Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Tuesday, 16 May 2017

DOA MENDENGAR BERITA KEMATIAN ORANG LAIN

Apa yang diucapkan bagi orang yang mendapat musibah, misalnya atas meninggalnya saudara atau orang yang dicintainya?

Apakah yang mendengar berita duka juga mengucapkan kalimat Istirja (Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un)? Bila tidak, apakah yang sebaiknya diucapkan kepada keluarga mayyit?


Berdasarkan pendapat para ulama dalam masalah ini, bisa disimpulkan bahwa mereka tidak membatasi dan tidak menentukan bacaan-bacaan khusus yang harus diucapkan ketika bertakziyah.

Imam Nawawi berpendapat [Al Adzkar, hlm. 127], yang paling baik untuk diucapkan ketika takziyah, yaitu apa yang diucapkan oleh Nabi ﷺ kepada salah seorang utusan yang datang kepadanya untuk memberi kabar kematian sesorang. Beliau ﷺ  bersabda kepada utusan itu: Kembalilah kepadanya dan katakanlah kepadanya:

إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمَّى…فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ.
INNA LILLAAHI MAA AKHODZA, WA LAHU MAA A’THA, WA KULLU SYAI’IN ‘INDAHU BI AJALIN MUSAMMA … FALTASHBIR WALTAHTASIB

Artinya: Sesungguhnya adalah milik Allah apa yang Dia ambil, dan akan kembali kepada-Nya apa yang Dia berikan. Segala sesuatu yang ada disisi-Nya ada jangka waktu tertentu (ada ajalnya). Maka hendaklah engkau bersabar dan memohon pahala dari Allah. [HR Muslim, 3/39].

Sebagian ulama menyunnahkan, agar ketika melayat orang Muslim yang ditinggal mati oleh orang Muslim, membaca:

أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَأَحْسَنَ عَزَاكَ وَرَحِمَ مَيِّتَكَ
Artinya:Semoga Allah melipatkan pahalamu, memberimu pelipur lara yang baik, dan semoga Dia memberikan rahmat kepada si mayyit [Lihat Hasyiyah Radd al Mukhtar (1/604), al Mughni (3/486), al Inshaf (2/565)]

Baik juga jika didoakan dengan yang berikut:

أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ، وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لِمَيِّتِكَ.
A’ZHAMALLAHU AJROKA, WA AHSANA ‘AZAAKA, WA GHAFARO LIMAYYITIKA.

Artinya: “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memerbesar pahalamu, dan kamu bisa berkabung dengan baik serta mayatnya diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala“. (HR. Bukhari: 2/80, Muslim: 2/636. Lihat Al Azkar LinNawawi, hal. 126).

Atau dengan ucapan doa:

أحسن الله عزاك، وجبر مصابك، وغفر لميتك ورحمه وخلفه في عقبه بخير
AHSANALLAHU AZAAKA WA JABARO MUSHABAKA WA GHAFARO LIMAYYITIKA WA ROHIMAHU WA KHALAFAHU FII AQIBIHI BIKHOIR.

Artinya: Semoga Allah memberimu pelipur lara yang baik, memberi kebaikan atas musibahmu, mengampuni si mayyit, melimpahkan rahmat, dan menggantikannya dengan yang lebih baik.”

Dan bisa juga berkata:

إن في الله عزاء من كل فائت، وخلفا من كل هالك، فبالله تقوا وإياه فارجوا فإن المصاب من حرم الثواب
Artinya: “Sesungguhnya Allah akan memberi pelupur lara bagi segala yang telah hilang, dan memberi pengganti bagi semua yang musnah. Kepada Allah-lah bertakwa, kembalilah (kepada Allah), karena orang yang tertimpa musibah bisa dihalangi dari pahala.”

Wallahu A'lam
Baca selengkapnya

Friday, 17 March 2017

KUNJUNGI KELUARGA NENEK HINDUN, AHOK DAPATKAN FAKTA INI

Cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara mendadak mendatangi rumah almarhumah Nenek Hindun. Apa saja fakta seputar pengurusan jenazah nenek hindun yang tidak diungkap media?






















Ahok datang sekitar pukul 09.15 WIB, Senin (13/3/2017), dengan mengenakan kemeja putih bergaris biru. Sebelum masuk ke gang sempit rumah kediaman almarhum Nenek Hindun, Ahok sempat berbincang sejenak dengan warga.

Pertemuan antara Ahok dan pihak keluarga Nenek Hindun sendiri dilangsungkan secara tertutup. Media hanya diberi waktu sebentar untuk mengabadikan kedatangan Ahok di rumah tersebut. Kedatangan Ahok bertujuan untuk menghibur keluarga almarhumah nenek hindun. Pendukung Ahok yang ketika meninggal dikabarkan tidak diurus jenazahnya oleh masyarakat karena mendukung Ahok. Terlihat Ahok duduk bersila dan berbincang dengan anggota keluarga Nenek Hindun. Berikut adalah informasi yang diperoleh Ahok ketika ngobrol dengan keluarga nenek hindun dan masyarakat setempat.

Almarhumah disholatkan pengurus musalla
Sebelumnya, Sunengsih (46), putri Hindun, menuturkan ibunya meninggal pada Selasa (7/3) lalu. Dia menuturkan, setelah memandikan jenazah di rumah, Sunengsih lalu menghubungi pengurus Musala Al-Mu'minun, yang berada di dekat rumahnya.

"Saya ngomong ke Ustaz Syafi'i (pengurus musala, red), 'Pak Ustaz, ini ibu saya minta disalatkan di musala bisa nggak?' Pak Ustaz langsung jawab, 'Nggak usah, Neng, percuma. Udah di rumah aja. Entar saya pimpin'. Memang benar sih dia pimpin, saya bilang, 'Ya udah'," tutur Sunengsih saat ditemui di rumahnya, Jl Kramat Raya 2 Gang CC RT 9 RW 5, Kelurahan Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (11/3).

Meski menerima jenazah ibunya disalatkan di rumah, Sunengsih menyimpan penyesalan karena tak bisa memenuhi keinginan ibunya disalatkan di musala. Terlebih setelah muncul isu Musala Al-Mu'minun memang menolak mensalatkan jenazah pendukung dan pembela penista agama.

Dua hari setelah jenazah Hindun dimakamkan, cerita Sunengsih ini mengalir dari mulut ke mulut hingga sampai ke telinga lurah dan camat. Lurah dan camat sampai datang ke rumah Sunengsih, yang kemudian mengadukan kabar soal penolakan menyalatkan jenazah di Musala Al-Mu'minun.

Jenazah Nenek Hindun Diurus Warga & Penurus Mushalla
Namun tetangga Sunengsih, Syamsul Bahri, menuturkan cerita berbeda. Dia mengatakan warga membantu mengurus jenazah Hindun. Warga juga datang untuk melayat.

"Waktu itu saya baru pulang dari kantor, berita duka terdengar di musala-musala RW 5. Itu pergerakan secara otomatis, kalau warga RW 5 itu untuk berita duka cepet gotong royongnya. Saya bersama pengurus masjid, Ustaz Syafi'i, langsung ambil pemandian mayat di masjid lainnya, kita dorong, kita siapkan, kita hubungin pemandi mayat," tutur Syamsul.

Ambulan Anies-Sandy Hantarkan Jenazah Nenek Hindun
"Pemandi mayat orang PKS, tapi mereka nggak lihat pilihan, yang mandiin, papan, sampai ambulans mereka menghubungi Golkar dan PDIP itu nggak ada, lagi penuh. Akhirnya dari timses Gerindra. Dari RW punya inisiatif untuk memanggil ambulans. Akhirnya datang, ambulans Anies-Sandi. Itu kan tidak melihat perbedaan, tetap dukung, karena itu kan warga kita," sambungnya.

Tidak dishalatkan di Mushalla Karena Situasi Yang Tidak Memungkinkan
Soal jenazah Hindun yang tidak disalatkan di musala, Syamsul memberi penjelasan. Menurut dia, waktunya tak memungkinkan.

"Ustaznya salatin dan warga ikut salatin. Untuk klarifikasi bahwa musala tidak mau mensalati itu salah. Karena waktu yang membuat seperti itu. Kenapa? Meninggal pukul 13.30 WIB. Pemandian jam 17.00 WIB, pemandiannya, rempah-rempahnya itu butuh waktu. Abis dari pemandian selesainya jam 17.30 WIB masuk ke rumah, karena kebetulan rumahnya gangnya sempit. Warga ngelayat langsung pulang, karena kalau tidak langsung pulang, rumahnya penuh," ujar Syamsul.

"Sampai situ mandiin, kafanin, doain, keluarga cium itu ada proses waktu. Kira-kira selesainya jam 18.00 WIB kurang. Cuaca waktu itu sudah gelap, mau hujan besar. Kalau kita ke musala lagi, itu akan memakan waktu, jangan sampai ke kuburan itu malam. Akhirnya inisiatif ustaz dan tokoh-tokoh abis mayat ditutup langsung disalatin di situ. Kebetulan kalau di musala jemaah kita belum pada pulang kerja, ada yang berdagang," sambung Syamsul.

"Sampai selesai salatin jam 18.00 WIB lewat, langsung ke ambulans biar nggak kemaleman. Sesudah di ambulans pas perjalanan di Kuningan macet, sampai di Kuningan hujan besar itu jam 18.30 WIB. Sampai selesai jam 19.00 WIB kurang. Ada warga yang ikut, ada yang nggak ikut, karena ada yang punya keperluan, jadi saya klarifikasi warga pada ikut, tokoh-tokoh juga ikut, termasuk Ustaz Piih (Syafi'i, red) dan pengurus musala," sambungnya lagi.

Ketua RT 9 RW 5, Abdurrahman (40), mengamini semua cerita Syamsul Bahri. Dia mengatakan warga ikut membantu mengurus jenazah Hindun. Dia juga menyatakan ikut membantu mengurus surat-menyurat kematian Hindun. Soal salat jenazah, Abdurrahman mengatakan bisa di musala, bisa juga di rumah. Soal salat jenazah di rumah merupakan hal biasa, menyesuaikan dengan kondisi.

"Semua, RW sini, kalau ada kejadian meninggal di rumah, kalau salat bisa di rumah bisa di musala. Almarhumah Bu Hindun di rumah karena waktunya mepet kali ya," tutur Abdurrahman.

Abdurrahman memang tak ikut terlibat langsung dalam mengurus jenazah Hindun. Namun dia ikut membantu mengurus surat-menyurat, termasuk soal sosialisasi di RW. Dia juga ikut membantu pembagian tugas mengurus jenazah. (arh dari berbagai sumber)

Baca selengkapnya

Thursday, 16 March 2017

KETIKA NU TIDAK LAGI "SEGARIS", KEMANA NAHDIYIN "BERLABUH"?



Sekitar 100 kiai muda Nahdlatul Ulama (NU) melalui forum bahtsul masail atau forum diskusi keagamaan memutuskan bahwa seorang Muslim diperbolehkan memilih pemimpin non-Muslim.

"Terpilihnya non-Muslim di dalam kontestasi politik berdasarkan konstitusi adalah sah jika seseorang non-Muslim terpilih sebagai kepala daerah," kata KH Najib Bukhori saat menyampaikan hasil bahtsul masail di Kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta, Minggu (12/3/2017).

Dengan demikian, lanjut Najib, keterpilihannya untuk mengemban amanah kenegaraan adalah juga sah dan mengikat, baik secara konstitusi maupun secara agama. 

Sejak Sabtu (11/3/2017) hingga Minggu, kiai muda dari berbagai pondok pesantren se-Indonesia itu membahas persoalan kepemimpinan di dalam forum Bahtsul Masail Kiai Muda yang digelar PP GP Ansor dengan tema "Kepemimpinan Non-Muslim di Indonesia". 

Mereka berpendapat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berdasarkan konstitusi negara, setiap warga negara boleh memilih pemimpin tanpa melihat latar belakang agama yang dianutnya.

"Seorang warga negara, dalam ranah pribadi, dapat memilih atau tidak memilih non-Muslim sebagai pemimpin formal pemerintahan," kata Najib

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan hasil bahtsul masail itu akan disosialisasikan ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Ia juga menimbau umat Islam di Indonesia untuk meredakan ketegangan pada setiap kontestasi politik karena hal tersebut dapat berpotensi memecah belah umat Islam, sebagaimana terjadi di Jakarta.

Apalagi, kecenderungan intoleransi sesama umat Islam semakin kasat mata dan tergambar dengan adanya spanduk di sejumlah masjid yang tidak menerima pengurusan keagamaan jenazah Muslim bagi pemilih dan pendukung pemimpin non-Muslim, kata Yaqut.

"Akibat kontestasi politik di Jakarta yang makin tidak terkontrol dan cenderung ganas, bukan tidak mungkin dapat menyebar di daerah lain," katanya.

KH Abdul Ghofur Maemun Zubair sebagai perumus bahtsul masail menambahkan, pandangan sebagian kelompok untuk tidak menyalatkan jenazah lawan politik justru merupakan cerminan sikap yang tidak sesuai dengan ajaran Islam maupun nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia.

TANGGAPAN TEGAS Rais Aam PBNU

Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa keputusan tertinggi organisasi ada di hasil Muktamar.

Hal itu ia sampaikan berkaitan dengan adanya keputusan Bahtsul Masail Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang menyatakan bahwa boleh memilih pemimpin non-Muslim karena dibolehkan dalam konstitusi dan selagi memberikan maslahat.

"Nahdlatul Ulama memiliki aturan yang harus diikuti sesuai keputusan muktamar. Dalam muktamar sudah jelas dilarang memilih pemimpin non muslim dan harus diikuti oleh seluruh warga nahdiyin," kata KH Ma'ruf Amin saat ditemui di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta, Selasa (14/03).

Kiai Ma’ruf menjelaskan, dalam Muktamar NU di PP Lirboyo, Kediritahun 1999, diputuskan bahwa tidak boleh memilih atau memberikan kuasa pemimpin kepada non-Muslim, kecuali dalam keadaan darurat.

“Keputusan Bahtsul Masail tidak boleh bertentangan dengan muktamar,” jelasnya.

Ulama panutan yang juga Ketua Umum MUI ini mengungkapkan, keputusan muktamar hanya bisa dirubah dengan muktamar lagi.

Sebelumnya, Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas merilis hasil Halaqah Bahtsul Masail Kiai Muda GP Ansor tentang kepemimpinan non-Muslim. Dalam keputusan di Jakarta itu, GP Ansor membolehkan umat Islam untuk memilih pemimpin non-Muslim.

Ada apa dengan Nahdatul Ulama?. Pendapat yang tidak"segaris" ini memunculkan kebingungan dikalangan nahdiyin. Pendapat mana yang harus diikutin. Pilkada DKI 2017 ini benar-benar menguji kekuatan Nahdatul Ulama sebagai organisasi terbesar Islam di Indonesia. 
Baca selengkapnya

Friday, 3 March 2017

AGENDA ZAKIR NAIK & KLARIFIKASI USTADZ ARIFIN ILHAM


Di tengah semarak kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz ke Indonesia, 1-9 Maret 2017, ternyata Indonesia juga kedatangan tamu seorang dai kelas dunia.

Dia adalah Dr Zakir Abdul Karim Naik atau lebih dikenal dengan nama Dr Zakir Naik. Zakir merupakan seorang pembicara Muslim India, dan penulis hal-hal tentang Islam dan perbandingan agama.

Di Jakarta, Zakir Naik bertemu dengan sejumlah ulama, antara lain Pimpinan Majelis Az-Zikra Ustaz Muhammad Arifin Ilham. “Subhanallah walhamdulillah, hari ini Allah pertemukan Arifin dengan hamba pilihan-Nya  yang menjadi wasilah jutaan manusia masuk Islam. Beliau adalah ulama kelas dunia, kanda Ustaz Dr Zakir Naik, 52 tahun,” kata Ustaz Muhammad Arifin Ilham kepada Republika.co.id, Kamis (2/3).

Direktur An Nahl Institute Jakarta Ustaz Ahmad Buchory Muslim mengatakan, kedatangan Dr Zakir Naik ke Jakarta adalah kunjungan silaturahim dengan ulama, tokoh dan tempat atau kampus yang sudah siap akan mengadakan acara.  Menurut dia, Zakir naik akan menggelar sejumlah safari dakwah ke sejumlah pesantren dan Universitas Islam di Indonesia. 

“Insya Allah Dr Zakir Naik akan melakukan safari dakwah ke sejumlah pesantren dan universitas Islam di Indonesia pada akhir Maret 2017," ujarnya.

Sementara di laman Facebook-nya, Ustaz Arifin Ilham mengklarifikasi, yang akan memberikan khutbah jumat pada hari ini di Masjid az-Zikra bukan Zakir Naik, melainkan dirinya. 

Begitu pula pada Ahad (5/3) untuk memberikan Tausiyah Zikir Akbar mulai 07.00 pagi. Setelah itu dilanjutkan siaran langsung TV ONE  pada program Damai Indonesiaku mulai pukul 15.00 - 17.00 di Masjid az-Zikra Sentul Bogor. "Ini jadwal abang di Majelis az-Zikra Sentul, bukan Zakir Naik," ujarnya. 

Baca: https://lawanhoak.blogspot.co.id/2017/03/zakir-naik-akan-tayang-di-tv-one.html

"Semoga Allah selalu memberkahi persahabatan dan harakah dakwah kita...aamiin," katanya.
Baca selengkapnya

Thursday, 2 March 2017

ZAKIR NAIK AKAN TAYANG DI TV ONE




Dilansir dari laman Facebook Ustad Arifin Ilham. Kehadiran Ustadz Zakir Naik ke Indonesia dalam rangka safari dakwah akan ditayangkan live di TV ONE.

"Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.


SubhanAllah walhamdulillah Allah pertemukan dg hamba pilihanNya yg menjadi wasilah jutaan manusia masuk Islam, ulama dunia, kanda ustadz DR Zakir Naik, 52 tahun.

InsyaAllah beliau akan menyirami umat Islam Indonesia dg da'wah bil hikmahnya...aamiin.

InsyaAllah besok khutbah jumat di mesjid Az Zikra, dan kembali ahad besok 5 Maret / 7 Jumadil Akhir Tawshiyah Zikir Akbar mulai 07 00 pagi, dan dilanjutkan siaran langsung TV ONE Damai Indonesiaku mulai 15.00 - 17.00 di mesjid Az Zikra Sentul Bogor.

Semoga Allah selalu memberkahi persahabatan dan harakah da'wah kita...aamiin."

Ummat Islam seluruh indonesia, bisa dipastikan akan "nongkrong" di depan TV untuk menambah wawasan keIslaman dari Ustadz Zakir Naik.


Baca selengkapnya

Sunday, 26 February 2017

PENGAKUAN RUMANA: JILBABER DIANGGAP ANCAMAN



Rumana Ahmad namanya. Dia adalah muslimah pegawai di Gedung Putih yang memakai hijab. Dia sudah bekerja di Gedung Putih sejak 2011. Di masa pemerintahan Presiden Barack Obama dia dipromosikan bekerja di bagian Dewan Keamanan Nasional. Sejak itu dia menjadi bagian dari tim penasihat Obama, khususnya dalam isu muslim Amerika.

"Saya satu-satunya muslimah berhijab ketika itu dan pemerintah Obama selalu membuat saya merasa diterima di Gedung Putih," kata dia, seperti dilansir the Atlantic, Kamis (23/2).

Namun ketika Trump terpilih jadi presiden AS dan dilantik pada 20 Januari lalu, suasana Gedung Putih berubah 180 derajat. Paling tidak itu yang dirasakan Rumana. 

"Pada Senin 23 Januari saya berjalan ke Gedung Eisenhower bertemu dengan staf baru di sana. Dengan tatapan dingin mereka terlihat terkejut atas kedatangan saya," kata Rumana.

Ketika Trump mengeluarkan kebijakan larangan imigrasi bagi warga dari tujuh negara muslim dan pengungsi Suriah, Rumana memutuskan dia ingin tetap bertahan walau dia tidak setuju dengan kebijakan itu.

"Saya tahu saya tidak bisa tetap berada di Gedung Putih di pemerintahan yang melihat saya dan orang seperti saya bukan sebagai sesama warga negara tapi sebagai ancaman," kata dia.

Akhirnya Rumana mengaku tidak tahan lagi dengan kondisi di Gedung Putih setelah Trump dilantik.

"Saya hanya bertahan delapan hari," kata dia. "Malam sebelum pergi, saya menyampaikan salam perpisahan kepada beberapa rekan kerja. Banyak di antara mereka juga sudah pergi lebih dulu."
Baca selengkapnya

Friday, 24 February 2017

RASULULLAH PIMPIN AKSI DAMAI PERTAMA DALAM SEJARAH


Sebelum menjelaskan lebih jauh tentang demonstrasi dalam sejarah Islam, mari kita bahas terlebih dahulu pengertian demonstrasi itu sendiri, baik yang didefinisikan dalam istilah bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Arab, sebagai landasan awal sehingga bisa menemukan makna dan esensi dari tulisan ini.

Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer dijelaskan bahwa demonstrasi adalah gerakan atau tindakan bersama-sama untuk menyatakan protes baik dengan pawai, membawa panjipanji, poster-poster, serta tulisan-tulisan yang merupakan pencetusan perasaan atau sikap para demonstran mengenai suatu masalah.

Adapun dalam bahasa Arab, istilah demonstrasi disebut dengan beberapa istilah, yaitu muzhaharah dan masirah. Istilah muzhaharah dalam kamus al-Munawwir diartikan sebagai “demonstrasi”, tanpa merinci sifatnya anarkis atau tidak. Sedangkan masîrah secara harfiah adalah “perjalanan”, dalam kamus al-Mawrîd disebutkan bahwa masîrah berarti march, atau long march.

Dengan demikian yang dimaksud masirah adalah istilah untuk aksi demonstrasi yang tidak disertai dengan perusakan, atau bisa disebut juga sebagai long-march yaitu lebih menekankan pada pola aksi yang bergerak dan tidak diam di satu tempat tertentu (pawai). Pola seperti ini disebut dengan pola dinamis, sebagai lawan dari pola statis, yaitu aksi yang dilakukan hanya diam di satu tempat tertentu, misalnya aksi mimbar bebas.

Secara etimologis, ada perbedaan antara masîrah dan muzhâharah. Bagi kaum sosialis, muzhâharah (demonstrasi) dilakukan dengan disertai boikot, pemogokan, kerusuhan, dan perusakan (teror). Adapun masîrah lebih kepada aksi damai tanpa kekerasan dan dilakukan dengan long march.


Jika melihat dari sisi yang berbeda yaitu dalam al-Qur’an dan hadis-hadis Rasulullah, istilah tentang demonstrasi atau unjuk rasa (muzhaharah atau masîrah) dengan arti sebagaimana disebut sebelumnya, tidak dapat ditemukan, Namun ada peristiwa  yang terjadi pada masa Rasulullah terkait dengan masirah.

Masirah Pertama Dalam Sejarah Islam


Masirah pertama dalam sejarah Islam ditandai dengan masuk Islamnya Umar Ibnu Khattab. Sesaat setelah menyatakan masuk Islam, Umar bin Khattab bertanya kepada Rasulullah, 

"Bukankah kita berada di atas kebenaran?"
Nabi Muhammad SAW menjawab, "Benar!"
Umar kembali bertanya, "Bukankah mereka berada di atas kebatilan." 
Nabi Muhammad SAW menjawab, "Benar!"
Umar berkata, "Lalu, mengapa harus sembunyi?"
Nabi Rasulullah kemudian balik bertanya kepadanya, "Apa pendapatmu, wahai Umar?"
Umar menjawab, "Wahai Rasulullah, kita keluar dan mengumumkan Islam di jalan-jalan Kota Makkah hingga kita bertawaf di Ka'bah."
Nabi Muhammad SAW lalu berkata, "Baik, wahai Umar."

Maka keluarlah Kaum Muslimin dalam sebuah formasi yang belum pernah disaksikan oleh orang-orang quraisy. Rasulullah berada didepan, diikuti oleh Barisan pertama dipimpin oleh "Singa Allah", yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib dan barisan kedua dipimpin oleh Umar bin Khattab. Seraya mengumandangkan Takbir "Allahu Akbar Wa Lillahil Hamd". Takbir yang kemudian diabadikan oleh ummat Islam setiap menyambut Hari Kemenangan. Kemudian dilanjutkan hingga mereka bertawaf di Ka'bah. Kaum Quraisy yang biasanya bertindak kasar dan kerap menghalangi dakwah rasulullah tidak dapat menghalangi mereka, bahkan penduduk Makkah menutup pintu-pintu rumah mereka dan seakan-akan mereka ketakutan terhadap Kaum Muslimin.

Sejarah mencatat, Islamnya Umar Bin Khattab sebagai "tonggak" awal dakwah terang-terangan Rasulullah di kota Mekkah. (arh)

Baca selengkapnya

Thursday, 23 February 2017

YAKIN ANDA LAYAK TAFSIRKAN AL-QUR'AN?


Istilah tafsir merujuk kepada Al-Qur’an surat Al-Furqan ayat 33 ( Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu membawa sesuatu yang ganjil melainkan kami datangkan kepadamu suatu yang benar, dan penjelasan yang terbaik ). 

Secara etimologi, tafsir berarti menjelaskan (الايضاح), menerangkan (التبيين), menampakan (الاظهار), menyibak (الكشف) dan merinci (التفصيل). Tafsir berasal dari isim masdar dari wajan (تفعيل). Kata tafsir diambil dari bahasa arab yaituيفسّر تفسيرا فسّر yang artinya menjelaskan. Pengertian inilah yang dimaksud di dalam lisan al arab dengan كشف المغطلى ( membuka sesuatu yang tertutup ). Pengertian tafsir secara bahasa ditulis oleh Ibnu Mahdzur ialah membuka dan menjelaskan maksud yang sukar dari suatu lafaz. Pengertian ini pulalah yang diistilahkan oleh para ulama tafsir dengan ايضاح و التبيين ( menjelaskan dan menerangkan ). Di dalam kamus bahasa indonesia kata “ tafsir” diartikan dengan keterangan atau penjelasan tentang ayat-ayat Al-Qur’an.

Sayyidina Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Jika kalian menginginkan ilmu, maka pikirkanlah dan renungkanlah makna-makna Al Qur’an, karena di dalamnya terkandung ilmu orang-orang dahulu dan sekarang. Namun, untuk dapat memahami maknanya, kita mesti menunaikan syarat dan adab-adabnya terlebih dahulu.” Jangan seperti zaman kita sekarang ini, hanya bermodalkan pengetahuan tentang beberapa lafadz bahasa Arab, bahkan yang lebih parah lagi hanya sekadar melihat terjemahan Al-Qur’an, seseorang berani berpendapat mengenai Al-Qur’an. Para ulama berkata, “Dalam menafsirkan Al-Qur’an diperlukan keahlian dalam lima belas bidang ilmu.”

1. Ilmu Lughat

Ilmu Lughat, (ilmu untuk mengetahui makna setiap kata dalam bahasa Arab). Syaikh Mujahid Rahmatullah ‘alaih berkata, “Barangsiapa beriman kepada Allah Subhaanahu wata’ala dan hari akhir, ia tidak layak berkomentar tentang ayat-ayat Al-Qur’an tanpa mengetahui ilmu lughat. Sedikit pengetahuan tentang ilmu lughat tidaklah cukup. Karena kadangkala satu lafadz mengandung beberapa makna, sedangkan jika seseorang hanya mengetahui satu atau dua makna saja, padahal kenyataannya, yang dimaksud adalah makna yang lain, maka tentu dia akan salah memahaminya.

2. Ilmu Nahwu

Ilmu Nahwu, (yaitu ilmu untuk mengetahui makna dan bentuk susunan kalimat dalam bahasa Arab). Amat penting mengetahui ilmu Nahwu, karena sedikit saja i’rab (bacaan akhir kata) berubah, akan mengubah arti kata tersebut. Sedangkan pengetahuan tentang i’rab hanya didapat dalam ilmu Nahwu.

3. Ilmu Sharaf

Ilmu Sharaf (ilmu untuk mengetahui perubahan suatu kata dalam bahasa Arab dan keadaannya sebelum tersusun). Mengetahui ilmu sharaf penting sekali, sebab perubahan sedikit bentuk suatu kata akan mengubah maknanya. Syaikh Ibnu Faris Rahmatullah ‘alaih berkata, “Jika seseorang tidak mendapatkan ilmu Sharaf, berarti ia telah kehilangan banyak sekali.” Dalam kitab U’jubat Tafsir, Syaikh Zamakhsyari Rahmatullah ‘alaih menulis bahwa ada seseorang yang menerjemahkan ayat Al-Qur’an yang berbunyi:

يَوۡمَ نَدۡعُواْ ڪُلَّ أُنَاسِۭ بِإِمَـٰمِهِمۡ‌ۖ…

“(Ingatlah) suatu hari, (yang ketika itu) Kami panggil setiap umat dengan pemimpinnya.” (Q.S. Al-Isra'[17]: 71)

4. Ilmu Isytiqaq

Ilmu Isytiqaq (yaitu ilmu tentang asal usul kata). Mengetahui ilmu Istiqaq sangatlah penting. Dengan ilmu tersebut dapat diketahui asal-usul kata. Ada beberapa kata yang berasal dari dua kata yang berbeda, sehingga berbeda maknanya. Seperti kata masiih berasal dari kata mash yang artinya mengusapkan tangan yang basah ke atas sesuatu. Bisa juga kata masiih berasal dari kata misaahah yang berati ukuran.

5. Ilmu Ma’ani

Ilmu Ma’ani (ilmu tentang susunan kalimat dari segi maknanya). Ilmu Ma’ani amat penting diketahui. Dengan ilmu ini susunan kalimat dapat dipahami maknanya.

6. Ilmu Bayaan

Ilmu Bayaan, yaitu ilmu yang mempelajari makna kata yang zhahir dan tersembunyi. Ilmu ini juga mempelajari kiasan dan permisalan kata.

7. Ilmu Badi

Ilmu Badi, yaitu ilmu yang mempelajari keindahan bahasa. Ketiga bidang ilmu di atas (Ilmu Ma’ani, Bayaan, dan Badi) disebut juga sebagai cabang ilmu balaghah. Ilmu ini sangat penting dikuasai oleh para ahli tafsir, karena Al-Qur’an adalah mukjizat yang agung. Dengan ilmu-ilmu di atas, kemukjizatan Al-Qur’an dapat dipahami.

8. Ilmu Qira’at

Ilmu Qira’at (ilmu yang mempelajari tentang macam-macam bacaan Al-Qur’an). Ilmu ini sangat penting dipelajari, karena perbedaan bacaan dapat mengubah makna ayat. Ilmu ini membantu menentukan makna yang paling tepat di atntara makna-makna suatu karta.

9. Ilmu Aqa’id

Ilmu Aqa’id, yaitu ilmu yang mempelajari dasar-dasar keimanan. Mempelajari ilmu ini sangat penting karena kadang kala ada satu ayat Al-Qur’an yang arti zhahirnya tidak layak diperuntukkan bagi Allah Subhaanahu wata’ala. Untuk memahaminya, diperlukan takwil ayat tersebut, seperti ayat:

“Tangan Allah di atas tangan mereka.” (Takwilnya, orang yang berjanji kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam, sama juga dengan berjanji kepada Allah Subhaanahu wata’ala).

10. Ilmu Ushul Fiqih

Ilmu Ushul Fiqih (Ilmu yang mempelajari cara pengambilan hukum dari dalil-dalil syariat secara garis besar). Mempelajari ilmu Ushul Fiqih sangat penting. Dengan ilmu ini dapat diambil kesimpulan hukum dari sutau ayat.

11. Ilmu Asbabun Nuzul

Ilmu Asbabun Nuzul, yang ilmu untuk mengetahui sebab-sebab turunya ayat Al-Qur’an. Dengan mengetahui sebab-sebabnya, maksud suatu ayat menjadi lebih jelas.

12. Ilmu Nasikh Mansukh

Ilmu Nasikh Mansukh (Ilmu untuk mengetahui hukum-hukum yang telah dihapus dan hukum-hukum yang berlaku). Dengan ilmu ini dapat dipelajari suatu hukum yang sudah dihapus dan hukum yang masih tetap berlaku.

13. Ilmu Fiqih

Ilmu Fiqih (Ilmu yang mempelajari hukum-hukum dalam syari’at). Ilmu ini penting sekali dipelajari. karena dengan mengetahui hukum-hukum fiqih secara rinci, akan mudah dipahami kaidah-kaidah umum yang ada dalam Al-Qu’ran yang menjadi dasar hukum tersebut.

14. Ilmu Hadits

Ilmu Hadits. Ilmu yang sangat penting dipelajari untuk mengetahui hadits-hadits yang menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an

15. Ilmu Wahbi

Ilmu Wahbi, yaitu ilmu khusus yang diberikan Allah Subhaanhu wata’ala kepada hamba-Nya yang istimewa, sebagaimana sabda baginda Nabi Shallallahu’ alaihai wasallam:

Barangsiapa meengamalkan apa yang ia ketahui, maka Allah Subhaanahu wata’ala akan memberikan kepadanya. ilmu yang tidak ia ketahui

[Kitab Fadhilah Al-Qur’an, Syaikh Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi. Hal 609-611]

Setelah membaca artikel ini. Apakah kita masih merasa yakin bahwa diri ini pantas untuk berdebat menafsirkan al-quran tanpa merujuk pada para ahli tafsir?.
Baca selengkapnya