Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts

Monday, 13 February 2017

WIRO SABLENG IS BACK


Wiro Sableng 212 akan diangkat menjadi film layar lebar. Lewat film ini, untuk kali pertama produser film Hollywood, Fox International Productions (FIP), divisi dari 20th Century Fox Film Corporation, bekerja sama memproduksi film di Indonesia.

Bersama dengan Lifelike Pictures, Fox akan mengembangkan, memproduksi, dan mendistribusikan film Wiro Sableng 212 ke seluruh Indonesia, serta kemungkinannya di negara lain. Fox sebelumnya melakukan kerjasama serupa dengan Korea Selatan dalam memproduksi film "The Wailing" & "The Yellow Sea" oleh sutradara Na Hong Jin, salah satu dari 10 film box office terlaris  selama 2016 di Korea Selatan.

Presiden FIP Tomas Jegeus mengatakan, senang dan bangga terlibat dalam produksi film Wiro Sableng 212 ini. "FIP merasa terhormat bisa menjadi studio Hollywood pertama yang melakukan co-production dengan rumah produksi Indonesia dan kami berharap akan lebih banyak lagi kolaborasi lainnya di masa mendatang,” katanya melalui siaran pers yang diterima Pikiran Rakyat, Jumat, 10 Februari 2017.

Produser Lifelike Pictures Sheila Timothy yakin pengalaman dan  keahlian FIP digabung dengan persiapan panjang dilakukan rumah produksi akan membuahkan hasil maksimal. "Tomas Jegeus, Michael Werner dan saya bersepakat untuk membuat film Wiro Sableng 212 berhasil secara komersial yang akan memuaskan seluruh penonton film Indonesia," katanya.

Michael Werner selaku konsultan FIP Asia yang juga bertindak sebagai Executive Producer menuturkan, kekuatan cerita yang mendasari Wiro Sableng 212 dikombinasikan dengan perkembangan dan pertumbuhan yang dinamis dalam industri  perfilman Indonesia sekarang ini, membuat film ini dipilih sebagai proyek yang tepat untuk jadi co-production pertama  FIP di Asia Tenggara.

Wiro Sableng adalah karakter fiksi dan tokoh utama cerita silat Indonesia, berdasarkan buku silat Wiro Sableng Kapak Maut Naga Geni 212 karya almarhum Bastian Tito. Serial silat ini merupakan serial silat terpanjang dan terlama di Indonesia, terdiri atas 185 judul dan dibuat selama rentang waktu 39 tahun (1967-2006). Setiap bukunya berhasil terjual ratusan ribu cetak, dan bahkan beberapa judul mencapai hingga sejuta cetakan. Wiro Sableng telah menjadi legenda Indonesia yang bahkan hingga kini tetap mempunyai basis penggemar yang kuat. Film layar lebar kolosal dengan genre Action Comedy Fantasi ini akan diproduksi pada tahun 2017  dan direncanakan rilis di bioskop pada 2018. 

Film ini akan disutradari oleh Angga Dwimas Sasongko. Skenarionya ditulis oleh Sheila Timothy, Tumpal Tampubolon, dan Seno Gumira Ajidarma. Sementara koreografi laga diserahkan kepada Yayan Ruhiyan. Tokoh Wiro Sableng dimainkan oleh Vino G Bastian. Vino merupakan aktor film berbakat Indonesia yang juga anak kandung dari Bastian Tito.

"Keluarga besar Alm. Bastian Tito sudah lama ingin memperkenalkan kembali Wiro Sableng 212 kepada generasi millennial.  Keluarga merasa beruntung sekali Sheila Timothy dari Lifelike Pictures mempunyai visi dan misi yang sejalan untuk membawa dan mengembangkan WS212. Wiro Sableng 212 bukan hanya warisan keluarga, tapi telah menjadi warisan bagi bangsa Indonesia. Wiro Sableng 212 adalah superhero asli Indonesia yang melegenda dan menjadi pujaan masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan," tuturnya.

Film ini akan menggandeng aktris Marsha Timothy dan Sherina Munaf.***
Baca selengkapnya

Thursday, 2 February 2017

TIDAK POPULER DI DALAM NEGERI, SI ANAK KAMPOENG DIHARGAI "DIKAMPOENG" ORANG




Film Si Anak Kampoeng atau The Village Boy meraih penghargaan Gold Award dalam kategori Film Asing Terbaik di California Film Awards

"Dengan diterimanya sekali lagi penghargaan untuk film Si Anak Kampoeng menunjukkan bahwa film inspiratif karya sineas dalam negeri dapat diminati sampai ke ujung dunia," kata sang sutradara, Damien Dematra dalam keterangan tertulisnya.

Film berdurasi 108 menit ini menceritakan tentang kehidupan masa kecil tokoh Muhammadiyah, Syafii Maarif yang pernah menjabat sebagai Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP).

Film ini dimulai dari kelahiran seorang anak kampoeng, putra Ma'rifah Rauf, seorang yang terpandang di Nagari Sumpur Kudus, Sumatera Barat, pada tahun 1930-an.

Kehidupan sang bocah berputar pada kesehajaan dan keceriaan tentang belajar, mengadu ayam dan sapi, memancing, menyambit rumput, dan menembak; sampai kematian dan perang revolusi mengoyakkan kehidupannya.

Ia dipaksa berubah. Dalam sebuah titik kisar kehidupan, pilihan demi pilihan dihadapkan padanya. Ia harus mengambil salah satu sebagai keputusan hidup yang ternyata mengubah jalan hidupnya selamanya.

Sebelumnya, film Si Anak Kampoeng telah meraih puluhan penghargaan internasional seperti Best Family Family dari Canada International Film Festival pada tahun 2015. Selain itu, gelar film terbaik dan sutradara terbaik dari berbagai ajang festival film di benua Amerika, benua Eropa dan Asia telah diperoleh oleh film yang dibintangi Radhit Syam (alm.), Ayu Azhari, Pong Hardjatmo, Lucky Moniaga, Inggrid Wijanarko, Virda Anggraini tersebut.



ARH. Sumber:
http://amriawan.blogspot.co.id/2011/04/si-anak-kampoeng.html
http://mediaindonesia.com/news/read/89985/si-anak-kampoeng-raih-penghargaan-di-california-film-awards/2017-01-31

Baca selengkapnya