Showing posts with label Berita Daerah. Show all posts
Showing posts with label Berita Daerah. Show all posts

Sunday, 19 February 2017

801 PERSONEL POLISI KAWAL MUSDA GOLKAR SUMUT



Polisi Resor Labuhanbatu mengerahkan ratusan personil untuk mengamankan  dan mengantisipasi kericuhan dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-IX DPD II Partai Golkar Kabupaten Labuhanbatu.

"Marilah kita bersama-sama menyejukan Kamtibmas di wilayah hukum Polres Labuhanbatu," kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SIK, Jumat, usai penandatanganan kesepakatan damai bersama dalam pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Labuhanbatu.

Kapolres mengajak semua pihak agar ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan melarang mobilisasi massa para calon kandidat Ketua Golkar untuk kekondusifan di wilayah hukumnya.

Dalam mengawal pelaksanaan Musda Golkar, pihaknya akan mengerahkan 801 personil dibantu 2 pleton TNI dari Kodim 0209/LB dan 10 orang dari Polisi Milter.

Secara teknis pihaknya menyiapkan 60 personil Brimob yang di datangkan dari Kota Tebing tinggi dan di bantu 60 anggota TNI yang akan disebar di area Musda.

Acara yang berlangsung pada 19 Pebruari 2017 di Permata Land Hotel - Rantauprapat, para personil kepolisian bersenjata lengkap dan berpakaian preman akan disebar di kawasan Simpang Hoklie dan Simpang Janji masing-masing sebanyak 30 personil, 30 personil di Kantor DPD II Partai Golkar, 10 personil masing-masing di kediaman kandidat ketua Golkar.

Diluar arena, 120 personil Satlantas akan menjaga kelancaran arus lalulintas, mereka akan menututup akses jalan ke areal Musda dan mengalihkanya ke Jalan Masjid dan Jalan Kartini untuk sterilisasi.

Sementara, Ketua DPD II Partai Golkar Labuhanbatu Parinsal Sregar mengharapkan Musda ke IX ini berjalan tertib dan aman.

Dia menampik rumor akan terjadinya kegaduhan dalam pelaksanaan Musda yang melibatkan beberapa tokoh penting di Kabupaten Labuhanbatu, yakni Ellya Rossa Siregar selaku ketua Fraksi Golkar DPRD Labuhanbatu dan Andi Suhaimi Dalimunthe sebagai Wakil Bupati Labuhanbatu sekaligus Ketua OKP Pemuda Pancasila di daerah itu.

"Kandidat Ketua Golkar Labuhanbatu belum ada hingga saat ini, kader Golkar bernama Ellya Rossa Siregar dan Andi Suhaimi Dalimunthe yang dikabarkan akan maju mencalonkan diri sebagai ketua, masih isu," tepis Parinsal.

Menurutnya, untuk menjadi ketua Golkar harus melalui mekanisme yang berlaku, seperti dukungan-dukungan dari para pemilik suara. Dia mempersilahkan kader-kader terbaik untuk mencalonkan diri sebagai ketua.

Selain itu, Parinsal mengucapkan terima kasih kepada pihak Polres Labuhanbatu yang telah memfasilitasi kesepakatan damai bersama "siap kalah dan siap menang" dalam pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Labuhanbatu.
Baca selengkapnya

Friday, 17 February 2017

BADAR PIMPIN TAPANULI TENGAH


Pandan, 16/2 (Antarasumut)- Berdasarkan sistim hitung (Situng) yang dilakukan oleh KPU, pasangan calon bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani-Darwin Sitompul (BADAR) meraih suara terbanyak yakni 45,01% atau 52.468 suara. 

Menyusul pasangan (AMIRA) nomor urut 1 sebesar 31,67% atau 36.912 suara. Sedangkan pasangan nomor urut 2, Pastor Rantinus Manalu-Ustaz Solikhin Lubis (PAUS)meraih suara 13,86% atau 16.157 suara, dan pasangan nomor urut 4, Buyung Sitompul-Binsar Saruksuk (BESAR), hanya 9,46% atau 11.029 suara.

Menurut keterangan anggota KPUD Tapteng, Timbul Panggabean kepada ANTARA, data yang sudah masuk ke KPU sebanyak 79,20%.

“Sampai siang ini pukul 12.00WIB, data yg sudah masuk 79.20% dari 438 TPS. Dan kita masih menunggu perhitungan suara dari115 lagi yang belum masuk, meliputi kecamatan Manduamas, Sirandorung, Sosor Gadong,”katanya.

Berikut ini jumlah persentase suara yang masuk dari masing-masing kecamatan ke KPU. Kecamatan Tapian Nauli 90%, Sorkam Barat 73,91%, Sibabangun 93%, Pandan, 96%, Lumut 67%, Barus 83%. 

Sedangkan kecamatan Andam Dewi, Badiri, Barus Utara, Kolang, Pasaribu Tobing, Pinangsori, Sarudik, Sitahuis, Tukka, Suka Bangun, dan Sorkam, datanya sudah masuk 100%.

Pasangan BADAR maju dipilkada Tapteng diusung oleh, Partai Hanura, PKS,PPP,PBB. Pasangan AMIRA diusung 5 Partai besar seperti PDIP, Golkar, Demokrat, PAN dan NasDem.
Baca selengkapnya

Saturday, 11 February 2017

CAMAT & LURAH KOMPAK PAKAI NARKOBA

Seorang camat bersama seorang lurah dan tiga bawahannya diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara. Mereka kedapatan menyalahgunakan narkotika jenis sabu. 

Berdasarkan informasi dihimpun, Sabtu (11/2), mereka diamankan, yaitu Camat Teluk Nibung berinisial FN (45), Lurah Sei Merbau berinisial HB, Kasi Pemerintahan Kantor Kelurahan Sei Merbau berinisal AR, Kepala Lingkungan V Sei Merbau berinisial KP dan Kepala Lingkungan II Sei Merbau berinisial BS. 

Kelimanya diamankan di Kantor Lurah Sei Merbau, Teluk Nibung, Jumat (10/2). Petugas juga menyita 0,20 gram sabu lengkap dengan satu set alat isap atau bong. "Penangkapan kelimanya bermula dari informasi yang kita dapatkan. Setelah melakukan penyelidikan, kita ke lokasi dan langsung mengamankan tiga orang, yakni FN, AR dan KP," jelas Kepala BNN Kota Tanjungbalai Saharudin Bangko.

Petugas kemudian melakukan pengembangan. Mereka meringkus HB. "Para pelaku mengaku mendapatkan sabu-sabu dari BS. Tim kita kemudian mengamankan yang bersangkutan," tuturnya.

Setelah diamankan di kantor BNN Kota Tanjung Balai, FN, HB, AR, KP dan BS kemudian menjalani tes urine. "Kelima orang itu positif narkoba," kata Bangko.

BNN Kota Tanjung Balai masih mendalami dan mengembangkan kasus ini. Mereka juga masih memburu seseorang berinisial B, pemasok sabu kepada kelima orang yang diamankan.
Baca selengkapnya

Thursday, 9 February 2017

JUALAN PECAL, HASILNYA BELI BMW

Perkembangan marketing online saat ini rupanya sudah merambah ke bisnis kuliner makanan tradisional. Jika sebelumnya anda menjumpai orang jualan ebook, tas, sepatu di dunia online rupanya sudah biasa, namun bagaimana dengan Ibu Aminah yang saat ini juga sukses berjualan Pecel Semanggi di dunia online.

Sebuah produk yang sebelumnya tak disangka banyak orang untuk bisa dijual secara online, kini Ibu Aminah warga Sambikerep Kota Surabaya ini membuktikan dan sukses berjualan produk kuliner tradisional khas Surabaya berupa Pecel Semanggi.

Pecel semanggi sebenarnya sudah sangat populer di kalangan warga Surabaya. Makanan dengan bahan dasar daun semanggi ini disajikan lengkap dengan kecambah, kangkung dan siraman dengan bumbu pecel.

Uniknya, pengolahan bumbu pecel disini dicampur dengan ketela rambat. Dan untuk melengkapi kenikmatan pecel semanggi ini juga ditambahi pelengkap khas yaitu berupa kerupuk puli.
Setiap hari Pecel semanggi ini bisa kita jumpai di kawasan perumahan Kota Surabaya yang biasanya dijajakan oleh ibu-ibu dengan cara di gendong. Maka, ada juga yang menyebut makanan ini dengan sebutan pecel semanggi gendong.

bu Aminah yang hanya lulusan SMP ini sudah berjualan semanggi saat masih remaja. Jualan pecel semanggi merupakan usaha turun temurun yang diwariskan dari nenek dan ibunya.

Nenek Aminah inilah yang dulu juga merupakan penjual pecel semanggi dengan cara digendong keliling kampung. Zaman sudah berganti, Aminah pun mencoba berinovasi memasarkan pecel semanggi di dunia maya. Berawal dari situs online Pahlawan Ekonomi yang diluncurkan Walikota Surabaya Ibu Tri Rismaharini tahun 2010, Aminah mencoba ikut memasarkan produk pecel semangginya.

Dan hasilnya…. Booom…

Dengan omzet Rp 3 juta per hari, bu Aminah saat ini bisa beli mobil BMW. Berikut tuturnya, “Dari jualan semanggi online ini saya jadi bisa membeli mobil BMW, dan kemarin juga barusan beli mobil Avanza. Dua anak saya saat ini sudah saya ikutkan asuransi pendidikan,”

Hanya dengan sedikit inovasi yang didapat dari sebuah pelatihan, Bu Aminah mulai mencoba membuat pecel semanggi yang dikemas agar bisa dibawa dengan jarak jauh.
Pelatihan yang diikuti Ibu Aminah diantaranya program Pahlawan Ekonomi untuk para UKM tahun lalu, kemudian juga sering ikut dalam beberapa pameran salah satunya adalah pameran wirausaha ‘PPK Sampoerna Expo 2015’ yang diselenggarakan di Tunjungan Plaza Conv Hall, Surabaya, pekan lalu.

Model Kemasan Pecel Semanggi

Kemasan pecel semanggi dibagi dalam beberapa bagian, ada kemasan daun semanggi kering di dalam plastik, yang kalau mau dimakan tinggal dicelup ke dalam air panas saja. Kemasan bumbu pecelnya yang dibuat tertutup.

Pecel semanggi ini dibanderol mulai harga Rp 25.000 sampai Rp 75.000 per paket. Untuk mendapatkan kredibilitas dan kepercayaan dari calon pelanggan, Aminah menggunakan bendera UKM yang bernama Bina Makmur, Sambikerep, Surabaya.

Untuk melengkapi pecel semangginya, Aminah juga menyediakan berbagai jenis menu tambahan, seperti lontong kikil, lontong balap, tahu campur, gado-gado Suroboyo, sinom dan beras kencur.
Saat ini pelanggan Bu Aminah berasal dari berbagai wilayah luar Surabaya hingga sampai ke Jakarta.
Usaha yang digeluti Ibu Aminah saat ini bisa dibilang sangat memperbaiki perekonomian keluarganya. Sang suami Pak Agus Fauzi yang kini membantu usahanya, dulunya hanya pekerja buruh di pabrik pelek.

Untuk menjaga ketersediaan bahan baku berupa daun semanggi, Bu Aminah membudidayakan tanaman semanggi ini pada enam petak sawah di kawasan Surabaya Barat.
Paul Janelle, Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Menjadikan Aminah sebagai salah satu contoh sukses. Bahwa untuk merdeka secara ekonomi kita harus berani bermimpi, berani bertindak untuk sukses sebagaimana Ibu Aminah.

“Ibu Aminah merupakan salah satu contoh pengusaha UKM yang mampu merdeka di tengah-tengah ekonomi bangsa yang sedang lesu,” kata Paul Janelle.

Mudah-mudahan kisah ini menginspirasi kita untuk lebih bersemangat menggapai sukses.
Baca selengkapnya

CALO MARAK, HARGA GAS BUMI DI MEDAN MELAMBUNG

Pemerintah diminta untuk menindak tegas maraknya trader gas tak berfasilitas yang menguasai alokasi gas alias calo gas sehingga membuat harga gas bumi di Indonesia sangat tinggi. Salah satu contohnya ketika industri di Medan, Sumatera Utara terpaksa membayar lebih mahal gas bumi yang dibelinya karena PT Pertagas Niaga mengutip USD1,55 per MMBTU, padahal Pertagas Niaga tidak memiliki pipa gas.

"Industri di Medan sudah lama mengeluhkan ini. Mereka harus bayar lebih mahal karena ada calo gas, pemerintah tidak boleh kalah sama calo gas ini," jelas Ketua Komisi B DPRD Sumatera Utara, Roby Agusman Harahap seperti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (9/2/2017).

Sementara Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumatera Utara Jenny Luciana Berutu menuturkan, pihaknya meminta agar pemerintah memperbaiki tata kelola gas bumi terutama terkait masalah alokasi gas bumi. Karena sudah sekian lama, Kementerian ESDM memberikan alokasi gas ke badan usaha yang justru tidak punya infrastruktur, hanya bermodal kertas dan kedekatan dengan penguasa.

"Kementerian ESDM justru memberikan alokasi gas ke badan usaha yang tidak punya infrastruktur gas. Contohnya di Medan, ada PGN yang punya pipa gas langsung ke industri di Medan, tapi tidak dapat alokasi gas. Alokasi gas justru jatuh ke badan usaha yang tidak punya infrastruktur, ini aneh tapi nyata terjadi di Medan," ungkap Jenny.

Selain itu, buruknya tata kelola gas juga diperparah dengan adanya praktek ilegal penjualan LNG (gas alam cair). 

"Ada badan usaha jualan LNG pakai truk tanpa izin alias ilegal dan dibiarkan. Ini kami minta untuk dihentikan segera. Pertamina sudah mati-matian bangun pipa gas dari Arun ke Belawan ratusan kilometer, ada truk LNG ini ya pipa tersebut nggak kepakai, ngapain dulu pemerintah minta pipa gas Arun-Belawan dibangun," tandasnya. (sumber sindonews.com)
Baca selengkapnya

Wednesday, 8 February 2017

TIFATUL: BLOKIR SITUS JANGAN KARENA LIKE OR DISLIKE


Pemblokiran situs islami terindikasi sebagai pesanan pihak tertentu. Sebab, situs islami cenderung memprotes kebijakan-kebijakan ketidakadilan yang selama ini terjadi.

"Kepada saya diwaktu menjadi Menkominfo juga ada permintaan supaya menutup situs-situs seperti Voa," ujar anggota DPR RI Komisi III Tifatul Sembiring di Masjid Agung, Rantauprapat, Sabtu, usai tablig akbar dengan masyarakat Labuhanbatu, Labusel dan Labura.

Menurut mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) era Pemerintahan SBY ini, dari zaman dulupun sudah ada permintaan seperti itu. Padahal, untuk memblokir situs seharusnya berdasarkan pada Peraturan Perundang Undangan. 

"Voa itu sering menjelek-jelekkan Amerika. Saya katakan bukan. Dia (situs islami, red) memprotes ketidakadilan Amerika di Afghanistan, di Irak dan dimana-mana. Jangankan Voa, orang Amerika juga memprotes hal itu," katanya.

Dia mengemukakan, situs yang dilarang itu pornografi, blasphemy atau penghinaan Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA), mengancam, menipu dan memfitnah orang lain.

Jangan memblokir situs berdasarkan senang, like or dislike. Tapi lebih kepada melanggar UU atau tidak. "Itu yang dilarang. Saya sudah berbicara di depan publik dan dimuat di media. Kita harus mengacu pada UU. Khususnya UU Pers sendiri, UU No40 tahun 1999, maupun UU ITE No11 tahun 2008, UU Pornografi No44/2008," ujarnya.

Dia menambahkan, disesuaikan dulu dengan UU apakah situs yang diblokir mengandung hal tersebut. Karena situs berita itu coba dilihat dulu, karena mengutip dari media lain. "Saya katakan anda baca dulu," tegas Politisi PKS ini.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memblokir sejumlah situs web Islam, situs tersebut diduga mengatasnamakan diri dengan nama media Islam dan menyebarkan konten hoax yang membawa kebencian.
Baca selengkapnya

INALUM BANTU 164 MAHASISWA UNIMED


PT Inalum (Persero) menyerahkan bantuan berupa beasiswa kepada 164 mahasiswa Unimed yang berasal dari 10 kabupaten/kota di sekitar perusahaan dan Danau Toba, Rabu (8/2/2017).

Bantuan yang diserahkan di Gedung Pusat Administrasi Unimed tersebut, merupakan program rutin PT Inalum dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan di bidang pendidikan.

Hadir saat penyerahan beasiswa, Direktur Keuangan Inalum, Oggy Achmad Kosasih, Deputy GM CSR Nugraha M Toyib, Manajer CSR Susyam Widodo, Manajer Humas Mahyaruddin, Kepala Kantor Medan, Julian Feisal.

Hadir juga Direktur Umum dan SDM Carry F Mumbunan yang pada kesempatan itu didaulat menjadi Anggota Kehormatan Ikatan Alumni Unimed. 

Rombongan Inalum diterima Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unimed Prof. Dr. Sahat Siagian, M.Pd.

Oggy mengatakan, program beasiswa ini terus dilanjutkan sebagai kepedulian dari Inalum kepada mahasiswa yang berasal dari daerah di sekitar perusahaan dan Danau Toba.

"Kami juga berharap, beasiswa ini semakin memacu prestasi akedemik adik-adik mahasiswa," katanya.

Wakil Rektor Unimed Sahat Siagian berharap, mahasiswa yang mendapatkan beasiswa bisa memaksimalkan untuk keperluan akademik.  "Terimakasih Inalum, semoga perusahaan makin berkembang pesat," doa Sahat.

Adinda, mahasiswi prodi Akuntansi Ekonomi asal Tanjung Tiram Kabupaten Batubara merasa bangga bisa menjadi salah satu penerima beasiswa. "Dari ribuan mahasiswa Unimed, kami terpilih menerima beasiswa Inalum, tentu kami sangat senang." 

"Kami berjanji untuk menggunakan beasiswa ini sebaiknya. Terimakasih kepada Inalum dan pihak rektorat yang sudah mempercayakan kami menerima beasiswa ini," pungkasnya.

Baca selengkapnya

KAIN TENUN KHAS MANDAILING

Selain bergerak didalam pengembangan alat-alat musik khas daerah  Mandailing,  Kampung Kaos Madina (KKM) juga kembangkan kain tenun khas daerah yakni Ulos Mandailing.

Ulos Mandailing terkenal memiliki karakter yang khas dalam memainkan garis dan lengkung, juga warna, bila dibandingkan dengan ulos Batak Toba. 

Menggunakan warna merah yang lebih cerah, dan banyak didominasi oleh pernak-pernik putih. Motif yang digunakan erat kaitannya dengan bindu, yakni motif pada bagian penampang atap Bagas Godang. 

Tentu juga dengan makna yang sama sebagai simbol-simbol filosofi budaya yang melekat pada bangsa Mandailing.

“Dimana dulunya  orang Mandailing mendapatkan Ulos diluar Madina kini sudah ada kita produksi disini,” sebut Sobir Lubis.

Ia mengatakan, pengembangan ini dilakukan selain upaya didalam membangunkan kembali ruh penguatan entitas Mandailing juga sebagai upaya didalam menyerapan tenaga kerja, dan menghidupkan ekonomi kreatif berbasis home industri.

“Sekurang-kurangnya, dengan penggunaan  teknologi tenun sederhana ini, orang akan terbangun pola pikirnya bahwa kita sebagai bangsa Mandailing juga punya sejarah dan keterampilan yang amat bermarwah menyangkut pesona kebudayaan kita dalam berbusana,” sebutnya.


Dia menyebutkan, selembar kain bukan sekedar penutup aurat dalam konteks iman, tetapi juga merupakan sebuah percikan budaya berbangsa. 

Karena dalam bahan, motif, pola, dan warna benang yang digunakan, itu semua bagian dari filosofi dan cara pandang kita terhadap manusia dalam kebudayaan. Pola berbusana adalah sebuah entitas adat dan budaya semua bangsa.

“Saya berharap dengan  konsep ini kecintaan kita terhadap budaya Mandailing semakin bertambah,” harap Sobir.
Baca selengkapnya