Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Thursday, 16 March 2017

KETIKA NU TIDAK LAGI "SEGARIS", KEMANA NAHDIYIN "BERLABUH"?



Sekitar 100 kiai muda Nahdlatul Ulama (NU) melalui forum bahtsul masail atau forum diskusi keagamaan memutuskan bahwa seorang Muslim diperbolehkan memilih pemimpin non-Muslim.

"Terpilihnya non-Muslim di dalam kontestasi politik berdasarkan konstitusi adalah sah jika seseorang non-Muslim terpilih sebagai kepala daerah," kata KH Najib Bukhori saat menyampaikan hasil bahtsul masail di Kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta, Minggu (12/3/2017).

Dengan demikian, lanjut Najib, keterpilihannya untuk mengemban amanah kenegaraan adalah juga sah dan mengikat, baik secara konstitusi maupun secara agama. 

Sejak Sabtu (11/3/2017) hingga Minggu, kiai muda dari berbagai pondok pesantren se-Indonesia itu membahas persoalan kepemimpinan di dalam forum Bahtsul Masail Kiai Muda yang digelar PP GP Ansor dengan tema "Kepemimpinan Non-Muslim di Indonesia". 

Mereka berpendapat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berdasarkan konstitusi negara, setiap warga negara boleh memilih pemimpin tanpa melihat latar belakang agama yang dianutnya.

"Seorang warga negara, dalam ranah pribadi, dapat memilih atau tidak memilih non-Muslim sebagai pemimpin formal pemerintahan," kata Najib

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan hasil bahtsul masail itu akan disosialisasikan ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Ia juga menimbau umat Islam di Indonesia untuk meredakan ketegangan pada setiap kontestasi politik karena hal tersebut dapat berpotensi memecah belah umat Islam, sebagaimana terjadi di Jakarta.

Apalagi, kecenderungan intoleransi sesama umat Islam semakin kasat mata dan tergambar dengan adanya spanduk di sejumlah masjid yang tidak menerima pengurusan keagamaan jenazah Muslim bagi pemilih dan pendukung pemimpin non-Muslim, kata Yaqut.

"Akibat kontestasi politik di Jakarta yang makin tidak terkontrol dan cenderung ganas, bukan tidak mungkin dapat menyebar di daerah lain," katanya.

KH Abdul Ghofur Maemun Zubair sebagai perumus bahtsul masail menambahkan, pandangan sebagian kelompok untuk tidak menyalatkan jenazah lawan politik justru merupakan cerminan sikap yang tidak sesuai dengan ajaran Islam maupun nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia.

TANGGAPAN TEGAS Rais Aam PBNU

Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa keputusan tertinggi organisasi ada di hasil Muktamar.

Hal itu ia sampaikan berkaitan dengan adanya keputusan Bahtsul Masail Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang menyatakan bahwa boleh memilih pemimpin non-Muslim karena dibolehkan dalam konstitusi dan selagi memberikan maslahat.

"Nahdlatul Ulama memiliki aturan yang harus diikuti sesuai keputusan muktamar. Dalam muktamar sudah jelas dilarang memilih pemimpin non muslim dan harus diikuti oleh seluruh warga nahdiyin," kata KH Ma'ruf Amin saat ditemui di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta, Selasa (14/03).

Kiai Ma’ruf menjelaskan, dalam Muktamar NU di PP Lirboyo, Kediritahun 1999, diputuskan bahwa tidak boleh memilih atau memberikan kuasa pemimpin kepada non-Muslim, kecuali dalam keadaan darurat.

“Keputusan Bahtsul Masail tidak boleh bertentangan dengan muktamar,” jelasnya.

Ulama panutan yang juga Ketua Umum MUI ini mengungkapkan, keputusan muktamar hanya bisa dirubah dengan muktamar lagi.

Sebelumnya, Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas merilis hasil Halaqah Bahtsul Masail Kiai Muda GP Ansor tentang kepemimpinan non-Muslim. Dalam keputusan di Jakarta itu, GP Ansor membolehkan umat Islam untuk memilih pemimpin non-Muslim.

Ada apa dengan Nahdatul Ulama?. Pendapat yang tidak"segaris" ini memunculkan kebingungan dikalangan nahdiyin. Pendapat mana yang harus diikutin. Pilkada DKI 2017 ini benar-benar menguji kekuatan Nahdatul Ulama sebagai organisasi terbesar Islam di Indonesia. 
Baca selengkapnya

Wednesday, 15 March 2017

LSI: ANIES-SANDY UNGGULI AHOK-DJAROT


Lingkaran Survei Indonesia pimpinan Denny Januar Ali (LSI Denny JA) hari ini mempublikasikan hasil riset mereka terkait elektabilitas dua pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Survei digelar sebelum kampanye Pilgub DKI putaran II, yakni pada 27 Februari sampai 3 Maret 2017. 

Survei menggunakan metode multistage random sampling melalui wawancara tatap muka dengan 400 responden. Margin of error dari survei ini adalah 4,8 persen. Hasil survei menunjukkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul atas Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dalam hal elektabilitas. 

"Untuk sementara, sebelum kampanye, Anies-Sandi dengan angka 49,7 persen, Ahok-Djarot 40,5 persen suara, dan undecided voters ada di angka 9,8 persen," kata peneliti LSI Adjie Alfaraby dalam keterangannya, Selasa (7/3/2017). 


Menurut Adjie, selisih elektabilitas antara Anies dan Ahok masih ketat, yakni 9 persen. Survei LSI Denny JA juga menunjukkan, berdasarkan sentimen agama, pasangan Anies-Sandi unggul di pemilih muslim. Adapun duet Ahok-Djarot menang di pemilih nonmuslim.

Data LSI Denny JA menyebut, dari 79,20 persen responden muslim, sebanyak 55,04 persen memilih Anies-Sandi. Sisanya mendukung Ahok-Djarot. Di kalangan pemilih nonmuslim, yang jumlahnya sekitar 20,80 persen, sebanyak 86,58 persen di antaranya mendukung Ahok-Djarot. 

Berdasarkan latar belakang ekonomi responden, Anies-Sandi unggul di pemilih kelas menengah ke bawah, sementara Ahok-Djarot unggul di kelas menengah ke atas. Di kelas menengah ke atas yang pendapatannya Rp 3,5 juta ke atas, Ahok-Djarot unggul. (news.detik.com)
Baca selengkapnya

Sunday, 5 March 2017

SIDANG PLENO DKI MOLOR, BADJA WALKOUT, ANIES-SANDI RAMAI DITUDUH TELAT, INI JAWABAN KPU DKI

SIDANG PLENO DKI MOLOR, BADJA WALKOUT, ANIES-SANDI RAMAI DITUDUH TELAT, INI JAWABAN KPU DKI

PILKADA DKI tidak kunjung berhenti buat "ramai" Indonesia. Terakhir adalah molornya pelaksanaan Sidang Pleno KPU selama 1 jam 30 menit. Keterlambatan ini direspon oleh Ahok-Djarot dengan melakukan aksi walk out dan tentu saja dengan bumbu marah-marah.

"Sirkus" ini kemudian membuat ramai media sosial. Pendukung Ahok memanfaatkan situasi ini dengan ramai-ramai menyampaikan berita HOAX dimedia sosial baik facebook, tweeter bahkan youtube. Mereka dengan lugas menuduh bahwa molornya Sidang Pleno KPU tersebut disebabkan keterlambatan pasangan Anies-Sandi hadir dilokasi yang sudah ditentukan. Untuk menjawab hal ini mari kita simak klarifikasi dari Ketua KPU DKI.


Ketua KPU DKI menyampaikan bahwa molornya Sidang Pleno disebabkan adanya saling tunggu antara KPU DKI dengan pasangan Ahok-Djarot. Dalam protokoler Sidang Pleno tersebut PASLON sudah disiapkan ruang tunggu khusus sebelum acara dimulai. Anies-Sandi begitu sampai ke lokasi langsung menuju ruang tunggu yang telah disediakan. Berbeda dengan pasangan AHok-Djarot, meski lebih dahulu sampai di lokasi pasangan Ahok-Djarot tidak mengikuti protokoler yang sudah disusun oleh KPU DKI. Pasangan Ahok-Djarot malah menunggu diruangan yang disediakan oleh tim Ahok-Djarot tanpa sepengetahuan KPU DKI.

Inilah yang menyebabkan Sidang Pleno DKI molor hingga 1 jam lebih. PILKADA DKI tahun ini memang penuh dengan "sirkus". Aksi walkout Ahok-Djarot pun kemudian ramai disebut sebagai sebuah tindakan disiplin dari seorang pemimpin. Disisi lain kejadian ini dijadikan "peluru" untuk menyerang Anies-Sandi yang dituduh sebagai penyebab molornya Sidang Pleno KPU DKI.

Lawanhoak mengajak seluruh netizen untuk lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar. Agar terhindar dari berita HOAX yang kerap berujung fitnah. (arh)
Baca selengkapnya

Friday, 3 March 2017

DISEBUT PUNYA SELINGKUHAN, ANIES LAPORKAN PENDUKUNG BADJA



Calon gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan melaporkan sebuah akun Twitter diduga milik seseorang bernama Chiko Hakim atas dugaan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya, Kamis (2/3). 

Laporan itu diterima polisi dengan nomorLP/1059/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 2 Maret 2017. Kuasa hukum Anies, Jupen Edy mengatakan, akun Twitter @chikohakim milik Chiko memuat informasi sesat yang menyebut mantan Menteri Pendidikan itu memiliki simpanan dan selingkuhan.

"Klien kami dituduh mempunyai simpanan beserta selingkuhan. Ini tidak benar dan sudah dibantah berkali-kali," kata Jupen di Polda Metro Jaya, Kamis (2/3). 

Jupen mengatakan twit @chikohakim terjadi pertama kali pada 27 Februari 2017 dan langsung di-mention ke akun resmi Anies Baswedan. Jupen mengatakan, akun Chiko sudah berkali-kali menulis hal yang kurang pantas. 

"Berkali-kali. Dia bilang juga, Mas Anies adalah muslim abal-abal tapi kita enggak lapor. Tapi karena ini di-mention langsung, Mas Anies merasa terganggu sekali," ucapnya. 

Jupen menduga tautan itu mempunyai motif politik yaitu untuk menyudutkan Anies yang hampir dipastikan bertarung di putaran kedua Pilkada DKI 2017. Anies, kata Jupen sangat khawatir informasi itu bisa mempengaruhi dukungan masyarakat kepadanya.

"Ini barangkali ada urusan juga dengan pilkada. Penyidik silahkan cari tahu apa ada motif-motif tertentu," katanya. 

Jupen mengatakan, Anies akan mencabut laporan jika Chiko memberikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka.

"Ini masih andai-andai ya. Bisa jadi dicabut bisa gimana gitu. Tapi sampai hari ini kami belum terima klarifikasi atau permintaan maaf dalam bentuk apa pun," tutur Jupen. 

Dalam laporannya, Anies mempidanakan Chiko dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan membawa serta barang bukti berupa print out dan screen shot unggahan Chiko.

Chiko Hakim sendiri adalah pendukung BADJA dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta.
Baca selengkapnya

Thursday, 2 March 2017

SANDIAGA PAKAI "SERAGAM" RELAWAN AGUS-SYLVI, ADA APA?



Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Sandiaga Uno, menghadiri deklarasi dukungan yang diberikan sekelompok orang yang mengklaim sebagai relawan pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, di Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017). 

Pada kesempatan itu, Sandi terlihat mengenakan baju tacticool, model baju yang sebelumnya sering dikenakan Agus-Sylvi pada masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran pertama. 

Baju tacticool yang dikenakan Agus memiliki ciri khas dengan lambang bendera merah putih di lengan kanan dan nomor pemilihan Agus di lengan kiri. Sementara di bagian depan terdapat tulisan "AHY" dan slogan kampanyenya, #JakartaUntukRakyat. 

Deklarasi dukungan yang diberikan relawan Agus-Sylvi terhadap pasangan Anies-Sandi di Kebayoran Lama Selatan ditandai dengan pelepasan emblem-emblem pada baju tacticool yang terkait Agus, mulai dari emblem tulisan "AHY", #JakartaUntukRakyat, hingga angka 1 yang merupakan nomor pemilihannya. 

Sandi kemudian melepaskan emblem-emblem tersebut dari baju yang dikenakan seorang relawan. Emblem-emblem yang dicopot kemudian diganti dengan emblem-emblem baru yang terkait pasangan Anies-Sandi, dari mulai emblem tulisan "Anies-Sandi", slogan kampanye #SalamBersamaUntukJakarta, hingga angka 3 yang merupakan nomor pemilihan Anies-Sandi. 

"Dengan ini kami resmi mendukung pasangan nomor tiga. Tapi tetap tidak melepaskan baju hitam kami (baju tacticool)," ujar seorang relawan yang menjadi pembawa acara. 

Saat didaulat menyampaikan sambutan, Sandi sempat mengucapkan terima kasih terhadap dukungan yang diberikan. Dalam sambutannya, Sandi sempat menyinggung selisih perolehan suara Anies-Sandi dengan pasangan nomor pemilihan dua, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. 

"Saat ini suara kami masih berselisih sekitar 166.000 suara. Tentu saya sangat berterima kasih kalau dibantu agar yang 166.000 ini bisa terlewati," ucap Sandi. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta telah merampungkan proses rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi Pilkada DKI Jakarta 2017. 

Berdasarkan rekapitulasi, pasangan Agus-Sylvi memeroleh 937.955 suara atau sekitar 17,05 persen. 

Pasangan Ahok-Djarot memeroleh 2.364.577 suara atau 42,99 persen, sedangkan pasangan Anies-Sandi memeroleh 2.197.333 suara atau 39,95 persen. 

Total suara sah tiga paslon tersebut sebesar 5.499.865 suara. Sementara suara tidak sah sebesar 64.448 suara. 

Adapun total pengguna hak pilih pada Pilkada DKI Jakarta 2017 sebesar 5.564.313 suara atau sekitar 75,75 persen. 



Baca selengkapnya

Sunday, 26 February 2017

PENGAKUAN RUMANA: JILBABER DIANGGAP ANCAMAN



Rumana Ahmad namanya. Dia adalah muslimah pegawai di Gedung Putih yang memakai hijab. Dia sudah bekerja di Gedung Putih sejak 2011. Di masa pemerintahan Presiden Barack Obama dia dipromosikan bekerja di bagian Dewan Keamanan Nasional. Sejak itu dia menjadi bagian dari tim penasihat Obama, khususnya dalam isu muslim Amerika.

"Saya satu-satunya muslimah berhijab ketika itu dan pemerintah Obama selalu membuat saya merasa diterima di Gedung Putih," kata dia, seperti dilansir the Atlantic, Kamis (23/2).

Namun ketika Trump terpilih jadi presiden AS dan dilantik pada 20 Januari lalu, suasana Gedung Putih berubah 180 derajat. Paling tidak itu yang dirasakan Rumana. 

"Pada Senin 23 Januari saya berjalan ke Gedung Eisenhower bertemu dengan staf baru di sana. Dengan tatapan dingin mereka terlihat terkejut atas kedatangan saya," kata Rumana.

Ketika Trump mengeluarkan kebijakan larangan imigrasi bagi warga dari tujuh negara muslim dan pengungsi Suriah, Rumana memutuskan dia ingin tetap bertahan walau dia tidak setuju dengan kebijakan itu.

"Saya tahu saya tidak bisa tetap berada di Gedung Putih di pemerintahan yang melihat saya dan orang seperti saya bukan sebagai sesama warga negara tapi sebagai ancaman," kata dia.

Akhirnya Rumana mengaku tidak tahan lagi dengan kondisi di Gedung Putih setelah Trump dilantik.

"Saya hanya bertahan delapan hari," kata dia. "Malam sebelum pergi, saya menyampaikan salam perpisahan kepada beberapa rekan kerja. Banyak di antara mereka juga sudah pergi lebih dulu."
Baca selengkapnya

KISAH CINTA PRABOWO BUMBUI PILKADA DKI

Ada yang menarik seputar Perhelatan Pilgub DKI 2017, rupanya tak hanya soal saling sindir, kecam dan serang antar kandidat dan tim sukses. Pemilihan orang nomor satu di Jakarta ini rupanya juga dibumbui kisah cinta.

Bukan kisah cinta kandidat di Pilgub DKI, tapi Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Politikus Golkar Titiek Soeharto. Romantisme Prabowo dan Titiek kembali terungkap di tengah panasnya kontestasi Pilgub DKI.

Prabowo dan Titiek Soeharto diketahui makan malam bersama pada Rabu (22/2) malam kemarin. Pasangan Cagub DKI Anies Baswedan dan Cawagub DKI Sandiaga Uno yang memicu romantisme Prabowo dengan Titiek ini terjadi.

Prabowo membawa Partai Gerindra mengusung Anies-Sandi di Pilgub DKI 2017. Rupanya, Titiek 'satu hati' dengan Prabowo soal pemimpin Jakarta. Meski Golkar mendukung Ahok- Djarot, Titiek tak peduli. Putri Presiden kedua Soeharto itu lebih pilih dukung Anies-Sandi seperti Prabowo.

Kisah cinta Prabowo dan Titiek memang selalu menjadi sorotan media. Karena perpisahan keduanya bukan seperti cerai sepasang suami istri pada umumnya. Prabowo dan Titiek terpaksa berpisah akibat panasnya kondisi politik pasca kerusuhan Mei 1998.

Hal ini mulanya terungkap dari unggahan Sandiaga Uno di akun Instagramnya. Bersama Anies-Sandi, Titiek terlihat berpose dengan menunjukkan tiga jari, sebagai ciri khas pasangan Anies-Sandi di Pilgub DKI. Anies pun akui pertemuan antara dirinya, Sandiaga, Prabowo dan Titiek itu. Pertemuan dilakukan di rumah Titiek kawasan Menteng.

"Mbak Titiek bukan orang yang baru kenal, sudah lama. Sebenarnya sudah lama diniatkan hanya karena waktunya enggak bisa sebelum tanggal 15, setelah tanggal 15 Rabu malam baru bisa," kata Anies saat ditemui di kawasan Kepala Gading, Jakarta Utara, Jumat (24/2).

Anies tak menapik dalam agenda makan malam tersebut ada pembicaraan terkait Pilgub DKI Jakarta putaran kedua. Namun Anies mengatakan, pembahasan Pilgub DKI bukan menjadi agenda utama acara silaturahim yang berlangsung selama 2 jam itu. 

"Tentulah, masa enggak ngobrolin pilkada. Tapi itu bukan agenda utama, kalau saya bilang enggak ngobrolin sama sekali bohong lah. Pasti tanya gimana strateginya, gimana ke depannya tapi itu bukan tema utama," ungkap Anies. 

Titiek rela melawan keputusan partai. Karena hal itu, bahkan anggota DPR tersebut rencananya bakal dipanggil oleh Partai Golkar.

"Terkait adnaya dugaan Ibu Titiek Soeharto mendukung Anies Sandi. Sesuai denagan disiplin partai kami perlu mengklarifikasi dulu kepada yang bersangkutan, kami akan meminta penjelasan yang bersangkutan," katanya di Kantor DPP Golkar, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (24/2).

Dia mengungkapkan, nantinya akan ada kebijakan DPP setelah mendengarkan penjelasan dari Titiek Soeharto. Namun, Sekretaris Tim Pemenangan Ahok-Djarot ini mengaku, tidak dapat memastikan sanksi apa yang mungkin akan diberikan kepada mantan istri Prabowo Subianto itu.

"Kita akan selesaikan secara internal. Sudah biasa dinamika politik internal. Kami akan mendapatkan klarifikasi dulu, lalu nanti dibahas dalam rapat internal partai. Tidak bisa mengambil keputusan secara tiba-tiba ada tahapan," tutupnya.
Baca selengkapnya

Saturday, 25 February 2017

DENNY SIREGAR: HTI, FPI, FUI, MMI = ALQAEDA = ISIS = ...

"Tidak perlu senjata nuklir untuk menguasai Libya, Suriah, Irak, Afghanistan dan Nigeria. Cukup bentuk organisasi bernama Alqaeda, ISIS, Front al Nusra, Boko Haram dan mereka akan merusak tatanan negara yang ingin dikuasai. Di dalam negeri mereka punya nama lain yaitu HTI, FPI, FUI, MMI dan lain sebagainya."


Penulis sekaligus pengamat media sosial merelease sebuah tulisan yang diposting di laman facebook dan blog pribadinya dennysieregar.com. Ada yang menarik dalam tulisan berdjudul WAHABI, VIRUS DALAM ISLAM tersebut, dimana beliau menyamakan HTI, FPI, FUI, dan MMI dengan Alqaeda dan ISIS. Lawanhoak.blogspot.com menyajikan tulisan tersebut secara utuh dibawah ini.

"WAHABI, VIRUS DALAM ISLAM
- cerita seram malam minggu -
Kalau kalian melihat model Islam dengan cara-cara yang tidak Islami seperti tidak mensholatkan jenazah pendukung Ahok, itulah yang dinamakan virus Wahabi.

Wahabi atau Wahabisme adalah aliran dalam Islam yang puritan. Diambil dari nama tokohnya Muhammad bin abdul Wahab. Paham Wahabi adalah paham yang dianut kerajaan Saudi Arabia dan disebarkan ke seluruh dunia.

Jadi jangan kaget jika mereka yang terkena virus itu menjadi sumbu pendek dan gagal paham akut. Mereka menjadi zombie yang tidak mampu menggunakan logika berfikir dengan benar dan pada tingkat yang lebih parah menjadi tidak manusiawi.
Triliunan rupiah dana disebarkan ke seluruh dunia untuk menyebarkan paham ini. Tujuannya membentuk kelompok beragama yang bodoh sehingga mudah dicucuk hidungnya. Dengan begitu mereka akan mudah disetir untuk merusak negara dari dalam.
Tafsir ayat dan hadis diselewengkan, buku-buku dipalsukan. Mereka adalah senjata penghancur massal yang dibiayai oleh Amerika, Israel dan koalisinya dari negara Timur Tengah.
Tidak perlu senjata nuklir untuk menguasai Libya, Suriah, Irak, Afghanistan dan Nigeria. Cukup bentuk organisasi bernama Alqaeda, ISIS, Front al Nusra, Boko Haram dan mereka akan merusak tatanan negara yang ingin dikuasai. Di dalam negeri mereka punya nama lain yaitu HTI, FPI, FUI, MMI dan lain sebagainya.
Ketika satu negara dikuasai, maka sumber daya alam negara itu akan dikeruk habis dan dijual melalui makelar2 internasional.
Ada dua keuntungan memelihara Wahabi ini sebagai mesin perang yang murah meriah. Satu, penjualan senjata akan meningkat. Dan dua, harta jarahan yang bisa dijual berlipat.
Indonesia mungkin belum separah negara2 di Timur Tengah dan Afrika yang luluh lantak, tapi tanda-tanda menuju kesana sudah terlihat jelas. Salah satunya dengan kebodohan berdasarkan fanatisme dengan tidak menshalatkan jenazah yang terindikasi pendukung Ahok.
Tanda2 lain adalah pemujaan yang tinggi kepada ulama mereka, kebanggaan terhadap golongan, mudah tersinggung, mimpi indah tentang surga dan banyak lagi yang menandakan akal mereka yang lemah. Pengetahuan agama mereka instan dan didapat dari guru mereka yang juga instan.
Ada satu hal yang tampak jelas menandakan kelemahan logika berfikir mereka. Mereka selalu menggaungkan konsep khilafah, tapi memuja negara pendana mereka yang monarkhi. Cacat logika, kan ?
Panjang kalipun kalau bahas ini. Kalau mau pengen lengkap googling aja "sekte berdarah wahabi" dan pelajari bagaimana mereka menguasai banyak negara di dunia.
Saya tinggal minum kopi dulu ya, sambil nunggu yang marah2.."
Diakhir tulisannya Denny Siregar menuliskan kalimat yang cukup mengusik dimana beliau menuliskan "Saya tinggal minum kopi dulu ya, sambil nunggu yang marah2". Sepertinya bang denny sadar kalau tulisannya akan menimbulkan pro dan kontra. (arh)
Baca selengkapnya