunan dan pencapaian target pariwisata nasional 20 juta kunjungan pada 2019," tutur Esthy.
Baca selengkapnya

SIMAK YANG TERJADI SAAT TPS 001 UTAN PANJANG COBLOS ULANG

#Anies Sebelumnya Kalah, Coblos Ulang Malah Menang






















Pemungutan suara ulang di TPS 001 Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat telah selesai. Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno memenangkan hasil pemungutan. 


"Surat suara yang masuk sebanyak 257. Surat suara sah sebanyak 252, dan tidak sah 5 tidak sah. Suara untuk pasangan nomor satu (Agus Sylvi) sebanyak 15. Nomor dua (Ahok-Djarot) sebanyak 103, dan nomor tiga sebanyak 134," ujar Ketua KPPS TPS 001 Utan Kayu, Sudrajat, Minggu (19/2/2017).

(baca https://lawanhoak.blogspot.co.id/2017/02/tps-29-coblos-ulang-anies-naik-ahok.html)

Hal ini berbanding dengan pencoblosan pada Rabu (15/2). Saat itu suara pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat memang. 

"Kemarin yang memilih 442. Pasangan Agus-Sylvi mendapat 62 suara. Ahok-Djarot 198. Anies -Sandi 177. Tidak sah 5,"kata mantan ketua KPPS 001 Utan Panjang, Siti kepada wartawan di TPS 01 Utan Panjang, Minggu (19/2).

Hasil terbaru ini akan dimasukan dalam penghitungan real count KPU mengganti hasil sebelumnya. Namun, tidak akan berpengaruh terhadap hasil akhir pemilu. 

"Ada perubahan, tapi tidak signifikan," kata Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno setelah menyaksikan penghitungan suara di TPS 001 Utan Panjang.

Selain itu, setelah penghitungan selesai, saksi dari Tim Ahok-Djarot tidak menandatangani penghitungan suara. Hal tersebut tidak berpengaruh terhadap hasil akhir.


"Itu tidak menghalangi proses, kalau keberatan tidak apa-apa. Dalam fom C2, ada catatan khusus. Saksi hadir dari awal, setelah mendapatkan hasil keberatan menandatangani," kata Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay, di TPS 001 Utan Panjang. 
Baca selengkapnya