Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Tuesday, 21 February 2017

PEMERINTAH VS FREEPORT: NU & MUHAMMADIYAH "PASANG BADAN"


Muhammadiyah Dukung Pemerintah Lawan Arogansi Freeport

Pimpinan Pusat (PP) Ormas Islam Muhammadiyah menegaskan sikapnya untuk berada di belakang Pemerintah RI untuk melawan sikap arogan PT Freeport (PTFI) yang masih belum mau mengikuti aturan baru pertambangan Indonesia.

Saya berharap, Presiden melalui Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan, tidak kalah dan mengalah dengan arogansi PTFI kali Ini. Publik pasti mendukung penuh upaya mengembalikan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia sepenuhnya untuk kepentingan rakyat Indonesia,” ucap Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam rilis di Jakarta, Senin, 20 Februari 2017.  
Muhammadiyah melihat sikap PT Freeport Indonesia yang masih menolak aturan perubahan baru dari perjanjian Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Hal ini dianggap Muhammadiyah sama saja mengabaikan undang undang yang berlaku di Indonesia.

Dalam hemat pandangan para pakar Muhammadiyah, yang disampaikan oleh Dahnil, bahwa sikap Menteri ESDM Ignatius Jonan menuntut Freport menaati aturan IUPK dengan membangun smelter di dalam negeri dan melakukan divestasi saham 51 persen adalah sudah tepat. Dahnil juga menambahkan langkah menghentikan arogansi Freeport itu akan menjadi legacy positif buat masa depan pengolahan SDA Indonesia.

"Jadi, pemerintah harus tunjukkan bahwa kita adalah negara berdaulat, dan upaya hilirisasi terhadap pengelolaan SDA harus betul-betul dilakukan, bila pun tidak dieksplorasi saat ini, di masa yang akan datang akan sangat bermanfaat bagi generasi selanjutnya,” jelas Dahnil, seraya menegaskan kembali sikap Muhammadiyah yang siap berada di belakang pemerintah menjaga konsistensi melawan arogansi perusahaan tambang Amerika Serikat itu.

"Pemerintah melalui Menteri ESDM menghentikan perspektif ekonomi Myiopic alias rabun jauh yang gemar mengeksploitasi lupa kebutuhan masa depan, dan langkah pertama sudah tepat," tandas Dahnil. 

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan menegaskan realisasi divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia sudah tidak bisa ditawar lagi untuk mengakhiri 50 tahun rezim kontrak karya di Papua. ”Divestasi 51 persen memang harus sekarang juga,” tambah Jonan. 

Untuk diketahui, izin ekspor konsentrat PT Freeport telah dihentikan oleh pemerintah sejak 12 Januari 2017. Akibat dari kebijakan itu, sejak 10 Februari 2017 PT.Freeport menghentikan sementara proses produksinya. Hingga berita ini diturunkan, Freeport belum juga menyatakan mau mengikuti kebijakan pemerintah terkait perubahan status kontrak karya. 

Bahkan, melalui Freeport McMoran (kantor pusat Freeport di Amerika Serikat) mengancam akan memangkas produksi dan mengurangi sekitar 30 ribu tenaga kerja Indonesia jika larangan ekspor tidak juga diakhiri. Saat ini ada sekitar 30.000 karyawan Freeport, baik karyawan permanen maupun karyawan perusahaan kontraktor dan privatisasinya yang bekerja di area pertambangan di Tembagapura, Mimika, Papua.

Buntut dari penolakan PT.Freeport Indonesia yang tidak mau merubah perjanjian dari KK (Kontrak Karya) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) -- sebagaimana mestinya aturan baru pertambangan, akhirnya menggelinding ke ranah politik atas dasar nasionalisme. 

Di mana Menteri ESDM, Ignasius Jonan, menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj di kantor Kementerian ESDM, tadi pagi, Senin (20/2). Pertemuan satu jam lebih itu, dikatakan Said Aqil sebagai bentuk dukungan PBNU kepada pemerintah dalam menghadapi polemik PT Freeport Indonesia. 

NU Siap Pasang Badan


”Saya di sini diskusi, mendukung, memberi masukan tentang Freeport, bahwa saya di belakang Pak Menteri Jonan," kata Said Aqil, usai pertemuan di Kementerian ESDM.

Menurut Said Aqil, Kementerian ESDM mengeluarkan peraturan dengan tetap berpegangan pada Undang-Undang Minerba yang ada, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) No. 1/2017, sebagai revisi dan tindak lanjut peraturan yang telah terbit sebelumnya.

”Keputusannya sudah tepat. Kita harus punya sikap yang tegas, walaupun selama ini katakanlah Freeport telah berjasa membangun Papua, dan perekonomian nasional. Tapi bagaimana pun harus tunduk pada undang-undang. Harus ikut undang-undang kita. Mudah-mudahan Pak Jonan diberi kekuatan menghadapi keadaan ini,” imbuh Said Aqil. 

Sikap PBNU pada hari yang sama ini juga sejalan dengan sikap Pimpinan Muhammadiyah. Posisi PBNU dan PP Muhammadiyah adalah sebagai mitra masyarakat yang mengawal kebijakan Pemerintah RI atas dasar nasionalisme yang didorong rasa keadilan dalam pemanfaatan sumber daya alam di perut bumi Indonesia. 

”Pokoknya harus tunduk pada UU. Mereka di Indonesia loh. Peraturan harus Indonesia. Peraturan yang sudah keluar dari Pak Menteri sudah sangat rasional, objektif, sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak,” jelas Said, lagi.

Melihat betapa pentingnya "pertandingan" melawan freeport bagi keummatan. Ummat Islam harus menyatakan sikap. Beda dengan kasus Ahok yang sedang bergulir, Islam harus berada dibelakang pemerintah melawan freeport.(arh dari berbagai sumber)
Baca selengkapnya

Thursday, 9 February 2017

JUALAN PECAL, HASILNYA BELI BMW

Perkembangan marketing online saat ini rupanya sudah merambah ke bisnis kuliner makanan tradisional. Jika sebelumnya anda menjumpai orang jualan ebook, tas, sepatu di dunia online rupanya sudah biasa, namun bagaimana dengan Ibu Aminah yang saat ini juga sukses berjualan Pecel Semanggi di dunia online.

Sebuah produk yang sebelumnya tak disangka banyak orang untuk bisa dijual secara online, kini Ibu Aminah warga Sambikerep Kota Surabaya ini membuktikan dan sukses berjualan produk kuliner tradisional khas Surabaya berupa Pecel Semanggi.

Pecel semanggi sebenarnya sudah sangat populer di kalangan warga Surabaya. Makanan dengan bahan dasar daun semanggi ini disajikan lengkap dengan kecambah, kangkung dan siraman dengan bumbu pecel.

Uniknya, pengolahan bumbu pecel disini dicampur dengan ketela rambat. Dan untuk melengkapi kenikmatan pecel semanggi ini juga ditambahi pelengkap khas yaitu berupa kerupuk puli.
Setiap hari Pecel semanggi ini bisa kita jumpai di kawasan perumahan Kota Surabaya yang biasanya dijajakan oleh ibu-ibu dengan cara di gendong. Maka, ada juga yang menyebut makanan ini dengan sebutan pecel semanggi gendong.

bu Aminah yang hanya lulusan SMP ini sudah berjualan semanggi saat masih remaja. Jualan pecel semanggi merupakan usaha turun temurun yang diwariskan dari nenek dan ibunya.

Nenek Aminah inilah yang dulu juga merupakan penjual pecel semanggi dengan cara digendong keliling kampung. Zaman sudah berganti, Aminah pun mencoba berinovasi memasarkan pecel semanggi di dunia maya. Berawal dari situs online Pahlawan Ekonomi yang diluncurkan Walikota Surabaya Ibu Tri Rismaharini tahun 2010, Aminah mencoba ikut memasarkan produk pecel semangginya.

Dan hasilnya…. Booom…

Dengan omzet Rp 3 juta per hari, bu Aminah saat ini bisa beli mobil BMW. Berikut tuturnya, “Dari jualan semanggi online ini saya jadi bisa membeli mobil BMW, dan kemarin juga barusan beli mobil Avanza. Dua anak saya saat ini sudah saya ikutkan asuransi pendidikan,”

Hanya dengan sedikit inovasi yang didapat dari sebuah pelatihan, Bu Aminah mulai mencoba membuat pecel semanggi yang dikemas agar bisa dibawa dengan jarak jauh.
Pelatihan yang diikuti Ibu Aminah diantaranya program Pahlawan Ekonomi untuk para UKM tahun lalu, kemudian juga sering ikut dalam beberapa pameran salah satunya adalah pameran wirausaha ‘PPK Sampoerna Expo 2015’ yang diselenggarakan di Tunjungan Plaza Conv Hall, Surabaya, pekan lalu.

Model Kemasan Pecel Semanggi

Kemasan pecel semanggi dibagi dalam beberapa bagian, ada kemasan daun semanggi kering di dalam plastik, yang kalau mau dimakan tinggal dicelup ke dalam air panas saja. Kemasan bumbu pecelnya yang dibuat tertutup.

Pecel semanggi ini dibanderol mulai harga Rp 25.000 sampai Rp 75.000 per paket. Untuk mendapatkan kredibilitas dan kepercayaan dari calon pelanggan, Aminah menggunakan bendera UKM yang bernama Bina Makmur, Sambikerep, Surabaya.

Untuk melengkapi pecel semangginya, Aminah juga menyediakan berbagai jenis menu tambahan, seperti lontong kikil, lontong balap, tahu campur, gado-gado Suroboyo, sinom dan beras kencur.
Saat ini pelanggan Bu Aminah berasal dari berbagai wilayah luar Surabaya hingga sampai ke Jakarta.
Usaha yang digeluti Ibu Aminah saat ini bisa dibilang sangat memperbaiki perekonomian keluarganya. Sang suami Pak Agus Fauzi yang kini membantu usahanya, dulunya hanya pekerja buruh di pabrik pelek.

Untuk menjaga ketersediaan bahan baku berupa daun semanggi, Bu Aminah membudidayakan tanaman semanggi ini pada enam petak sawah di kawasan Surabaya Barat.
Paul Janelle, Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Menjadikan Aminah sebagai salah satu contoh sukses. Bahwa untuk merdeka secara ekonomi kita harus berani bermimpi, berani bertindak untuk sukses sebagaimana Ibu Aminah.

“Ibu Aminah merupakan salah satu contoh pengusaha UKM yang mampu merdeka di tengah-tengah ekonomi bangsa yang sedang lesu,” kata Paul Janelle.

Mudah-mudahan kisah ini menginspirasi kita untuk lebih bersemangat menggapai sukses.
Baca selengkapnya

CALO MARAK, HARGA GAS BUMI DI MEDAN MELAMBUNG

Pemerintah diminta untuk menindak tegas maraknya trader gas tak berfasilitas yang menguasai alokasi gas alias calo gas sehingga membuat harga gas bumi di Indonesia sangat tinggi. Salah satu contohnya ketika industri di Medan, Sumatera Utara terpaksa membayar lebih mahal gas bumi yang dibelinya karena PT Pertagas Niaga mengutip USD1,55 per MMBTU, padahal Pertagas Niaga tidak memiliki pipa gas.

"Industri di Medan sudah lama mengeluhkan ini. Mereka harus bayar lebih mahal karena ada calo gas, pemerintah tidak boleh kalah sama calo gas ini," jelas Ketua Komisi B DPRD Sumatera Utara, Roby Agusman Harahap seperti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (9/2/2017).

Sementara Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumatera Utara Jenny Luciana Berutu menuturkan, pihaknya meminta agar pemerintah memperbaiki tata kelola gas bumi terutama terkait masalah alokasi gas bumi. Karena sudah sekian lama, Kementerian ESDM memberikan alokasi gas ke badan usaha yang justru tidak punya infrastruktur, hanya bermodal kertas dan kedekatan dengan penguasa.

"Kementerian ESDM justru memberikan alokasi gas ke badan usaha yang tidak punya infrastruktur gas. Contohnya di Medan, ada PGN yang punya pipa gas langsung ke industri di Medan, tapi tidak dapat alokasi gas. Alokasi gas justru jatuh ke badan usaha yang tidak punya infrastruktur, ini aneh tapi nyata terjadi di Medan," ungkap Jenny.

Selain itu, buruknya tata kelola gas juga diperparah dengan adanya praktek ilegal penjualan LNG (gas alam cair). 

"Ada badan usaha jualan LNG pakai truk tanpa izin alias ilegal dan dibiarkan. Ini kami minta untuk dihentikan segera. Pertamina sudah mati-matian bangun pipa gas dari Arun ke Belawan ratusan kilometer, ada truk LNG ini ya pipa tersebut nggak kepakai, ngapain dulu pemerintah minta pipa gas Arun-Belawan dibangun," tandasnya. (sumber sindonews.com)
Baca selengkapnya

Toyota Avanza, Mobil Terlaris 2016

Toyota Avanza menduduki puncak penjualan mobil paling laris ditahun 2016. Penjualannya bahkan mencapai lebih dari 120 ribu unit. Data ini bersumber dari Gabungan Industri Kendaraan Indonesia atau GAIKINDO

Jika dilihat berdasaan merk kendaraan, maka Toyota berhasil mendominasi pencapaian posisi empat besar. Merek besar lainnya yaitu Honda dan Daihatsu juga masuk dalam daftar 10 besar mobil terlaris.  

Selain itu, Gaikindo juga mengamati perkembangan pasar mobil domestik. Perkembangan pada lima tahun terakhir memang tidak selalu mengalami kenaikan. Penjualan terbanyak tahun 2013 sebanyak 1,2 juta unit. Sedangkan tahun 2016 lalu, penjualan naik dibandingkan tahun 2015.

Dalam hal produksi mobil, Indonesia juga mengalami kenaikan sebesar 7,6 persen di tahun 2016. Angka produksi tertinggi terjadi pada tahun 2014 sebanyak 1,3 juta unit. Gaikindo menyebutkan kenaikan produksi didorong oleh produksi mobil ramah lingkungan dan harga terjangkau. (sumber liputan6.com)
Baca selengkapnya

Sunday, 5 February 2017

Mengenal Latte Factor, Si Pembuat Bokek


Rebecca Bloomwood bekerja sebagai wartawan untuk sebuah majalah tentang berkebun. Namun, ia punya mimpi menjadi wartawan majalah fashion bernama Alette. Mimpi itu hampir terwujud, Rebecca mendapat panggilan wawancara.

Dalam perjalanan menuju kantor redaksi Alette, ia terkesima melihat syal berwarna hijau dan ingin membelinya. Tetapi sayang, kartu kreditnya ditolak. Tak putus asa, Rebecca berjalan ke gerai hot dog dan menawarkan untuk membeli semua hot dog dengan cek. Tetapi, si penjual harus memberikan kembalian dalam bentuk uang tunai. Rebecca berbohong, mengatakan syal itu akan menjadi hadiah bagi bibinya yang sakit. 

Rebecca adalah tokoh fiksi dalam The Confession of a Shopaholic, novel karangan Sophie Kinsella yang kemudian difilmkan. Rebecca digambarkan sebagai seorang perempuan gila belanja yang punya banyak utang. Rebecca kerap membeli apa-apa yang tidak ia butuhkan.
Meski hanya tokoh fiksi, Rebecca tampak seperti contoh nyata, betapa membeli apa-apa yang tak diperlukan akan membawa kita pada kebangkrutan. Rebecca adalah contoh yang paripurna. Di kehidupan nyata, ada banyak pengeluaran yang sebenarnya bisa dihemat, tetapi tidak kita lakukan. Pengeluaran itu kadang tampak kecil, tetapi jika diakumulasikan, jumlahnya bisa sampai dobel digit. 

David Bach, seorang penulis sekaligus motivator keuangan di Amerika Serikat mencetuskan istilah latte factor untuk pengeluaran-pengeluaran itu. Latte factor mengacu pada pengeluaran kecil yang sifatnya rutin, tetapi sebenarnya tidak terlalu penting dan bisa ditiadakan. Istilah latte diambil Bach dari secangkir kopi. Menurutnya, kopi, adalah pengeluaran skala kecil yang jika dijumlahkan dalam sebulan, totalnya bisa lebih besar dari biaya listrik dan air.

Jika setiap pagi seorang pekerja memiliki kebiasaan membeli kopi di coffee shop, katakanlah harga rata-ratanya Rp30 ribu. Dalam 30 hari, ia menghabiskan Rp900 ribu hanya untuk kopi. Meminimalkan latte factor bukan berarti melarang orang minum kopi. Para pecinta kopi bisa membeli bubuk kopi dan menyeduhnya sendiri, cara ini tentu lebih hemat.

Latte factor tak hanya berwujud kopi, ia bisa macam-macam, mulai dari biaya membeli air mineral kemasan, belanja cemilan, hingga biaya transfer antar bank. Setiap orang memiliki latte factor-nya masing-masing.

Survei internal yang dilakukan Bank Permata menunjukkan 9 dari 10 orang menggelontorkan lebih dari Rp900 ribu untuk latte factor setiap bulannya. Pengeluaran latte factor terbesar adalah pada kebutuhan sandang yang sekunder, seperti lipstik, sepatu dan baju—hanya untuk menambah koleksi, tas, syal, aksesori, dan lainnya. Angkanya mencapai 58 persen. 

Pengeluaran terbesar kedua tercatat pada taksi atau transportasi online yang mencapai 15 persen. Ini adalah jenis pengeluaran yang bisa dihemat jika menggunakan kendaraan umum massa seperti kereta atau bus. 

Lalu ada biaya membeli makanan dan minuman ringan yang mencapai 11 persen. Sementara untuk kopi setiap pagi menghabiskan 9 persen dari total pengeluaran latte factor masing-masing responden. Ada pula biaya untuk membeli air mineral, rokok, hingga biaya administrasi bank.
Psikolog Ajeng Raviando menjelaskan tren ini kebanyakan menjangkiti generasi milenial. Ini karena generasi milenial sudah dimanjakan dengan kecanggihan teknologi sejak mereka kecil. Memasak nasi tak perlu pakai periuk, tren remote control, lalu diikuti dengan perkembangan gadget.

“Akibatnya, mereka kerap mengeluarkan uang untuk sekadar memuaskan nafsu atau mengikuti tren yang sedang berlangsung,” katanya.

Ajeng menjelaskan, latte factor muncul karena beberapa alasan. Bisa jadi karena kebiasaan, bisa juga karena impulsive buying atau karena tekanan dari lingkungan. Jika setiap pagi seseorang membeli kopi di kedai kopi dekat kantor, maka secara tidak sadar ia akan selalu mampir ke kedai tersebut tanpa berpikir panjang lagi. Atau ketika teman-teman sebayanya mengajak untuk nongkrong di coffee shop mahal, maka ia akan mengikuti demi menjaga pertemanan.

Hal itu diamini oleh Hamish Daud, seorang model dan presenter. “Dulu saya sering sekali makan di restoran mewah dan belanja yang tidak terlalu penting. Tanpa disadari, pengeluaran untuk hal tersebut membengkak,” ungkapnya. 

Sementara itu, kesadaran masyarakat untuk menyisihkan uang dari penghasilan masih sangat rendah. Survei bertajuk ‘Share of Wallet’ oleh Kadence International Indonesia menunjukkan masyarakat di Indonesia hanya menyisihkan rata-rata 8% dari penghasilannya untuk tabungan. 
Apabila pengeluaran untuk latte factor ini bisa dikontrol dan diminimalkan, tentu ada potensi dana yang bisa ditabung atau bahkan diinvestasikan. 

sumber: https://tirto.id/latte-factor-pengeluaran-kecil-yang-membuat-bokek-cilW
Baca selengkapnya

Saturday, 4 February 2017

SELAMAT, UMK LABUSEL NAIK

SELAMAT, UMK LABUSEL NAIK

Pemprov Sumut akhirnya menyetujui usulan Pemkab Labusel tentang Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2017 sebesar Rp2,3 juta, sedangkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) diusulkan sebesar Rp2,5 juta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemkab Labusel di Kotapinang, Jumat mengatakan, keputusan UMK tersebut sudah mulai berlaku sejak 1 Januari 2017 atau naik 10,3 persen dari tahun lalu, yakni sebesar Rp.2.085.000.

Keputusan tersebut sesuai SK Gubernur No :188.44/771/KPTS/2016 tentang Upah Minimum Kabupaten Labuhanbatu Selatan tahun 2017. 

Terkait UMSK yang diusulkan mengalami kenaikan 11,11 persen dari tahun sebelumnya yakni Rp.2.250.000.

Sutrisno memperkirakan selambatnya pada akhir Februari nanti sudah mendapat persetujuan dari Gubernur. Menurutnya, keterlambatan pengusulan UMSK disebabkan terlambatnya UMK 2017 ditetapkan. 

Meskipun nantinya pengesahan pada akhir Februari. Namun, tetap masa berlakunya terhitung sejak Januari 2017. 

"Kemarin sudah dilakukan rapat bersama Dewan Pengupahan Kabupaten dan telah disetujui untuk diusulkan mengenai besaran UMSK kepada Gubernur," katanya.

Dia berharap seluruh perusahaan di Labusel dapat mentaati keputusan tersebut dan akan mensosialisasikan UMK ini ke seluruh perusahaan informal sekaligus melakukan pengawasan.
Baca selengkapnya

Friday, 3 February 2017

MATA UANG TERMAHAL




Kebanyakan orang, ketika ditanya mengenai mata uang apa yang termahal di dunia akan menjawab poundsterling atau euro sebagai mata uang termahal di dunia. Padahal itu adalah jawaban yang kurang tepat. Karena saat ini mata uang termahal di dunia adalah BITCOIN yang sudah menyentuh harga 13 Juta Rupiah per 1 Bitcoin.

Bitcoin adalah mata uang virtual yang dikembangkan pada tahun 2009 oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Mata uang ini seperti halnya Rupiah atau Dollar, namun hanya tersedia di dunia digital. Konsepnya mungkin terdengar seperti eGold, walaupun sebenarnya jauh berbeda.Bitcoin sebagai mata uang memiliki fitur sebagai berikut: 

Transfer ke mana saja
Tidak seperti emas, Bitcoin bisa dikirimkan kemana saja dalam hitungan detik, kapanpun dan darimanapun yang Anda mau. Pengiriman uang dengan Bitcoin bisa terjadi hanya dengan modal sebuah smartphone dan koneksi internet. 

Biaya transfer sangat kecil. 
Biaya pengiriman pun bisa dihilangkan sampai gratis, namun untuk mempercepat transaksi, biasanya dompet Bitcoin Anda akan memotong biaya sekitar 500 – 3,000 rupiah, tidak peduli berapa jumlah uang yang dikirimkan. 

Transaksi bersifat irreversible, artinya sekali ditransfer tidak bisa dibatalkan.
Bitcoin diberikan ke tangan orang lain, transaksi tidak dapat dibatalkan kecuali orang itu bersedia mengirimkan Bitcoinnya kembali; 

Transaksi bitcoin bersifat pseudonymous.
Semua transaksi yang pernah dilakukan sekaligus saldo Bitcoin yang dimiliki seseorang bisa kita lihat, namun kita tidak tahu siapa pemilik alamat Bitcoin tersebut bila si pemilik tidak memberitahukannya. Setiap pengguna Bitcoin sebenarnya bisa memilih apakah namanya ingin dimunculkan atau tidak, namun meskipun si pengguna ingin merahasiakan identitasnya, semua transaksinya tetap tercatat dan dapat dipantau oleh publik. 

Bitcoin tidak dikontrol oleh lembaga atau pemerintah apapun.
Bitcoin yang menggunakan database Blockchain tidak dikontrol oleh suatu pihak, melainkan sangat terbuka untuk umum sehingga mustahil bagi seseorang untuk memalsukan transaksi di Blockchain. Seluruh transaksi tercatat secara live, transparan, dan tersebar ke jutaan server. Mereka yang ingin mengubah atau memalsukan data transaksi Bitcoin, harus meretas jutaan server tersebut di saat yang bersamaan.

Jumlahnya terbatas
Suplai Bitcoin hanya akan ada 21 juta Bitcoin di seluruh dunia. Sistem penciptaan Bitcoin yang terus berkurang setiap 4 tahun sekali ini menyerupai sistem ekonomi berdasarkan deflasi dan dengan makin terbatasnya supply bitcoin, harga bitcoin cenderung naik.

Anda bisa transfer bitcoin ke mana saja di dunia asalkan terkoneksi dengan internet. Bitcoin akan disimpan ke dalam Bitcoin Wallet. Wallet ini harus terinstall di kedua belah pihak, bisa dengan PC/laptop, tablet ataupun smartphone. Setelah menginstall wallet, Anda akan mendapatkan Bitcoin Address. Untuk transfer bitcoin sangat mudah, buka aplikasi wallet, masukan Bitcoin Address dari lawan transaksi dan jumlah bitcoin yang ingin ditransfer, kemudian kirim.

Lalu Anda mungkin bertanya, kalau tidak ada bank atau perusahaan yang mengelola seperti halnya paypal atau egold, lalu data keuangan disimpan di mana? Jawabannya, di komputer Anda sendiri (dalam wallet) dan jaringan peer to peer di seluruh dunia. Uang bitcoin tersimpan di komputer Anda di dalam wallet. Jika komputer rusak sama saja uang bitcoin Anda hilang, jadi wallet bitcoin harus di-backup secara berkala ke beberapa device. Ketika melakukan transaksi, puluhan ribu komputer di dalam jaringan bitcoin akan menverifikasi data yang Anda masukan sehingga tidak terjadi kecurangan.


Kenapa orang mulai beramai-ramai membeli dan menggunakan bitcoin?

Bitcoin dikembangkan dengan idealisme bahwa mata uang yang baik tidak dikontrol oleh pemerintah atau bank sentral. Krisis finansial beberapa waktu yang lalu menegaskan bahwa pemerintah selalu lalai dalam menjaga kestabilan ekonomi. Pemerintah dipercaya selalu dikuasai oleh orang-orang yang korup dan hanya bekerja demi keuntungan pribadi, sehingga keputusan-keputusan finansial selalu berpihak kepada konglomerat belaka.

Bagaimana cara mendapatkan Bitcoin?
Anda dapet mendapatkan bitcoin dengan cara membeli dan mining. Untuk membeli bitcoin dapat dilakukan di exchanger-exchanger seperti bitcoin.co.id (indonesia).

Mata Uang Termahal di Dunia
Nah, gimana? Setelah membaca artikel tadi, kamu pasti jadi paham dong apa itu Bitcoin. Kenapa Bitcoin jadi sangat populer pun dapat terlihat jelas. Tidak hanya itu saja, dilansir melalui CoinMarketCap.com, rupanya Bitcoin lagi-lagi memberikan kabar yang mengejutkan. Dikabarkan saat ini nilai tukar Bitcoin sudah meroket, untuk Bitcoin saja dihargai lebih dari Rp 13 juta. (arh)
Baca selengkapnya