Showing posts with label Dalam Negeri. Show all posts
Showing posts with label Dalam Negeri. Show all posts

Friday, 24 March 2017

7 TIPS DARI KOMNAS ANAK UNTUK ATASI PENCULIKAN ANAK


Komnas Anak menyampaikan, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan dan dilakukan orangtua pada anaknya untuk mengantisipasi terjadinya penculikan terhadap anak. Apalagi, saat ini marak isu soal penculikan anak.

Ketua Komnas Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, pihaknya merasa perlu untuk memberikan tips kepada orangtua untuk mencegah terjadinya penculikan. 

Pertama, yang harus dilakukan dengan menanamkan sikap waspada sejak usia dini kepada anak-anaknya. "Ajak anak untuk skeptis dan kritis terhadap orang lain. Beri pemahaman pada anak, bahaya bisa saja terjadi di lingkungan sekitarnya," ujarnya pada wartawan di Jakarta Timur, Jumat (24/3/2017).

Kedua anak juga harus diajarkan untuk menghapal identitas diri, seperti nama panjangnya, nama lengkap ayah ibunya, hingga alamat rumahnya. 

Ketiga ajarkan juga pada anak agar dapat menghapal nomor telepon rumah, nomor telepon keluarga, dan juga anggota keluarga lainnya. "Orang tua harus berani mengatakan tidak pada pemberian, ajakan, atau bujuk rayu orang lain yang tak dia kenali," tuturnya.

Keempat anak juga perlu diajarkan agar tak langsung percaya pada orang yang tak dikenal, apalagi yang mengaku sebagai suruhan ayah, ibu, atau keluarga lainnya. "Dalam lingkungan sekolah, ajarkan anak untuk selalu berangkat dan pulang bersama teman-temannya, jangan sampai sendirian," terangnya. 

Kelima orang tua diharapkan dapat membekali anak jika dalam kondisi darurat atau dibawah ancaman penculikan, seperti diajarkan berteriak, menggigit, menendang, berlari sambil meminta pertolongan dalam keadaan bahaya. Orang tua pun sebisa mungkin mendampingi anak kemanapun perginya. Jika tak bisa, orang tua harus melimpahkan tugas ini pada orang-orang yang bisa dipercaya dengan tetap meningkatkan kewaspadaan.

Keenam Orang tua harus mengajarkan keterbukaan pada anak. Ajak anak untuk dapat menceritakan bagaimana lingkungan sekolahnya atau kondisi tempatnya bermain. Orang tua harus menjalin komunikasi dengan tempat sekolah anak untuk menghindari penculik menjalankan aksinya dengan berpura-pura menjemput anak. "Jangan biarkan anak-anak lepas dari kontrol orang tua. Itu yang paling penting," paparnya.

Terakhir orang tua diharuskan pula untuk selalu waspada dan mengawasi orang-orang yang berada di sekeliling anak, seperti pedagang keliling, pengemis atau orang lainnya yang tak dikenal. "Jika menemukan orang yang dianggap mencurigakan segera laporkan ke otoritas yang berwajib, seperti kepolisian, RT, RW atau lainnya. Jangan main hakim sendiri," katanya. 

Baca selengkapnya

Sunday, 5 March 2017

SIDANG PLENO DKI MOLOR, BADJA WALKOUT, ANIES-SANDI RAMAI DITUDUH TELAT, INI JAWABAN KPU DKI

SIDANG PLENO DKI MOLOR, BADJA WALKOUT, ANIES-SANDI RAMAI DITUDUH TELAT, INI JAWABAN KPU DKI

PILKADA DKI tidak kunjung berhenti buat "ramai" Indonesia. Terakhir adalah molornya pelaksanaan Sidang Pleno KPU selama 1 jam 30 menit. Keterlambatan ini direspon oleh Ahok-Djarot dengan melakukan aksi walk out dan tentu saja dengan bumbu marah-marah.

"Sirkus" ini kemudian membuat ramai media sosial. Pendukung Ahok memanfaatkan situasi ini dengan ramai-ramai menyampaikan berita HOAX dimedia sosial baik facebook, tweeter bahkan youtube. Mereka dengan lugas menuduh bahwa molornya Sidang Pleno KPU tersebut disebabkan keterlambatan pasangan Anies-Sandi hadir dilokasi yang sudah ditentukan. Untuk menjawab hal ini mari kita simak klarifikasi dari Ketua KPU DKI.


Ketua KPU DKI menyampaikan bahwa molornya Sidang Pleno disebabkan adanya saling tunggu antara KPU DKI dengan pasangan Ahok-Djarot. Dalam protokoler Sidang Pleno tersebut PASLON sudah disiapkan ruang tunggu khusus sebelum acara dimulai. Anies-Sandi begitu sampai ke lokasi langsung menuju ruang tunggu yang telah disediakan. Berbeda dengan pasangan AHok-Djarot, meski lebih dahulu sampai di lokasi pasangan Ahok-Djarot tidak mengikuti protokoler yang sudah disusun oleh KPU DKI. Pasangan Ahok-Djarot malah menunggu diruangan yang disediakan oleh tim Ahok-Djarot tanpa sepengetahuan KPU DKI.

Inilah yang menyebabkan Sidang Pleno DKI molor hingga 1 jam lebih. PILKADA DKI tahun ini memang penuh dengan "sirkus". Aksi walkout Ahok-Djarot pun kemudian ramai disebut sebagai sebuah tindakan disiplin dari seorang pemimpin. Disisi lain kejadian ini dijadikan "peluru" untuk menyerang Anies-Sandi yang dituduh sebagai penyebab molornya Sidang Pleno KPU DKI.

Lawanhoak mengajak seluruh netizen untuk lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar. Agar terhindar dari berita HOAX yang kerap berujung fitnah. (arh)
Baca selengkapnya

Wednesday, 22 February 2017

BUKAN ANIES, TERNYATA INI LAWAN TERBERAT AHOK


Putaran pertama PILKADA DKI sudah selesai. Pasangan Ahok-Djarot akan ditantang Anies-Sandi dipartai "final" PILKADA DKI. Sebagai calon petahana tentu Ahok-Djarot lebih diunggulkan, apalagi jika melihat sosok Ahok yang sangat kuat dan populer di media. Anies tentu juga bukan lawan mudah bagi Ahok, apalagi anies mampu meraih hingga 40% suara di putaran pertama. Namun tahukah anda selain anies, Ahok ternyata memiliki lawan "tangguh" yang selalu berhasil mengalhkan Ahok. Simak Video berikut ini.


Dua tahun lalu Ahok menantang hujan 3 hari dan memastikan Jakarta tidak akan banjir. Tidak lama setelah pernyataan tersebut. Jakarta berkali-kali diguyur hujan dan berkali-kali pula Ahok berhasil dikalahkan oleh hujan.



Kini hujan deras terus mengguyur ibu kota. Di tambah mendapat kiriman dari Bogor, Jakarta pun kebanjiran. Ahok kembali berhasil dikalahkan hujan.

Bahkan, pada Selasa (21/2) banjir terjadi di sejumlah titik ibu kota. Bahkan kawasan yang sebelumnya tak banjir menjadi ikut terendam.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan bahwa beberapa pintu air sudah dalam status siaga 1. Salah satunya adalah pintu air Karet. 

Ahok menilai normalisasi yang sudah dilakukan oleh Pemprov DKI belum bisa mengatasi banjir dikarenakan hujan deras turun terus menerus sejak beberapa hari lalu.

"Ya kami harus tunggu. Kalau hujannya terus menerus kan normalisasi kami enggak cukup (belum optimal)," kata Ahok, di Balai Kota DKI Jakarta.

Mantan Bupati Bangka Belitung tersebut menganalogikan hujan dan tampungan air di Jakarta dengan sebuah gelas yang terisi air. Ahok menjelaskan, air di sungai maupun waduk seperti gelas yang akan meluap jika terus diisi oleh air, yakni hujan yang terus mengguyur. Terlebih jika gelas (tampungan air) tersebut sudah diduduki maupun belum dinormalisasi.

"Makanya saya selalu katakan, kalau kamu dilimpahin air begitu banyak, caranya bagaimana? Sediain gelas atau wadah yang besar. Nah sekarang wadah semakin sempit, ya mesti normalisasi, waduk-waduk mesti dibesarin," tandas Ahok.

Selain itu, Ahok optimis wilayah Jakarta Utara akan aman dari ancaman banjir. Hal itu dikarenakan posisi laut utara tak melebihi tinggi tanggul meski hujan deras terus mengguyur selama beberapa hari terakhir.

"Ini hari mesti bersyukur, bersyukur kenapa? Karena posisi laut tidak lewati tanggul," kata Ahok.

Selama ini Ahok khawatir jika posisi air laut sampai melewati tanggul. Menurutnya, separuh wilayah utara Jakarta bisa tenggelam jika hal itu terjadi.

"Kalau posisi laut lewati tanggul, tidak bisa pompa, tidak bisa buka pembuangannya di Ancol, tenggelam 40 persen Jakarta," ujar Ahok. 

Mantan Bupati Belitung Timur ini kembali menegaskan bahwa satu-satunya cara mengatasi banjir di Ibu Kota adalah normalisasi.

"Kunci penanggulangan banjir adalah normalisasi saluran air. Kemudian pembangunan banyak tanggul dan waduk untuk menampung air," terang Ahok.

Jika tidak dilakukan normalisasi, Ahok mengatakan bahwa warga Jakarta harus selalu siap kena banjir karena air akan terus meluap.

"Hujan terus mengguyur, tidak setop. Itu yang saya bilang, kalau kamu enggak mau normalisasi sungai atau tidak bikin tanggul, ya (airnya) meluap," ucapnya.

Akhirnya kali ini Ahok mengakui kekalahannya melawan hujan.

TIdak dipungkiri Ahok memang telah berbuat "sesuatu" untuk Jakarta, namun menyombongkan diri pada Sang Khalik bukanlah ciri pemimpin yang baik. Menarik kita tunggu apakah Anies berhasil menjadi "hujan" dalam perjalanan karir politik seorang Ahok. (arh dari berbagai sumber)
Baca selengkapnya

Tuesday, 21 February 2017

PEMERINTAH VS FREEPORT: NU & MUHAMMADIYAH "PASANG BADAN"


Muhammadiyah Dukung Pemerintah Lawan Arogansi Freeport

Pimpinan Pusat (PP) Ormas Islam Muhammadiyah menegaskan sikapnya untuk berada di belakang Pemerintah RI untuk melawan sikap arogan PT Freeport (PTFI) yang masih belum mau mengikuti aturan baru pertambangan Indonesia.

Saya berharap, Presiden melalui Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan, tidak kalah dan mengalah dengan arogansi PTFI kali Ini. Publik pasti mendukung penuh upaya mengembalikan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia sepenuhnya untuk kepentingan rakyat Indonesia,” ucap Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam rilis di Jakarta, Senin, 20 Februari 2017.  
Muhammadiyah melihat sikap PT Freeport Indonesia yang masih menolak aturan perubahan baru dari perjanjian Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Hal ini dianggap Muhammadiyah sama saja mengabaikan undang undang yang berlaku di Indonesia.

Dalam hemat pandangan para pakar Muhammadiyah, yang disampaikan oleh Dahnil, bahwa sikap Menteri ESDM Ignatius Jonan menuntut Freport menaati aturan IUPK dengan membangun smelter di dalam negeri dan melakukan divestasi saham 51 persen adalah sudah tepat. Dahnil juga menambahkan langkah menghentikan arogansi Freeport itu akan menjadi legacy positif buat masa depan pengolahan SDA Indonesia.

"Jadi, pemerintah harus tunjukkan bahwa kita adalah negara berdaulat, dan upaya hilirisasi terhadap pengelolaan SDA harus betul-betul dilakukan, bila pun tidak dieksplorasi saat ini, di masa yang akan datang akan sangat bermanfaat bagi generasi selanjutnya,” jelas Dahnil, seraya menegaskan kembali sikap Muhammadiyah yang siap berada di belakang pemerintah menjaga konsistensi melawan arogansi perusahaan tambang Amerika Serikat itu.

"Pemerintah melalui Menteri ESDM menghentikan perspektif ekonomi Myiopic alias rabun jauh yang gemar mengeksploitasi lupa kebutuhan masa depan, dan langkah pertama sudah tepat," tandas Dahnil. 

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan menegaskan realisasi divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia sudah tidak bisa ditawar lagi untuk mengakhiri 50 tahun rezim kontrak karya di Papua. ”Divestasi 51 persen memang harus sekarang juga,” tambah Jonan. 

Untuk diketahui, izin ekspor konsentrat PT Freeport telah dihentikan oleh pemerintah sejak 12 Januari 2017. Akibat dari kebijakan itu, sejak 10 Februari 2017 PT.Freeport menghentikan sementara proses produksinya. Hingga berita ini diturunkan, Freeport belum juga menyatakan mau mengikuti kebijakan pemerintah terkait perubahan status kontrak karya. 

Bahkan, melalui Freeport McMoran (kantor pusat Freeport di Amerika Serikat) mengancam akan memangkas produksi dan mengurangi sekitar 30 ribu tenaga kerja Indonesia jika larangan ekspor tidak juga diakhiri. Saat ini ada sekitar 30.000 karyawan Freeport, baik karyawan permanen maupun karyawan perusahaan kontraktor dan privatisasinya yang bekerja di area pertambangan di Tembagapura, Mimika, Papua.

Buntut dari penolakan PT.Freeport Indonesia yang tidak mau merubah perjanjian dari KK (Kontrak Karya) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) -- sebagaimana mestinya aturan baru pertambangan, akhirnya menggelinding ke ranah politik atas dasar nasionalisme. 

Di mana Menteri ESDM, Ignasius Jonan, menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj di kantor Kementerian ESDM, tadi pagi, Senin (20/2). Pertemuan satu jam lebih itu, dikatakan Said Aqil sebagai bentuk dukungan PBNU kepada pemerintah dalam menghadapi polemik PT Freeport Indonesia. 

NU Siap Pasang Badan


”Saya di sini diskusi, mendukung, memberi masukan tentang Freeport, bahwa saya di belakang Pak Menteri Jonan," kata Said Aqil, usai pertemuan di Kementerian ESDM.

Menurut Said Aqil, Kementerian ESDM mengeluarkan peraturan dengan tetap berpegangan pada Undang-Undang Minerba yang ada, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) No. 1/2017, sebagai revisi dan tindak lanjut peraturan yang telah terbit sebelumnya.

”Keputusannya sudah tepat. Kita harus punya sikap yang tegas, walaupun selama ini katakanlah Freeport telah berjasa membangun Papua, dan perekonomian nasional. Tapi bagaimana pun harus tunduk pada undang-undang. Harus ikut undang-undang kita. Mudah-mudahan Pak Jonan diberi kekuatan menghadapi keadaan ini,” imbuh Said Aqil. 

Sikap PBNU pada hari yang sama ini juga sejalan dengan sikap Pimpinan Muhammadiyah. Posisi PBNU dan PP Muhammadiyah adalah sebagai mitra masyarakat yang mengawal kebijakan Pemerintah RI atas dasar nasionalisme yang didorong rasa keadilan dalam pemanfaatan sumber daya alam di perut bumi Indonesia. 

”Pokoknya harus tunduk pada UU. Mereka di Indonesia loh. Peraturan harus Indonesia. Peraturan yang sudah keluar dari Pak Menteri sudah sangat rasional, objektif, sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak,” jelas Said, lagi.

Melihat betapa pentingnya "pertandingan" melawan freeport bagi keummatan. Ummat Islam harus menyatakan sikap. Beda dengan kasus Ahok yang sedang bergulir, Islam harus berada dibelakang pemerintah melawan freeport.(arh dari berbagai sumber)
Baca selengkapnya

Monday, 20 February 2017

DPC PPP KLOP DUKUNG ANIES-SANDI


Dewan Pimpinan Wilayah PPP se- Jakarta mendeklarasikan dukungan mereka ke pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017, Anies Baswedan- Sandiaga Uno, hari ini. Dukungan tersebut diterima oleh ketua DPD Gerindra, M Taufik di posko pemenangan, Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat.

Ketua PPP DPC Jakarta Selatan, Saiful Rahmat Dasuki, yang mewakili lima DPC lainnya, berkeyakinan dukungannya ke Anies-Sandi disetujui oleh PPP tingkat DPP.

"Ini memang masih arus bawah yang kita sambungkan aspirasi ini tapi kami berkeyakinan pasti pimpinan kami di atas mempunyai pandangan yang sama," ujar Saiful, Senin (20/2).

Saiful menegaskan, dukungannya ke pasangan yang diusung dua partai politik yakni Gerindra dan PKS, sudah terlihat oleh pendukung di PPP tingkat DPW.

Selain itu, Saiful mengklaim pihaknya sudah berkomunikasi dengan PPP level DPP dan menyatakan DPP PPP mempersilakan Saiful beserta anggota DPW lainnya mendukung Anies-Sandi. Namun dia tidak menjelaskan respons pihak DPP mengenai deklarasi dukungan hari ini.

"Sudah, sudah (sudah memberitahu). Beliau mempersilakan karena ini bagian dinamika Jakarta dan ini tanggung jawab kami. Saya pikir nanti akan tersampaikan (ke Romahurmuziy)," ujarnya.

Meski belum mendapat reaksi resmi dari DPP PPP, Saiful enggan menjawab jika keputusannya ini bertolak belakang dengan keputusan DPP.

"Saya kira tidak perlu berandai andai," kata Saiful.

Menimpali pernyataan Saiful, M Taufik, salah satu tim pemenangan Anies-Sandi, mengatakan, deklarasi DPP partai politik untuk mendukung Anies-Sandi hanya tinggal menunggu waktu. Apalagi, imbuh Taufik, dia sudah bertemu dengan petinggi petinggi partai politik pendukung Agus-Sylvi.

"Jadi saya sudah ketemu Azis, sudah ketemu Pak H Lulung dua dua tokoh PPP itu udah oke dukung kita. Saya juga udah ketemu Hasbi, ketemu Eko Patrio, ketemu Bang Nachrowi dan tiga-tiganya semuanya udah oke dukung kita," ucap Taufik.

"Ya kan ada giliran (deklarasi dukungan) bisa besok," tandasnya.
Baca selengkapnya

SAAT PARTAI PENDUKUNG AHOK SALING TUDING


Politikus PDIP Trimedya Panjaitan menilai partai pengusung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat tidak bekerja maksimal untuk memenangkan Pilgub DKI. Menurutnya, strategi Partai NasDem, Partai Hanura dan Partai Golkar untuk memenangkan Ahok-Djarot belum maksimal.

"Kami melihatnya seperti itu, kalau kita berpegangan pada Pileg kita lihat 49 persen PDIP, Golkar dan NasDem. Mungkin strateginya, kalau PDI Perjuangan kan jelas kerja-kerja ke bawahnya," kata Trimedya usai menghadiri diskusi bertajuk 'Spesial Pilkada' di Jakarta, Sabtu (18/2).

Trimedya mengatakan PDIP sangat berharap besar para partai pengusung Ahok-Djarot bisa bekerja lebih maksimal memenangkan putaran dua Pilgub nanti. Dia optimis, bila partai-partai berusaha keras Ahok-Djarot bakal memperoleh suara terbanyak di putaran dua nanti.

"Kita harapkan Kepada Golkar ini, walaupun di akhir-akhir dia akhirnya kencang. Nah, partai lain juga kita harapkan sama upayanya, kerja kerasnya. Kalau itu terjadi kita optimis menang di putaran kedua," ujarnya.

Hanura Menjawab

Partai Hanura membantah ada anggapan tidak maksimal buat memenangkan pasangan Basuki T Purnama ( Ahok)- Djarot Saiful Hidayat di putaran pertama Pilkada DKI. Wasekjen Partai Hanura Dadang Rusdiana mengatakan pihaknya telah mengerahkan seluruh mesin partai dari tingkat pusat hingga daerah demi pemenangan Ahok-Djarot. 

"Partai pendukung itu semua maksimal menggunakan seluruh kekuatannya. Semua solid," kata Dadang saat dihubungi merdeka.com, Senin (20/2).

Dadang menegaskan dukungan penuh kepada Ahok-Djarot telah dibuktikan sejak awal deklarasi. Bahkan Hanura tegas mencopot pengurus DPD DKI Jakarta tidak mengikuti keputusan partai mendukung Ahok-Djarot. 

"Dan semua tahu ketika Hanura menyatakan pertama kali dukungannya, dan ada satu dua pengurus DKI yang tidak mendukung. Waktu DPP bertindak tegas dengan melakukan pemberhentian atau mereka diminta mengundurkan diri. Tapi itu kan tidak banyak, satu dua orang saja," tegasnya. 

Saat ini, kata dia, Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) telah meminta kepada seluruh kader untuk bekerja lebih keras memenangkan Ahok-Djarot di putaran kedua. "Tidak ada surut langkah, kita tentunya akan tetap komitmen terhadap usungan. Demikian juga perintah dari Ketum kami, Pak OSO tidak ada yang berubah, tetap kita dukung Ahok-Djarot," pungkasnya.

Golkar Membalas

Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali membantah bila mesin Partai Golkar di DKI tidak jalan. Ashraf menegaskan, partainya dan relawan yang diprakarsai oleh Golkar telah maksimal bekerja. 

"Kemenangan Ahok-Djarot di putaran pertama mencapai 43 persen lebih karena semua partai pendukung sudah bekerja semaksimal mungkin ditambah lagi relawan. Memang banyak menginginkan Ahok-Djarot menduduki jabatan untuk meneruskan program Jakarta. Nah, masing-masing partai sudah bekerja sesuai dengan kreasinya," kata Ashraf kepada merdeka.com, Jakarta, Minggu (19/2).

Menurut Ashraf, Partai Golkar bekerja dengan 13 ribu orang terlatih selama tiga bulan ada di lapisan kedua. Melakukan tugas pokok real count dan menguasai suara di berbagai TPS dengan beragam usai. Mulai dari pembuatan tabloid, stiker, buku-buku dan pendekatan persuasif lainnya.

"Relawan Golkar ini terlatih dan mandiri dengan dibantu oleh konsultan profesional. Ada relawan kuning, ada Relawan Nusantara Pak Nusron Wahid. Satu RT satu orang artinya kita punya 30 ribu lebih relawan yang terdata dan relawan terlatih, itu gerakan yang masif," jelas Ashraf.

Politikus Golkar ini minta semua partai pendukung Ahok-Djarot untuk tidak saling menyalahkan. Ashraf menegaskan, tak hanya PDIP, semua partai pengusung seperti Partai Golkar, Hanura, NasDem dan partai pendukung seperti PPP Djan Faridz sudah bekerja maksimal.

"Kita bertarung pada posisi sulit bisa mencapai di putaran pertama sangat luar biasa. Ini perlu motivasi semua pihak, ini satu kesatuan yang utuh dengan potensi yang ada. Oleh karena itu perlu sikap arif yang dikedepankan elit-elit," jelas Ashraf. 

"Pandangan yang tak mendasar membuat situasi yang tak kondusif ini ditunggu pasangan lawan. Sampai sekarang kita masih solid. Kita kerja luar biasa siang malam, semua anggota DPR RI DPRD dari Golkar dikerahkan hingga kecamatan," tandasnya.

NASDEM Angkat Suara

Partai NasDem menyayangkan pernyataan Politisi senior PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan yang menyebut partai politik selain PDI Perjuangan kurang maksimal saat Pilkada DKI Jakarta. Sekretaris DPW NasDem DKI Jakarta Wibi Andrino menyatakan seharusnya pernyataan itu tidak keluar karena sekarang ini yang terpenting seluruh pendukung Basuki- Djarot (Badja) semakin merapatkan barisan.

"Namun, beliau malah mengeluarkan komentar yang dapat memecah belah. Sangat disayangkan," kata Wibi seperti dilansir Antara, Sabtu (18/2).

Wibi memastikan, partai politik pendukung Badja telah berjuang untuk menang di Pilgub DKI. "Seluruh partai yang tergabung di dalam tim pemenangan pasti berjuang dengan sepenuh hati, untuk memenangkan Badja terpilih kembali. Kami mendukung tanpa syarat maupun embel-embel di belakang apapun," kata politisi muda NasDem tersebut.

Wibi menyindir dalam porsi tim pemenangan ketua timses berasal dari PDI Perjuangan yang sudah tentu dibutuhkan kemampuan komunikasi maupun kepemimpinan untuk memimpin tim agar mendapat hasil yang diinginkan. "Komentar pak Trimed seakan dirinya bicara di depan kaca yang begitu besar. Untuk itu lebih baik beliau tidak lagi berkomentar yang tidak perlu. Fokus kami semua hanya pada pemenangan Badja," tuturnya.

Ia menambahkan, partai NasDem 1000 persen maksimal untuk kemenangan Ahok di pilkada. "Kemenangan Ahok dan kepentingan rakyat Jakarta untuk Jakarta lebih baik," katanya. (arh dari berbagai sumber)
Baca selengkapnya

Sunday, 19 February 2017

12 TAHUN JADI PULAU TERBAIK


Bali boleh berbangga. Selama 12 tahun berturut-turut, Pulau Dewata menjadi pulau terbaik sedunia oleh DestinAsian Readers Choice Award (RCA).

Keindahan alam, kekayaan budaya, kelezatan kuliner, kenyamanan tempat menginap hingga keramahtamahan penduduk Bali kembali diapresiasi dunia. Yang terbaru, Pulau 1000 Pura ini menjadi langganan sebagai pulau terbaik versi DestinAsian Readers Choice Award (RCA) 2017 yang bermarkas di Singapura.

"Ini gelar yang sangat membanggakan. Selama 12 tahun berturut-turut Bali dinobatkan sebagai pulau terbaik oleh DestinAsian Readers Choice Award (RCA)," terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana dalam rilis yang diterima detikTravel, Minggu (19/2/2017).

Pitana menyatakan sangat bangga dengan kepercayaan yang terus beruntun diberikan masyarakat dunia kepada Pulau Bali. Pulau Dewata dianggap the best dalam keindahan alamnya, kekayaan kuliner, keunikan budayanya, dan keramahtamahan masyarakatnya.

"Potensi wisata kita sangat hebat. Tidak hanya Bali. Untuk destinasi snorkling, Galapagos yang terkenal itu sudah berhasil kita kalahkan. Tidak tanggung-tanggung bahkan dikalahkan oleh dua destinasi kita yakni Raja Ampat (Provinsi Papua Barat) dan Pulau Komodo (Provinsi NTT)," katanya.

Yang tak kalah pentingnya, pengakuan internasional itu akan menaikkan kredibilitas atau kepercayaan karena diberikan oleh pihak yang memiliki reputasi tinggi di bidang pariwisata. DestinAsian sendiri, merupakan salah satu majalah pariwisata terbesar se-Asia yang sudah publish sejak tahun 2001.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti juga ikutan sumringah. Menurutnya, award itu semakin menambah kepercayaan dunia internasional terhadap kekuatan kepariwisataan Indonesia.

"Penghargaan ini akan menaikkan value Bali dan Wonderful Indonesia. Rasa kepercayaan diri ikutan naik. Semua lini jadi makin termotivasi untuk berbuat lebih hebat lagi," ucapnya.

Sementara industri yang mendapatkan penghargaan atas pilihan pembaca majalah DestinAsian adalah Alila Villas Uluwatu sebagai The Best Boutique Hotel, sedangkan COMO Uma Ubud berada di peringkat ke-5. Ayana Spa sebagai The Best Hotel Spa ditemani oleh The Spa, Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay di peringkat ke-3 dan beberapa resort lain di Bali juga mencatatkan prestasi gemilang.

Di sisi lain Maskapai Garuda Indonesia mendapatkan peringkat ke-3 sebagai Best Economy Class. Dan peringkat ke-5 masing-masing pada kategori Best Airline dan Best Frequent Flyier Program.

"Ini menjadi modal yang baik guna pembangunan dan pencapaian target pariwisata nasional 20 juta kunjungan pada 2019," tutur Esthy.
Baca selengkapnya

SIMAK YANG TERJADI SAAT TPS 001 UTAN PANJANG COBLOS ULANG

#Anies Sebelumnya Kalah, Coblos Ulang Malah Menang






















Pemungutan suara ulang di TPS 001 Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat telah selesai. Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno memenangkan hasil pemungutan. 


"Surat suara yang masuk sebanyak 257. Surat suara sah sebanyak 252, dan tidak sah 5 tidak sah. Suara untuk pasangan nomor satu (Agus Sylvi) sebanyak 15. Nomor dua (Ahok-Djarot) sebanyak 103, dan nomor tiga sebanyak 134," ujar Ketua KPPS TPS 001 Utan Kayu, Sudrajat, Minggu (19/2/2017).

(baca https://lawanhoak.blogspot.co.id/2017/02/tps-29-coblos-ulang-anies-naik-ahok.html)

Hal ini berbanding dengan pencoblosan pada Rabu (15/2). Saat itu suara pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat memang. 

"Kemarin yang memilih 442. Pasangan Agus-Sylvi mendapat 62 suara. Ahok-Djarot 198. Anies -Sandi 177. Tidak sah 5,"kata mantan ketua KPPS 001 Utan Panjang, Siti kepada wartawan di TPS 01 Utan Panjang, Minggu (19/2).

Hasil terbaru ini akan dimasukan dalam penghitungan real count KPU mengganti hasil sebelumnya. Namun, tidak akan berpengaruh terhadap hasil akhir pemilu. 

"Ada perubahan, tapi tidak signifikan," kata Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno setelah menyaksikan penghitungan suara di TPS 001 Utan Panjang.

Selain itu, setelah penghitungan selesai, saksi dari Tim Ahok-Djarot tidak menandatangani penghitungan suara. Hal tersebut tidak berpengaruh terhadap hasil akhir.


"Itu tidak menghalangi proses, kalau keberatan tidak apa-apa. Dalam fom C2, ada catatan khusus. Saksi hadir dari awal, setelah mendapatkan hasil keberatan menandatangani," kata Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay, di TPS 001 Utan Panjang. 
Baca selengkapnya

TPS 29 COBLOS ULANG, ANIES NAIK, AHOK BERKURANG

#Diulang karena ada yang dua kali nyoblos
#3 disambut takbir, 2 diteriakin "huuu"


Penghitungan suara hasil pencoblosan ulang pilkada DKI di tempat pemilihan suara (TPS) 29 di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (19/2) telah usai. Pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno meraih suara terbanyak dari hasil pemungutan suara ulang (PSU) tersebut. 

Dari 412 total pencoblos, calon gubernur-wakil gubernur DKI yang diusung koalisi Gerindra dan PKS itu meraih 385 suara. Jumlah dukungannya meningkat dibanding pencoblosan pada Rabu lalu (15/2) yang hanya meraih 345 suara.

Sementara duet Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat mengantongi 19 suara. Jumlah pemilih cagub-cawagub DKI dari koalisi PDIP, NasDem, Golkar dan Hanura itu justru menurun dibanding hasil pencoblosan sebelumnya dengan raihan 29 suara.

Sedangkan pasangan nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni meraih tujuh suara. Padahal, sebelumnya suara untuk jago dari Koalisi Cikeas itu meraih 77 suara.

Berikut hasil PSU di  TPS 29 Kalibata:

1. Agus Yudhoyono-Sylviana Murni       : 7
2. Basuki T Purnama-Djarot S Hidayat  : 19
3. Anies Baswedan-Sandiaga Uno        : 385

Jumlah seluruh suara    : 412
Jumlah suara sah          : 411
Jumlah suara tidak sah  : 1 

Seperti diketahui Komisi Pemihan Umum DKI Jakarta melakukan pemungutan suara ulang di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 29, Kalibata, Jakarta Selatan. Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno menjelaskan pemungutan diulang karena terdapat dua warga yang menggunakan hak pilih dua kali.

Takbir vs Huu 

Warga di tempat pemungutan suara (TPS) 29 Kelurahan Kalibata, Pancoran, antusias melihat hasil penghitungan dalam pemungutan suara ulang (PSU). Mereka berteriak saat petugas penghitungan membuka surat suara pertama untuk pasangan nomor urut tiga, Anies-Sandi.

"Sah paslon tiga," kata petugas yang membaca surat suara sah. "Takbir," balas warga. "OK OCE," jawab lainnya.

Tanggapan berbeda ketika petugas menyebut "Sah, paslon dua". Sontak ratusan warga yang melihat dan mendengar penghitungan membalas, "huuu...".(arh dari berbagai sumber)
Baca selengkapnya

Friday, 17 February 2017

HASIL LEMBAGA SURVEY VS KPU, SIAPA TERAKURAT?



Menjelang pencoblosan, sejumlah lembaga mensurvei elektabilitas para calon gubernur DKI Jakarta. Namun, hasil survei yang rata-rata mereka lakukan pada awal Februari 2017 memiliki hasil yang berbeda dengan quick count setelah pencoblosan.

Dari hasil survei yang dilakukan pada awal Februari, terlihat suara pasangan cagub dan cawagub Agus Yudhoyono-Sylviana Murni tak beda jauh dari dua rivalnya. Bahkan, dalam survei yang dilakukan LSI Denny JA, Agus-Sylvi unggul dibanding pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Dari data tersebut, LSI Denny JA dan PolMark Indonesia adalah lembaga dengan selisih paling besar antara data survei elektabiltas dengan hasil quick count.  Sedangkan selisih yang paling kecil adalah SMRC dan Indikator politik. 

Menurut Direktur Eksekutif Puskapol UI, Sri Budi Eko Wardani, memang ada perbedaan angka yang signifikan antara hasil survei dan perhitungan cepat. Menurut perempuan yang karib disapa Dani ini, perbedaan itu lantaran 10-15 persen responden yang belum menentukan pilihan saat survei, ikut mencoblos pada 15 Februari 2017.

"Bisa jadi potensi suara mengambang (dalam survei) masih cukup penting mempengaruhi hasil (perhitungan cepat)," ujar Dani kepada Liputan6.com di Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Selain itu, kata Dani, adanya perbedaan metodologi yang digunakan oleh masing-masing lembaga survei. Lembaga survei itu, kata Dani, mengambil sampel berbasis individu dan rumah tangga sehingga margin error-nya cukup besar sekitar 3-5 persen.

"Bisa jadi pada hari H individu yang disurvei itu memilih atau tidak memilih. Sementara quick count adalah hasil suara yang diambil dari TPS," ujar dia.

Namun, kata dia, bisa jadi kondisi politik sehari menjelang pencoblosan mempengaruhi pemilih.

"Mungkin ada yang belum menentukan pilihan dianggap mempengaruhi suara Agus. Tapi ini harus kita uji lagi apakah ada pengaruh. Tapi sepanjang berkaitan langsung dengan figur sepertinya tidak signifikan," tandas dia.

Selain itu, "Bisa jadi, peristiwa satu malam sebelum itu (pencoblosan) mempengaruhi pemilih yang belum yakin," tandas Dani.

Peristiwa satu malam sebelum pencoblosan yang dimaksud Dani adalah pernyataan Antasari Azhar dan konferensi pers Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut LSI Denny JA, anjloknya suara Agus disebabkan serangan dari Antasari Azhar terhadap SBY sehari jelang pencoblosan. Antasari menuduh SBY sebagai aktor di balik mendekamnya dia di penjara selama 8 tahun.

"Perolehan suara AHY yang di bawah ambang atas berdasarkan riset LSI disebabkan Antasari yang menuduh SBY sebagai inisiator kriminalisasi dirinya yang diberitakan satu hari sebelum pilkada DKI," ujar peneliti LSI Ade Mulyono di Gedung LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu 15 Februari 2017.

Berikut perbandingan hasil survei sebelum pencoblosan dan perhitungan cepat yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei. PolMark Indonesia melakukan survei terakhir pada 6-12 Januari 2017, Indikator Politik melakukan survei terakhir pada 2-8 Februari 2017, LSI Denny JA melakukan survei terakhir pada 8-9 Februari 2017, dan SMRC melakukan survei terakhir pada 3-9 Februari 2017.
Baca selengkapnya

PAN JUGA AKAN HIJRAH KE ANIES-SANDI


Setelah relawan Agus Sylvi mendeklarasikan hijrah ke pasangan calon gubernur DKI Anies-Sandi, PAN juga menyatakan sikapnya menghadapi putaran kedua PILKADA DKI Jakarta April mendatang.

(baca http://lawanhoak.blogspot.co.id/2017/02/hijrahnya-relawan-agus-sylvi-ke-anies.html)

Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai partai pengusung Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni mengambil langkah politik untuk mengalihkan dukungan kepada paslon nomor urut 3 Anies Baswedan- Sandiaga Uno. 

Hal ini menyusul  pasangan Agus- Sylvi yang dipastikan tereliminasi diputaran pertama. Bahkan, pasangan nomor urut 1 ini sudah mengaku kalah dan mengucapkan selamat kepada pasangan yang lolos ke putaran kedua meski belum ada hasil resmi dari KPU DKI.

“Insya Allah PAN merapat ke Anies- Sandi di putaran kedua ini. Namun, kami masih menunggu hasil resmi dari KPUD untuk mengetahui real countnya. Jika hasil akhirnya begini, kami pastikan akan dukung Anies-Sandi di putaran kedua,” kata Wasekjen DPP PAN, Dipo Ilham di Jakarta.

Menurut Dipo, dukungan PAN untuk Anies- Sandi lebih realistis karena ada kemiripan visi- misi, sementara dengan Ahok-Djarot, ia menilai tidak ada kecocokan dari sisi karakter, etika, maupun visi-misi.

“Kami sepakat ingin memberi alternatif pemimpin bagi masyarakat Jakarta.  Makanya, kita sudah mulai berdiskusi dengan tim pemenangan Anies- Sandi sejak kemarin malam,” terang pengusaha muda ini.

Lebih lanjut Dipo menyebutkan partai- partai pengusung Anies- Sandi yang terdiri dari Gerindra dan PKS sudah melakukan persiapan koalisi dengan kubu Cikeas dan menyiapkan strategi  memasuki putaran kedua.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan segera mendeklarasikan dukungan dan mulai menjalin kerjasama untuk upaya pemenangan Anies- Sandi,” tukas Dipo. (arh dari berbagai sumber)
Baca selengkapnya

AHY YANG DULU DICACI SEKARANG DI"PUJI"


Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat ( Ahok-Djarot) bakal bertarung dengan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan - Sandiaga Uno (Anies-Sandi) di putaran dua Pilgub DKI Jakarta. Setelah pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni gagal melaju ke putaran kedua dan lebih dulu 'angkat koper'.

Secara pribadi, Agus Yudhoyono telah menerima kekalahannya dan memberikan selamat kepada pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi. Banyak pihak menunggu sikap politik partai yang tergabung dalam poros Cikeas yakni PPP, PAN, PKB dan Demokrat untuk memberikan dukungan ke salah satu kandidat di putaran kedua.

Seakan tak mau kalah untuk mendapatkan dukungan, Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama telah menerima ucapan selamat dari pesaingnya, Agus-Sylvi. Ahok mengaku justru dihubungi Sylviana Murni. Karena tidak sempat mengangkatnya, akhirnya Ahok memutuskan untuk menghubungi balik.

"Semalam sudah telepon. Sudah ngomong, Bu Sylvi, karena kita sudah kenal baik kan. Saya kirim salam juga kepada Bapak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) begitu," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (16/2).

Walaupun sempat bersaing dalam pesta demokrasi, mantan Bupati Belitung Timur ini menganggap, tidak ada perselisihan antara dirinya dengan Agus. Bahkan, dia mengklaim, hubungan dengan pasangan calon nomor urut satu tersebut baik.

"Baik kok. Saya sama Pak Agus baik kok. Saya sama Bu Sylvi juga baik selama ini," terangnya.

Tak hanya Ahok, Djarot juga melakukan manuver politik terhadap pasangan Agus-Sylvi. Puja puji terhadap Agus disampaikan Djarot setelah pasangan nomor urut satu itu mengakui kekalahannya di putaran pertama Pilgub DKI dengan legowo.

Djarot mengapresiasi sikap jantan pesaingnya, cagub DKI Jakarta nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono. Sebab, putera sulung Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono ini mengucapkan selamat kepada dua pasang lawan politiknya karena berhasil melanjutkan putaran kedua Pilgub DKI.

Djarot mengucapkan, terima kasih kepada Agus karena telah berbesar hati menerima hasil hitung cepat Pilgub DKI. Menurut Djarot, dalam satu pertandingan pasti ada yang menjadi juara dan kalah. Namun yang terpenting adalah jiwa besar saat menerima kekalahan.

"Saya apresiasi ke Pak Agus yang secara ksatria menyampaikan ucapan selamat dan sudah legowo. Itulah sebetulnya yang harus dimiliki oleh siapapun juga. Karena dalam pilkada selalu ada yang gagal ada yang menang kalah itu biasa," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (16/2).

Menurut Djarot, suami dari Annisa Pohan itu karena telah menunjukkan kematangan dalam berdemokrasi. Untuk itu, dia mengharapkan, putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 berjalan dengan aman dan tertib.

"Saya kasih apresiasi ke beliau yang usia muda tapi punya kematangan di dalam membangun sistem demokrasi melalui pilkada. Terima kasih," tutupnya.

Ketua tim pemenangan Agus-Sylvi, Nachrowi Ramli mengatakan, pihaknya akan melakukan komunikasi politik soal kemungkinan koalisi dengan partai pendukung Ahok-Djarot dan Anies-Sandi. Politikus Demokrat ini menyampaikan, partainya akan bergabung ke salah satu kandidat, asalkan memiliki visi misi yang sejalan.

"Itu yang belum terbicarakan, kita masih akan melakukan komunikasi politik dulu, kan kalau kita berkoalisi dari salah satu dari dua pasang calon ini, itu kan juga harus lengkap. Yang penting visi misinya itu harus sejalan," kata Nachrowi di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu (15/2).

PENDUKUNG AHOK RAMAI-RAMAI PUJI AHY

Hal senada juga mudah kita temukan di grup facebook maupun twitter. Para pendukung Ahok kompak memuji sikap kesatria AHY yang mengakui kekalannya tanpa "syarat".

Namun yang disayangkan, pujian tersebut terkesan tidak tulus. Puja-puji disampaikan demi limpahan suara dari partai pendukung ataupun relawan Agus-Sylvi.

Inilah politik. Tidak ada kawan dan musuh abadi. Dalam politik yang ada hanya kepentingan abadi.

Namun disatu sisi ternyata relawan Agus-Sylvi telah mendeklarsikan dukungannya kepada pasangan Anies-Sandy. (Baca http://lawanhoak.blogspot.co.id/2017/02/hijrahnya-relawan-agus-sylvi-ke-anies.html)

Menarik untuk kita ikuti. Apakah puja-puji tersebut dapat melunturkan ingatan para pendukung Agus-Sylvi atas cacian dan hinaan para pendukung Ahok terhadap pribadi maupun program dari Agus-Sylvi.

Atau sebaliknya, para partai pendukung Agus-Sylvi justru sudah menyiapkan skenario jika kalah harus mengambil sikap seperti apa.

Ya, Agus Harimurti Yudhoyono, Ksatria Muda yang dulu "dibenci", kini bertabur puja puji. (arh)
Baca selengkapnya

HIJRAHNYA RELAWAN AGUS-SYLVI KE ANIES-SANDI


Komite Nasional Masyarakat Indonesia (KNMI) dan sejumlah relawan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono- Sylviana Murni mendeklarasikan dukungannya untuk paslon nomor urut tiga Anies Baswedan- Sandiaga Uno. Deklarasi ini dilakukan setelah Agus-Sylvi keok dalam quick count atau hitung cepat hasil suara Pilgub DKI.

Ketua Umum KNMI Alex Asmasoebrata mengatakan, dukungan diberikan kepada Anies-Sandiaga lantaran paslon ini dianggap bisa meneruskan perjuangan atau program-program Agus-Sylvi.

"Kami dari relawan Agus-Sylvi ternyata enggak bisa meneruskan. Tapi, Alhamdulillah ada calon yang teruskan, Pak Anies-Sandi, " kata Alex di Posko Relawan Agus-Sylvi, Jakarta, Kamis (16/2).

Alex berharap, Anies-Sandiaga bisa menepati janji-janjinya jika nantinya terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. "Yang kita harapkan, kalau janji jangan tinggal janji," ujarnya.

Meski mendeklarasikan dukungan kepada Anies-Sandiaga, Alex menjelaskan, bila setiap relawan Agus-Sylvi bebas menentukan pilihannya. Namun, ditegaskan dia kalau dirinya siap membantu Anies-Sandiaga memenangkan Pilgub DKI.

"Kita berjuang bersama. Setiap relawan punya kebebasan, kebetulan saya cinta beliau (Anies). Jadi Apa yang saya lakukan semoga bapak jadi. Kalau saya, apa yang saya bisa, saya berikan," kata dia.

Anies yang hadir dalam deklarasi itu, mengapresiasi keputusan KNMI dan relawan Agus-Sylvi. Menurutnya, relawan Agus-Sylvi dan relawan Anies-Sandiaga memiliki keinginan dan tujuan yang sama yakni melahirkan pemimpin yang baru di DKI.

"Kita sama-sama ingin gubernur baru di Jakarta. Sekarang tanggung jawab kita adalah memenuhi harapan itu, karena yang kita ingin gubernur baru warga Jakarta kita semua, kita bekerja penuh untuk memenuhi keinginan itu. Karena itu mari kita teruskan. Kemarin adalah babak baru untuk bersama-sama berjuang melakukan perubahan di Jakarta," pungkas Anies. (arh dari berbagai sumber)
Baca selengkapnya

Tuesday, 14 February 2017

ANIES-SANDI DISERANG KAMPANYE HITAM


Menjelang hari pencoblosan Pilkada DKI Jakarta 2017, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Barat berhasil menemukan dua boks truk container brosur Kampanye Hitam (black Campaign) di Kawasan Kebun Jeruk.

Sebuah kontrakan menjadi tempat persinggahan dari brosus tersebut. Menurut keterangan yang diberikan oleh Ketua Panwaslu Jakarta Barat Puadi menyatakan jika saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap seorang pelau penyebar Kampanye Hitam bernama Novi alias Edo.

Pria berusia 45 tahun itu diketahui sebagai pemain lama. sebelumnya Edo juga sempat diamankan oleh warga di Jakarta Timur dalam kasus yang serupa.

Kali ini, Edo diduga akan melakukan kampanye hitam yang bakal menjatuhkan salah satu Paslon di Pilkada DKI Jakarta. Brosur teresebut berisi black campaign terhadap Paslon Pilkada DKI Jakarta Nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Edo berhasil diamankan di kontrakannya yang beralamat di Jalan Angkasa, Kelurahan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Puadi juga memberi tahu, bahwa selain Edo pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap seorang pria lain yang diketahui sebagai pemilik kontrakan yang bernama Sanusi.

Edo mendapatkan pesanan brosur dari tiga orang yang tak dikenal, ketiganya mengaku bernama Markus, Brahma, dan Doni. Edo hanya selaku penyedia jasa.

Dalam pemeriksaan awal, Edo terlibat penyebaran kampanye hitam lantaran ia dijanjikan uang sebesar Rp 10 juta oleh pemesan yang dikenalnya melalui jejaring sosial. Rencananya, uang tersebut akan diberikan setelah Edo selesai melakukan penyebaran hingga beberapa jam sebelum dilakukan pencoblosan.

Dari keterangan yang diberikan oleh Puadi, Edo juga pernah melakukan hal sama di kawasan Mataran, Jakarta Timur. Di sana ia menyebarkan brosur kampanye hitam di permukiman warga. Ia kemudian diamankan oleh warga dan di serahkan kepada pihak kepolisian.

Tertangkapnya Edo, tak lepas dari kasus Mataran. Pasalnya Panwaslu Jakarta Timur menyusuri tempat tinggal Edo. Dari situlah ditemukan 60 brosur siap edar. Selang sehari kemudian, indikasi kecurangan yang dlakukan oleh Edo terungkap setelah warga bernama H Rojali yang merupakan kader dari PKS, meminjamkan gerobak kepada Edo.

Meskipun terbukti melakukan pelanggaran, namun Panwaslu Jakarta Barat belum melakukan tindakan tegas. Sanksi pidana terhadap pelaku juga ditetapkan karena masih dalam proses penggalian informasi. (arh dari berbagai sumber)
Baca selengkapnya

"SENGAT" SBY, ANTASARI "SERET" HARI TANU


Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar berbicara mengenai dugaan kriminalitas terhadap dirinya. Diketahui, sebelumnya ia terjerat kasus pembunuhan bos Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

Ia menyebutkan, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu menjabat sebagai Presiden mengetahui persis karus yang menjeratnya itu. Untuk itu, dia memohon kepada SBY untuk jujur. Ia menyebut SBY juga harus terbuka mengenai siapa saja pihak yang diminta untuk merekayasa kasusnya.

Menurut keterangan yang diberikan oleh Antasari Azhar, sekitar Maret 2009 lalu, ia didatangi oleh CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo. Hary juga mengaku jika dirinya diperintah oleh SBY untuk menemuinya.

Saat itu Hary datang pada Antasari Azhar, dan meminta dirinya untuk tidak menahan Aulia Pohan. Kemudian ia mengatakan, bahwa membawa misi, Hary diminta untuk menemui Antasari. Namun saat itu Antasari menolaknya.

Ia mengatakan, bahwa tidak mungkin ayah Anisa Pohan itu tidak ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi aliran dana Bank Indonesia sebesar Rp 100 miliar kepada para mantan penjabat BI serta anggota DPR RI.

Akan tetapi, Hary terus mendesaknya dan terus memohon. “Waduh Pak, saya mohon betul-lah. Saya bisa ditendang dari Cikeas karenabagaimanapun nanti masa depan bapak bagaimana,” tutur Antasari saat menirukan ucapan dari Hary saat itu.

Kemudian Antasari juga tetap menolak dengan mengatakan bahwa ia telah memilih profsi sebagai penegak hukum, sehingga resiko apa pun bakal ia terima.

Dan nyatanya, dua bulan kemudian, pada Mei 2009, Antasari Azhar ditangkap oleh pihak kepolisian. Ia dituduh telah membunuh Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.

Hingga putusan peninjauan kembali, Antasar divonis bersalah dan dijerat dengan hukuman 18 tahun penjara. Namun saat ini ia telah dinyatakan bebar murni setelah mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo.

Antasari menduga jika kasusnya itu tak lepas dari kedatangan hary yang diperintahkan oleh SBY ke rumahnya pada malam itu. Ia juga meminta SBY agar jujur mengenai kriminalisasi dirinya yang membuatnya harus tinggal di hotel prodeo selama delapan tahun. (sumber indowarta.com)
Baca selengkapnya