Showing posts with label Berita Daerah. Show all posts
Showing posts with label Berita Daerah. Show all posts

Sunday, 19 February 2017

801 PERSONEL POLISI KAWAL MUSDA GOLKAR SUMUT



Polisi Resor Labuhanbatu mengerahkan ratusan personil untuk mengamankan  dan mengantisipasi kericuhan dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-IX DPD II Partai Golkar Kabupaten Labuhanbatu.

"Marilah kita bersama-sama menyejukan Kamtibmas di wilayah hukum Polres Labuhanbatu," kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SIK, Jumat, usai penandatanganan kesepakatan damai bersama dalam pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Labuhanbatu.

Kapolres mengajak semua pihak agar ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan melarang mobilisasi massa para calon kandidat Ketua Golkar untuk kekondusifan di wilayah hukumnya.

Dalam mengawal pelaksanaan Musda Golkar, pihaknya akan mengerahkan 801 personil dibantu 2 pleton TNI dari Kodim 0209/LB dan 10 orang dari Polisi Milter.

Secara teknis pihaknya menyiapkan 60 personil Brimob yang di datangkan dari Kota Tebing tinggi dan di bantu 60 anggota TNI yang akan disebar di area Musda.

Acara yang berlangsung pada 19 Pebruari 2017 di Permata Land Hotel - Rantauprapat, para personil kepolisian bersenjata lengkap dan berpakaian preman akan disebar di kawasan Simpang Hoklie dan Simpang Janji masing-masing sebanyak 30 personil, 30 personil di Kantor DPD II Partai Golkar, 10 personil masing-masing di kediaman kandidat ketua Golkar.

Diluar arena, 120 personil Satlantas akan menjaga kelancaran arus lalulintas, mereka akan menututup akses jalan ke areal Musda dan mengalihkanya ke Jalan Masjid dan Jalan Kartini untuk sterilisasi.

Sementara, Ketua DPD II Partai Golkar Labuhanbatu Parinsal Sregar mengharapkan Musda ke IX ini berjalan tertib dan aman.

Dia menampik rumor akan terjadinya kegaduhan dalam pelaksanaan Musda yang melibatkan beberapa tokoh penting di Kabupaten Labuhanbatu, yakni Ellya Rossa Siregar selaku ketua Fraksi Golkar DPRD Labuhanbatu dan Andi Suhaimi Dalimunthe sebagai Wakil Bupati Labuhanbatu sekaligus Ketua OKP Pemuda Pancasila di daerah itu.

"Kandidat Ketua Golkar Labuhanbatu belum ada hingga saat ini, kader Golkar bernama Ellya Rossa Siregar dan Andi Suhaimi Dalimunthe yang dikabarkan akan maju mencalonkan diri sebagai ketua, masih isu," tepis Parinsal.

Menurutnya, untuk menjadi ketua Golkar harus melalui mekanisme yang berlaku, seperti dukungan-dukungan dari para pemilik suara. Dia mempersilahkan kader-kader terbaik untuk mencalonkan diri sebagai ketua.

Selain itu, Parinsal mengucapkan terima kasih kepada pihak Polres Labuhanbatu yang telah memfasilitasi kesepakatan damai bersama "siap kalah dan siap menang" dalam pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Labuhanbatu.
Baca selengkapnya

Friday, 17 February 2017

BADAR PIMPIN TAPANULI TENGAH


Pandan, 16/2 (Antarasumut)- Berdasarkan sistim hitung (Situng) yang dilakukan oleh KPU, pasangan calon bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani-Darwin Sitompul (BADAR) meraih suara terbanyak yakni 45,01% atau 52.468 suara. 

Menyusul pasangan (AMIRA) nomor urut 1 sebesar 31,67% atau 36.912 suara. Sedangkan pasangan nomor urut 2, Pastor Rantinus Manalu-Ustaz Solikhin Lubis (PAUS)meraih suara 13,86% atau 16.157 suara, dan pasangan nomor urut 4, Buyung Sitompul-Binsar Saruksuk (BESAR), hanya 9,46% atau 11.029 suara.

Menurut keterangan anggota KPUD Tapteng, Timbul Panggabean kepada ANTARA, data yang sudah masuk ke KPU sebanyak 79,20%.

“Sampai siang ini pukul 12.00WIB, data yg sudah masuk 79.20% dari 438 TPS. Dan kita masih menunggu perhitungan suara dari115 lagi yang belum masuk, meliputi kecamatan Manduamas, Sirandorung, Sosor Gadong,”katanya.

Berikut ini jumlah persentase suara yang masuk dari masing-masing kecamatan ke KPU. Kecamatan Tapian Nauli 90%, Sorkam Barat 73,91%, Sibabangun 93%, Pandan, 96%, Lumut 67%, Barus 83%. 

Sedangkan kecamatan Andam Dewi, Badiri, Barus Utara, Kolang, Pasaribu Tobing, Pinangsori, Sarudik, Sitahuis, Tukka, Suka Bangun, dan Sorkam, datanya sudah masuk 100%.

Pasangan BADAR maju dipilkada Tapteng diusung oleh, Partai Hanura, PKS,PPP,PBB. Pasangan AMIRA diusung 5 Partai besar seperti PDIP, Golkar, Demokrat, PAN dan NasDem.
Baca selengkapnya

Saturday, 11 February 2017

CAMAT & LURAH KOMPAK PAKAI NARKOBA

Seorang camat bersama seorang lurah dan tiga bawahannya diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara. Mereka kedapatan menyalahgunakan narkotika jenis sabu. 

Berdasarkan informasi dihimpun, Sabtu (11/2), mereka diamankan, yaitu Camat Teluk Nibung berinisial FN (45), Lurah Sei Merbau berinisial HB, Kasi Pemerintahan Kantor Kelurahan Sei Merbau berinisal AR, Kepala Lingkungan V Sei Merbau berinisial KP dan Kepala Lingkungan II Sei Merbau berinisial BS. 

Kelimanya diamankan di Kantor Lurah Sei Merbau, Teluk Nibung, Jumat (10/2). Petugas juga menyita 0,20 gram sabu lengkap dengan satu set alat isap atau bong. "Penangkapan kelimanya bermula dari informasi yang kita dapatkan. Setelah melakukan penyelidikan, kita ke lokasi dan langsung mengamankan tiga orang, yakni FN, AR dan KP," jelas Kepala BNN Kota Tanjungbalai Saharudin Bangko.

Petugas kemudian melakukan pengembangan. Mereka meringkus HB. "Para pelaku mengaku mendapatkan sabu-sabu dari BS. Tim kita kemudian mengamankan yang bersangkutan," tuturnya.

Setelah diamankan di kantor BNN Kota Tanjung Balai, FN, HB, AR, KP dan BS kemudian menjalani tes urine. "Kelima orang itu positif narkoba," kata Bangko.

BNN Kota Tanjung Balai masih mendalami dan mengembangkan kasus ini. Mereka juga masih memburu seseorang berinisial B, pemasok sabu kepada kelima orang yang diamankan.
Baca selengkapnya

Thursday, 9 February 2017

JUALAN PECAL, HASILNYA BELI BMW

Perkembangan marketing online saat ini rupanya sudah merambah ke bisnis kuliner makanan tradisional. Jika sebelumnya anda menjumpai orang jualan ebook, tas, sepatu di dunia online rupanya sudah biasa, namun bagaimana dengan Ibu Aminah yang saat ini juga sukses berjualan Pecel Semanggi di dunia online.

Sebuah produk yang sebelumnya tak disangka banyak orang untuk bisa dijual secara online, kini Ibu Aminah warga Sambikerep Kota Surabaya ini membuktikan dan sukses berjualan produk kuliner tradisional khas Surabaya berupa Pecel Semanggi.

Pecel semanggi sebenarnya sudah sangat populer di kalangan warga Surabaya. Makanan dengan bahan dasar daun semanggi ini disajikan lengkap dengan kecambah, kangkung dan siraman dengan bumbu pecel.

Uniknya, pengolahan bumbu pecel disini dicampur dengan ketela rambat. Dan untuk melengkapi kenikmatan pecel semanggi ini juga ditambahi pelengkap khas yaitu berupa kerupuk puli.
Setiap hari Pecel semanggi ini bisa kita jumpai di kawasan perumahan Kota Surabaya yang biasanya dijajakan oleh ibu-ibu dengan cara di gendong. Maka, ada juga yang menyebut makanan ini dengan sebutan pecel semanggi gendong.

bu Aminah yang hanya lulusan SMP ini sudah berjualan semanggi saat masih remaja. Jualan pecel semanggi merupakan usaha turun temurun yang diwariskan dari nenek dan ibunya.

Nenek Aminah inilah yang dulu juga merupakan penjual pecel semanggi dengan cara digendong keliling kampung. Zaman sudah berganti, Aminah pun mencoba berinovasi memasarkan pecel semanggi di dunia maya. Berawal dari situs online Pahlawan Ekonomi yang diluncurkan Walikota Surabaya Ibu Tri Rismaharini tahun 2010, Aminah mencoba ikut memasarkan produk pecel semangginya.

Dan hasilnya…. Booom…

Dengan omzet Rp 3 juta per hari, bu Aminah saat ini bisa beli mobil BMW. Berikut tuturnya, “Dari jualan semanggi online ini saya jadi bisa membeli mobil BMW, dan kemarin juga barusan beli mobil Avanza. Dua anak saya saat ini sudah saya ikutkan asuransi pendidikan,”

Hanya dengan sedikit inovasi yang didapat dari sebuah pelatihan, Bu Aminah mulai mencoba membuat pecel semanggi yang dikemas agar bisa dibawa dengan jarak jauh.
Pelatihan yang diikuti Ibu Aminah diantaranya program Pahlawan Ekonomi untuk para UKM tahun lalu, kemudian juga sering ikut dalam beberapa pameran salah satunya adalah pameran wirausaha ‘PPK Sampoerna Expo 2015’ yang diselenggarakan di Tunjungan Plaza Conv Hall, Surabaya, pekan lalu.

Model Kemasan Pecel Semanggi

Kemasan pecel semanggi dibagi dalam beberapa bagian, ada kemasan daun semanggi kering di dalam plastik, yang kalau mau dimakan tinggal dicelup ke dalam air panas saja. Kemasan bumbu pecelnya yang dibuat tertutup.

Pecel semanggi ini dibanderol mulai harga Rp 25.000 sampai Rp 75.000 per paket. Untuk mendapatkan kredibilitas dan kepercayaan dari calon pelanggan, Aminah menggunakan bendera UKM yang bernama Bina Makmur, Sambikerep, Surabaya.

Untuk melengkapi pecel semangginya, Aminah juga menyediakan berbagai jenis menu tambahan, seperti lontong kikil, lontong balap, tahu campur, gado-gado Suroboyo, sinom dan beras kencur.
Saat ini pelanggan Bu Aminah berasal dari berbagai wilayah luar Surabaya hingga sampai ke Jakarta.
Usaha yang digeluti Ibu Aminah saat ini bisa dibilang sangat memperbaiki perekonomian keluarganya. Sang suami Pak Agus Fauzi yang kini membantu usahanya, dulunya hanya pekerja buruh di pabrik pelek.

Untuk menjaga ketersediaan bahan baku berupa daun semanggi, Bu Aminah membudidayakan tanaman semanggi ini pada enam petak sawah di kawasan Surabaya Barat.
Paul Janelle, Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Menjadikan Aminah sebagai salah satu contoh sukses. Bahwa untuk merdeka secara ekonomi kita harus berani bermimpi, berani bertindak untuk sukses sebagaimana Ibu Aminah.

“Ibu Aminah merupakan salah satu contoh pengusaha UKM yang mampu merdeka di tengah-tengah ekonomi bangsa yang sedang lesu,” kata Paul Janelle.

Mudah-mudahan kisah ini menginspirasi kita untuk lebih bersemangat menggapai sukses.
Baca selengkapnya

CALO MARAK, HARGA GAS BUMI DI MEDAN MELAMBUNG

Pemerintah diminta untuk menindak tegas maraknya trader gas tak berfasilitas yang menguasai alokasi gas alias calo gas sehingga membuat harga gas bumi di Indonesia sangat tinggi. Salah satu contohnya ketika industri di Medan, Sumatera Utara terpaksa membayar lebih mahal gas bumi yang dibelinya karena PT Pertagas Niaga mengutip USD1,55 per MMBTU, padahal Pertagas Niaga tidak memiliki pipa gas.

"Industri di Medan sudah lama mengeluhkan ini. Mereka harus bayar lebih mahal karena ada calo gas, pemerintah tidak boleh kalah sama calo gas ini," jelas Ketua Komisi B DPRD Sumatera Utara, Roby Agusman Harahap seperti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (9/2/2017).

Sementara Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumatera Utara Jenny Luciana Berutu menuturkan, pihaknya meminta agar pemerintah memperbaiki tata kelola gas bumi terutama terkait masalah alokasi gas bumi. Karena sudah sekian lama, Kementerian ESDM memberikan alokasi gas ke badan usaha yang justru tidak punya infrastruktur, hanya bermodal kertas dan kedekatan dengan penguasa.

"Kementerian ESDM justru memberikan alokasi gas ke badan usaha yang tidak punya infrastruktur gas. Contohnya di Medan, ada PGN yang punya pipa gas langsung ke industri di Medan, tapi tidak dapat alokasi gas. Alokasi gas justru jatuh ke badan usaha yang tidak punya infrastruktur, ini aneh tapi nyata terjadi di Medan," ungkap Jenny.

Selain itu, buruknya tata kelola gas juga diperparah dengan adanya praktek ilegal penjualan LNG (gas alam cair). 

"Ada badan usaha jualan LNG pakai truk tanpa izin alias ilegal dan dibiarkan. Ini kami minta untuk dihentikan segera. Pertamina sudah mati-matian bangun pipa gas dari Arun ke Belawan ratusan kilometer, ada truk LNG ini ya pipa tersebut nggak kepakai, ngapain dulu pemerintah minta pipa gas Arun-Belawan dibangun," tandasnya. (sumber sindonews.com)
Baca selengkapnya

Wednesday, 8 February 2017

TIFATUL: BLOKIR SITUS JANGAN KARENA LIKE OR DISLIKE


Pemblokiran situs islami terindikasi sebagai pesanan pihak tertentu. Sebab, situs islami cenderung memprotes kebijakan-kebijakan ketidakadilan yang selama ini terjadi.

"Kepada saya diwaktu menjadi Menkominfo juga ada permintaan supaya menutup situs-situs seperti Voa," ujar anggota DPR RI Komisi III Tifatul Sembiring di Masjid Agung, Rantauprapat, Sabtu, usai tablig akbar dengan masyarakat Labuhanbatu, Labusel dan Labura.

Menurut mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) era Pemerintahan SBY ini, dari zaman dulupun sudah ada permintaan seperti itu. Padahal, untuk memblokir situs seharusnya berdasarkan pada Peraturan Perundang Undangan. 

"Voa itu sering menjelek-jelekkan Amerika. Saya katakan bukan. Dia (situs islami, red) memprotes ketidakadilan Amerika di Afghanistan, di Irak dan dimana-mana. Jangankan Voa, orang Amerika juga memprotes hal itu," katanya.

Dia mengemukakan, situs yang dilarang itu pornografi, blasphemy atau penghinaan Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA), mengancam, menipu dan memfitnah orang lain.

Jangan memblokir situs berdasarkan senang, like or dislike. Tapi lebih kepada melanggar UU atau tidak. "Itu yang dilarang. Saya sudah berbicara di depan publik dan dimuat di media. Kita harus mengacu pada UU. Khususnya UU Pers sendiri, UU No40 tahun 1999, maupun UU ITE No11 tahun 2008, UU Pornografi No44/2008," ujarnya.

Dia menambahkan, disesuaikan dulu dengan UU apakah situs yang diblokir mengandung hal tersebut. Karena situs berita itu coba dilihat dulu, karena mengutip dari media lain. "Saya katakan anda baca dulu," tegas Politisi PKS ini.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memblokir sejumlah situs web Islam, situs tersebut diduga mengatasnamakan diri dengan nama media Islam dan menyebarkan konten hoax yang membawa kebencian.
Baca selengkapnya

INALUM BANTU 164 MAHASISWA UNIMED


PT Inalum (Persero) menyerahkan bantuan berupa beasiswa kepada 164 mahasiswa Unimed yang berasal dari 10 kabupaten/kota di sekitar perusahaan dan Danau Toba, Rabu (8/2/2017).

Bantuan yang diserahkan di Gedung Pusat Administrasi Unimed tersebut, merupakan program rutin PT Inalum dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan di bidang pendidikan.

Hadir saat penyerahan beasiswa, Direktur Keuangan Inalum, Oggy Achmad Kosasih, Deputy GM CSR Nugraha M Toyib, Manajer CSR Susyam Widodo, Manajer Humas Mahyaruddin, Kepala Kantor Medan, Julian Feisal.

Hadir juga Direktur Umum dan SDM Carry F Mumbunan yang pada kesempatan itu didaulat menjadi Anggota Kehormatan Ikatan Alumni Unimed. 

Rombongan Inalum diterima Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unimed Prof. Dr. Sahat Siagian, M.Pd.

Oggy mengatakan, program beasiswa ini terus dilanjutkan sebagai kepedulian dari Inalum kepada mahasiswa yang berasal dari daerah di sekitar perusahaan dan Danau Toba.

"Kami juga berharap, beasiswa ini semakin memacu prestasi akedemik adik-adik mahasiswa," katanya.

Wakil Rektor Unimed Sahat Siagian berharap, mahasiswa yang mendapatkan beasiswa bisa memaksimalkan untuk keperluan akademik.  "Terimakasih Inalum, semoga perusahaan makin berkembang pesat," doa Sahat.

Adinda, mahasiswi prodi Akuntansi Ekonomi asal Tanjung Tiram Kabupaten Batubara merasa bangga bisa menjadi salah satu penerima beasiswa. "Dari ribuan mahasiswa Unimed, kami terpilih menerima beasiswa Inalum, tentu kami sangat senang." 

"Kami berjanji untuk menggunakan beasiswa ini sebaiknya. Terimakasih kepada Inalum dan pihak rektorat yang sudah mempercayakan kami menerima beasiswa ini," pungkasnya.

Baca selengkapnya

KAIN TENUN KHAS MANDAILING

Selain bergerak didalam pengembangan alat-alat musik khas daerah  Mandailing,  Kampung Kaos Madina (KKM) juga kembangkan kain tenun khas daerah yakni Ulos Mandailing.

Ulos Mandailing terkenal memiliki karakter yang khas dalam memainkan garis dan lengkung, juga warna, bila dibandingkan dengan ulos Batak Toba. 

Menggunakan warna merah yang lebih cerah, dan banyak didominasi oleh pernak-pernik putih. Motif yang digunakan erat kaitannya dengan bindu, yakni motif pada bagian penampang atap Bagas Godang. 

Tentu juga dengan makna yang sama sebagai simbol-simbol filosofi budaya yang melekat pada bangsa Mandailing.

“Dimana dulunya  orang Mandailing mendapatkan Ulos diluar Madina kini sudah ada kita produksi disini,” sebut Sobir Lubis.

Ia mengatakan, pengembangan ini dilakukan selain upaya didalam membangunkan kembali ruh penguatan entitas Mandailing juga sebagai upaya didalam menyerapan tenaga kerja, dan menghidupkan ekonomi kreatif berbasis home industri.

“Sekurang-kurangnya, dengan penggunaan  teknologi tenun sederhana ini, orang akan terbangun pola pikirnya bahwa kita sebagai bangsa Mandailing juga punya sejarah dan keterampilan yang amat bermarwah menyangkut pesona kebudayaan kita dalam berbusana,” sebutnya.


Dia menyebutkan, selembar kain bukan sekedar penutup aurat dalam konteks iman, tetapi juga merupakan sebuah percikan budaya berbangsa. 

Karena dalam bahan, motif, pola, dan warna benang yang digunakan, itu semua bagian dari filosofi dan cara pandang kita terhadap manusia dalam kebudayaan. Pola berbusana adalah sebuah entitas adat dan budaya semua bangsa.

“Saya berharap dengan  konsep ini kecintaan kita terhadap budaya Mandailing semakin bertambah,” harap Sobir.
Baca selengkapnya

Tuesday, 7 February 2017

TAPSEL PUNYA PLTMH

Bupati Syahrul M.Pasaribu SH meresmikan Pusat Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) Desa Parausorat Sitabo-tabo, Kecamatan SD.Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan, Minggu.

Dalam sambutannya Bupati Syahrul M.Pasaribu mengatakan PLTMH itu berkapasitas 17 Kilowaatt atau 17 ribu watt, dan diperuntukkan bagi 118 rumah tangga termasuk untuk enam fasilitas umum lainnya seperti puskesmas, rumah ibadah, dan sekolah.

Pusat Listrik Tenaga Mikro Hydro terwujud atas perhatian pemerintah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2016 itu menelan dana Rp.2,4 milyar lebih. Yang tidak lepas berkat hubungan sinergitas yang terbangun baik di Provinsi maupun di tingkat pusat, katanya.

"Ditilik dari besaran dana PLTMH Rp.2,4 milyar kalau dibagi dengan 118 jumlah rumah tangga yang menikmati arus listrik 110 watt (0,5 ampere) bertegangan 220 volt setiap rumah tangga desa itu mendapat subsidi dari pemerintah sebesar Rp.20 juta lebih per rumah tangga,"jelasnya.

Nah, warga Sitabo-tabo yang sejak merdeka kini sudah bisa menikmati listrik patutlah mensyukuri itu, dengan harapan kehadiran PLTMH diharap dapat meningkatkan perekonomian warga.

Yang terpenting lagi kata Bupati warga dapat menjaga alam dengan menjaga ekosistem, untuk tidak menebang hutan-hutan yang berada diwilayah tersebut guna menjaga debit air sebagai sumber penggerak mesin PLTMH.

"Kalau hutan diusik (ditebangi) alamat sumber air sebagai sumber penggerak mesin PLTMH bisa terganggu dan akan cukup berdampak bagi kehidupan sekitarnya,"jelasnya.

Bupati bepesan agar warga rajin memeriksa saluran air dari bak penenang menuju power house (PH) dan memberi pelumas pada generator pembangkit PLTMH agar mesin bisa lebih awet.

Bupati juga mengajak generasi muda anak bangsa di desa tersebut untuk lebih rajin belajar dengan kehadiran PLTMH, karena, sudah tidak terganggu lagi untuk belajar dimalam hari seperti selama ini.

Kemudian program tersebut kata Bupati sejalan mendukung program nasional pemerintahan Presiden RI Joko Widodo terkait energi baru terbarukan sebesar 35 ribu Megawatt.

Peresmian PLTMH itu ditandai pengguntingan pita oleh Bupati Syahrul pada Power House (PH). Hadir dan meyaksikan Wakil Bupati Aswin Efendi Siregar, Sekda Parulian Nasution, Asisten, SKPD, Muspika, dan tokoh tokoh masyarakat setempat.

Bupati Tapanuli Selatan H.Syahrul M.Pasaribu saat mendapat penjelasan dari Plt.Kadis Perindustrian Setempat Helmi terkait PLTMH Kavasitas 17 Kilowatt yang sejak lama diimpikan masyarakat Desa Parausorat Sitabo-tabo. Kecamatan SD.Hole.
Kades Desa Parausorat Sitabo-tabo Pangihutan Sihombing didampingi Sekdes Ramli Sihombing, dan

Tokoh adat Langkat Sihombing mengapresiasi atas dibangunnya PLTMH itu.

"Terimakasih Pemerintah, terimakasih Bapak Bupati Syahrul M.Pasaribu atas dibangunnya PLTMH yang memamfaatkan Aek (sungai) Mandudu di desa kami ini,"ucap mereka.

Bupati Syahrul M.Pasaribu sebelumnya disambut hangat warga secara adat daerah itu dengan pemberian ulos atau kain yang ditenun yang kerap dipergunakan pada acara adat di wilayah Tapanuli Selatan.
Baca selengkapnya

Sunday, 5 February 2017

H. Buyung Sitorus, Kandidat GUBSU?














Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut) baru saja memiliki ketua yang baru. Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu yang diberi amanah menahkodai Golkar Sumut. Ngogesa Sitepu yang juga seoarang pengusaha sudah dua periode sebagai Bupati Langkat.

Baru beberapa hari memimpin Golkar Sumut, nama Ngogesa sudah masuk radar sebagai salah satu bakal calon gubernur Sumut di Pilkada Sumut Tahun 2018.

Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) yang juga politisi Golkar Khairuddin Syah Sitorus alias Bang Buyung mengatakan, peluang Ngogesa di Pilkada Sumut cukup besar.

“Peluang beliau besar, mengingat beliau pemimpin partai terbesar di Sumut,” kata Bang Buyung kepada redaksi Sumut Mantap, Kamis (25/8/2016).

Namun demikian, lanjut Bang Buyung, Golkar Sumut termasuk DPP Golkar di Jakarta, belum menggodok siapa nama yang akan dimunculkan di Pilkada nanti.

“Kami belum ada bahas itu (Pilkada Sumut),” imbuhnya.

Tambah Bang Buyung, tapi kalau nanti ada keputusan DPP Golkar terkait siapa yang akan diusung, Golkar Sumut siap mengamankan keputusan tersebut.

“Siapa saja nanti (nama) yang diputuskan, kami akan menjalankannya,” tukas Bupati Labura dua periode ini.

Seperti diketahui, selain nama Ngogesa Sitepu, nama Bang Buyung termasuk yang digadang-gadang menjadi calon gubernur dari Partai Golkar.

Bang Buyung sendiri yang pernah dihubungi redaksi beberapa saat lalu mengaku masih mempertimbangkan maju atau tidak di Pilkada Sumut dua tahun mendatang, mengingat banyaknya dukungan masyarakat terhadap dirinya.

PARA KANDIDAT GUBSU??
Selain Ngogesa Sitepu dan Bang Buyung berikut adalah nama-nama yang hangat dibicarakan sebagai bakal calon Sumut-1

Pelaksana tugas (plt) Gubernur Sumut Bapak Tengku Erry Nuradi, JR Saragih, Ruben Tarigan, Gus Irawan Pasaribu, Ali Umri, Maruarar Sirait, AKBP Dr. Maruli Siahaan, SH. Mhum, Ade Sandra, Sofyan Tan, Brigjen Pol Victor Edison Simanjuntak, Letjen Edi Rahmayadi, dan nama-nama lain yang kemungkinan besar akan muncul selanjutnya.
Baca selengkapnya

Saturday, 4 February 2017

ASAL MUASAL NAMA KOTA SIBOLGA


Mengingat Kota Sibolga didirikan oleh orang Batak Toba yang bermarga Hutagalung maka kita akan menyampaikan tentang Sejarah Berdirinya Kota Sibolga. Jauh sebelum kota Sibolga terbentuk di pesisir teluk Tapian Nauli, teluk Tapian Nauli telah ramai dengan aktivitas perdagangan  di ketahui melalui catatan pelawat Islam abad ke-7 dan Portugis di abad ke-16 M,  dimana teluk Tapian Nauli merupakan salah satu pintu masuk perdagangan yang pertama di pantai barat sumatera  utara  dengan Bandar ( pelabuhan) nya Barus (Tengku Luckman sinar, SH, “Lintasan Sejarah Sibolga dan Pantai Barat Sumatera Utara", Harian Waspada, 23 juni 1981). 

Mengutip apa yang di sampaikan oleh Tengku Luckman Sinar dalam tulisannya yang bertajuk (lintasan sejarah sibolga dan pantai barat sumatera utara 1981) di mana dalam tulisanya   tersebut beliau menyampaikan bagaimana kondisi teluk Tapian Nauli pada saat itu  telah terjadi interaksi antara masyarakat di pesisir pantai teluk Tapian Nauli dengan Orang-orang yang tinggal di pedalaman, yang sangat membutuhkan garam, dan bahan bahan lainya yang hanya dapat bisa diperoleh dari pesisir pantai, mereka melakukan barter dengan hasil hutan yang mereka peroleh, dengan garam dan lain-lain, hal ini sering dilakukan oleh “Parlanja” (Pengertian parlanja  adalah orang yang membawa barang dengan pikulan), makin lama makin banyak orang hilir mudik, dan menetap di pesisir pantai.


Berdirinya sibolga berawal dari di bukanya kampung oleh Ompu Datu Hurinjom yang berasal dari daerah Silindung (Tapanuli Utara) di Simaninggir yang pada saat ini Simaninggir merupakan wilayah yang termasuk ke dalam wilayah administratif Kabupaten Tapanuli Tengah. Letak Simaninggir tersebut berada di gunung dekat dengan teluk Tapian Nauli. Simaninggir/Tinggir yang dalam bahasa Toba Batak mempunyai arti tajam pendengaran/pemantauan.


Oleh para parlanja daerah ini sering dijadikan sebagai tempat istirahatnya ketika hendak menuju daerah pesisir pantai atau pun sesudah sekembali dari daerah  pesisir pantai sebelum kembali ke daerahnya. Semenjak Ompu Datu Hurinjom bermukim di Simaninggir, kawasan teluk Tapian Nauli diwarnai dengan perdagangan secara paksa antara penduduk dengan pihak Inggris yang berkembang menjadi perang. 

Walau pun demikian Ompu Datu Hurinjom yang memiliki postur tubuh tinggi besar tidak gentar menghadapi keadaan, bahkan memindahkan pemukiman mendekati teluk, yaitu di Simare-Mare (salah satu daerah di kecamatan Sibolga kota) di bawah kaki Dolok Simarbarimbing dan terus melakukan perlawanan terhadap pihak Inggris yang memonopoli perdagangan di teluk Tapian Nauli). 

Dikarenakan taktik perang dan taktik wilayah dan untuk menjamin keperluan garam maka sekitar tahun 1700 M cucu Datu Horinjom bernama Raja Luka Hutagalung yang dalam perjalanan sejarahnya yang kemudian lebih dikenal sebagai Tuanku Dorong membuka perkampungan baru di sekitar aliran sungai Aek Doras (sungai di wilayah kecamatan Sibolga kota). Ompu Datu Horinjom sebagai pemuka kampung pertama di Simaninggir merupakan seseorang yang dihormati oleh kalangan masyarakatnya di samping memiliki postur tubuh tinggi besar  ompu tersebut juga memilki kesaktian/tenaga hal ini juga  turun kepada anak dan cucunya yang juga memilki tubuh tinggi besar. 

Di mana dalam masyarakat Batak adalah Tabu  untuk menyebut nama seseorang apalagi orang tersebut lebih tua dan di hormati, sehinnga yang ingin bertemu dengannya sering disampaikan dengan sebutan : beta tu huta ni Sibalga’i, yang apabila diartikan sebagai berikut ayo ke tempat/kampung orang yang tinggi besar itu, kata tersebut merupakan awal kata di mana kemudian dalam perjalanan sejarah berikutnya berkembang menjadi Sibolga (Drs. Raja Ja’far  Hutagalung, “Sibolga Nama Legendaris Seorang Pejuang”, dalam buku “Hari Jadi Sibolga”, Pemko Sibolga 1998:111).  

Periode 1815 pihak Inggris mengadakan perjanjian yang mana perjanjian tersebut disebut dengan perjanjian Tigo Badusanak, dengan Raja Sibogah serta Datuk-Datuk yang berada di pulau-pulau kecil di sekitar teluk Tapain Nauli yaitu pulau Poncan Ketek (kecil) dan Poncan Gadang (besar) yang saat itu tunduk di bawah kekuasan inggris, pihak inggris menyebut Poncan dengan Fort Tapanooly dikarenakan di sanalah Inggris mendirikan benteng dan pada tahun 1801 ditetapkan Jhon Prince sebagai residennya. 

Menurut Tengku Luckman Sinar bahwa dari hasil catatan riset  seorang pembesar belanda E. B. Kielstra bahwa dalam periode 1833-1838 di Sibolga penuh berdiam penduduk segala bangsa terutama orang batak yang berasal dari wilayah Angkola yang mengungsi, dan setelah pusat  pemerintahan asisten Residensi Tapanuli bertempat di sekitar Aek Doras, Sibolga menjadi ramai, meski pun di kelilingi oleh sawah dan rawa-rawa, penduduk asal batak yang sudah beragama islam sudah menjadi “Pesisir” dengan adat sendiri yang spesifik. Di masa Sibolga dibagun istana raja yang berada di tepi sungai Aek Doras dan perkampungan di sekelilingnya dipindahkan ke daerah baru  di Sibolga Ilir, dan sebagai pemangku adat berdasarkan data dan silsilah raja-raja/kepala kuria di Sibolga adalah sebagai berikut: 
  1. Raja Luka Hutagalaung gelar Tuanku Dorong pembuka kampung pertama di sekitar sungai aek Doras yang kemudian berkembang menjadi kuria sibogah    
  2. Sutan Manukar 
  3. Raja Ombun Sipalenta  
  4. Sultan Parhimpunan   Muhamad Sahib (merupakan kepala kuria terakhir, karena setelah zaman kemerdekaan istilah raja/kepala kuria sudah tidak ada lagi) (“Hari Jadi Sibolga”, Pemko Sibolga, 1998:13:111) 
Periode selanjutnya antara tahun 1838-1842 setelah Belanda membuka jalan dari Sibolga hingga Portibi (Tapanuli Selatan) dan pada saat itu Sumatera Barat sudah meningkat menjadi “Gouvernement” (Propinsi) dan Tapanuli menjadi salah satu “Resident”-nya, di mana dengan Beslit Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 7 Desember 1842 ditetapkan Sibolga menjadi ibukota  Residen Tapanuli yang  dipimpin oleh seorang Afdelinghoof   (kepala daerah). Afdeling di bawah Kerisidenan Sibolga  : 
  1. Afdeling Singkil  
  2. Afdeling Barus   
  3. Afdeling Mandailing 
  4. Afdeling Natal  
  5. Afdeling Angkola 
  6. Afdeling Nias 
  7. Afdeling Sibolga 
Wilayah yang termasuk distrik afdeling  Sibolga ialah : Sibolga, Tapian Nauli, Badiri, Sarudik, Kolang, Tukka, Sai Ni Huta, dan pulau-pulau kecil di depan teluk Tapian Nauli, yang mana setiap distrik dikepalai oleh seorang Districhoof (Demang). Selanjutnya di tahun 1871 Belanda menghapuskan sistem pemerintahan Raja-Raja/Kepala Kuria dan diganti oleh Demang tetapi sebagian masyarakat masih mengangap Raja/Kepala kuria sebagai pemangku adat yang sah, pada tahun 1898 hampir semua daerah di Sibolga ditelan a mukan api akibat dari perlawanan masyarakat terhadap Belanda, dan pada tahun 1906 ibukota residen Tapanuli dipindahkan ke Padang Sidempuan. Pada masa pemerintahan militer Jepang, Sibolga dipimpin oleh seorang Sityotyo  (baca Sicoco) yang memegang pimpinan kota, sebagai kelanjutan dari kepala distrik yang masih dijabat oleh bekas Districhoofd (Demang) pada masa pendudukan belanda yaitu Z. A. 

Sutan Kumala Pontas. Periode berikutnya tahun 1947, A. M. Djalaluddin diangkat menjadi kepala daerah di Sibolga di waktu jabatan beliau inilah Sibolga di bentuk menjadi daerah otonom tingkat B sesuai dengan surat keputusan Residen Tapanuli N.R.I (Negara Republik Indonesia) tanggal 29 November 1946 Nomor 999, dan selaku realisasi dari surat keputusan Gubernur Sumatera Utara N.R.I tanggal 17 Mei 1946 Nomor 103, dan kota otonom Sibolga itu dipimpin oleh seorang Walikota yang dirangkapkan  kepada Bupati Tapanuli Tengah (Prof. M. Solly Lubis, SH, “Sibolga  dan sekeping sejarahnya”, dalam buku “Hari Jadi Sibolga”, Pemko Sibolga, 1998:16:111). Terhitung tanggal 24 November 1956 sejak  berlakunya Undang-Undang Darurat Nomor 8 Tahun 1956, yang mengatur pembentukan daerah otonom kota-kota besar dalam lingkungan daerah propinsi Sumatera Utara, di mana dalam pasal 1 Undang-Undang Darurat Nomor 8 Tahun 1956 itu ditetapkan pembentukan 4 kota besar yaitu : 
  1. Medan, 
  2. Pematangsiantar, 
  3. Sibolga 
  4. Kutaraja, 
Menurut Undang-Undang Darurat ini Sibolga menjadi kota besar, dengan batas wilayah sesuai dengan keputusan residen Tapanuli tanggal 29 November 1946 Nomor 999. Setelah keluarnya Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI tanggal 14 Desember 1957 Nomor u.p15/2/1 diangkatlah D. E. Sutan Radja Bungaran menjadi Walikota Sibolga, dan sejak 1 Januari 1958 berakhir pula perangkapan jabatan Walikota Sibolga oleh Bupati kabupaten Tapanuli Tengah dan secara administratif menjadi daerah kotamadya di luar Kabupaten Tapanuli Tengah. (sumber http://www.ceritasibolga.web.id/2014/11/awal-mula-sibolga-dan-sejarah-nya.html)
Baca selengkapnya
SELAMAT, UMK LABUSEL NAIK

SELAMAT, UMK LABUSEL NAIK

Pemprov Sumut akhirnya menyetujui usulan Pemkab Labusel tentang Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2017 sebesar Rp2,3 juta, sedangkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) diusulkan sebesar Rp2,5 juta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemkab Labusel di Kotapinang, Jumat mengatakan, keputusan UMK tersebut sudah mulai berlaku sejak 1 Januari 2017 atau naik 10,3 persen dari tahun lalu, yakni sebesar Rp.2.085.000.

Keputusan tersebut sesuai SK Gubernur No :188.44/771/KPTS/2016 tentang Upah Minimum Kabupaten Labuhanbatu Selatan tahun 2017. 

Terkait UMSK yang diusulkan mengalami kenaikan 11,11 persen dari tahun sebelumnya yakni Rp.2.250.000.

Sutrisno memperkirakan selambatnya pada akhir Februari nanti sudah mendapat persetujuan dari Gubernur. Menurutnya, keterlambatan pengusulan UMSK disebabkan terlambatnya UMK 2017 ditetapkan. 

Meskipun nantinya pengesahan pada akhir Februari. Namun, tetap masa berlakunya terhitung sejak Januari 2017. 

"Kemarin sudah dilakukan rapat bersama Dewan Pengupahan Kabupaten dan telah disetujui untuk diusulkan mengenai besaran UMSK kepada Gubernur," katanya.

Dia berharap seluruh perusahaan di Labusel dapat mentaati keputusan tersebut dan akan mensosialisasikan UMK ini ke seluruh perusahaan informal sekaligus melakukan pengawasan.
Baca selengkapnya

PEMKAB LABUHANBATU SEJAHTERAKAN KADUS

Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu berupaya meningkatkan kesejahteraan para Kepala Dusun dan Kepala Lingkungan agar dapat bekerja lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, bagaimana kita saling bahu membahu untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," kata Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap di Rantauprapat, Kamis, dalam Pembukaan Rekening Tabungan Bagi Kedus dan Kepling.

Ia menuturkan, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat harus ada komunikasi yang baik maka akan diberikan pelayanan yang terbaik. Untuk itu, Kadus dan Kepling harus ada pemerataan dalam memberikan bantuan kepada masyarakat dari pemerintah.

Pangonal menegaskan, para Kadus dan Kepling tidak rangkap jabatan agar memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. 

"Kalau dia ASN, jangan rangkap jabatan menjadi Kadus atau Kepling, harus pilih salah satu biar ada kesempatan bagi orang lain untuk turut membangun dan memberikan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan itu, pembukaan rekening bersama untuk meningkatkan tertib administrasi keuangan dan memudahkan Pemerintah Desa dalam penatausahaan dan pelaporan keuangan desa serta meningkatkan kesejahteraan dan jaminan kesehatan.

Pada gelombang pertama pembukaan rekening tersebut, dihadiri 252 orang Kadus dan 163 orang Kepling dari 5 Kecamatan yakni, Kecamatan Bilah Barat 82 orang, Bilah Hulu 113 orang, Pangkatan 57 orang, Rantau Utara 92 orang dan Kecamatan Rantau Selatan sebanyak 71 orang, total 415 orang.

Kepala BPJS Cabang Rantauprapat Yudi Ismawan dalam kesempatan itu menyampaikan, hubungan antara Bupati dengan instansi yang ada dibawah sangat terjalin dengan baik diantaranya sangat peduli dengan bidang kesehatan. 

Bank Sumut Cabang Rantauprapat, Muktar dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Bupati Labuhanbatu yang telah memberikan kepercayaan kepada Bank Sumut dalam pembukaan tabungan Simpeda (Simpanan Pembangunan Daerah) bagi Kadus dan Kepling di daerah itu.

Menurutnya, Tabungan Simpeda ini nanti bisa banyak manfaatnya diantaranya asuransi dan santunan kematian. "Bank Sumut akan menyiapkan asuransi dan santunan bervariasi melihat dari saldo rata-rata bulanannya, sedangkan santunan kematian itu dari Rp500 ribu hingga Rp25 juta," kata Muktar. (sumber http://www.antarasumut.com/berita/164182/pemkab-labuhanbatu-akan-sejahterahkan-kadus)
Baca selengkapnya