Showing posts with label Media Sosial. Show all posts
Showing posts with label Media Sosial. Show all posts

Wednesday, 8 February 2017

WASPADA!! APLIKASI BIGO LIVE DAN SEJENISNYA


Belakangan Aplikasi memang makin berkembang dengan pesat. Aplikasi saat ini pun makin beragam dan berkembang. Setelah muncul dengan banyak aplikasi yang terbaru. Kali ini Aplikasi yang  mengusung live video yang sedang banyak banyaknya digemari.

Kali ini aada sebuah Video Live Chat yang sedang tenar – tenarnya. Adalah video Live Chat Bigo yang sedang banyak dibicarakan oleh Netizen. Aplikasi satu ini menjadi aplikasi populer di Android yang ngetern karena banyak kabar soal video hot yang dipertontonkan pengguna wanitanya.

Perempuan pengguna Bigo Live tersebut pun secara terang – terangan menunjukkan auratnya di hadapanpara follower Live Chat miliknya. Fenomena ini pun membuat banyak orang yang kemudian membroadcast video tersebut di hingga membuat banyak netizen geleng – geleng.

Bigo Live dikembangkan developer Bigo yang berasal dari Singapura. Di Indonesia, aplikasi aplikasi ini memberukan peringat empat sebagai salah satu aplikasi terlaris di Play Store Android.  Namun Aplikasi ini telah dilabel untuk usia 12 tahun keatas.

Meskipun telah diberikan label 12 tahun keatas namun dalam aplikasi tersebut tetap menyiarkan banyak konten – konten yang bermuatan dewasa. Salah satu yang begitu meresahkan adalah sebuah livechat yang menyiarkan perempuan dengan berbagai tujuan mengenakan pakaian begitu minim.

Bahkan banyak diantaranya pengguna Bigo Live yang  tak malu melucuti pakaiaannya untuk dipertontonkan pengguna lain. Ada pula yang menari – nari erotis yang mengundang syahwat. Tak jarang sangking keterlaluannya video Live Chat tersebut direkam dan disebarkan di  media sosial lain.

Ternyata dengan adanya hal ini Bigo Live pun makin laris dan banyak diunduh pengguna Android. Secara tak langsung dengan adanya video perempuan menari – nari tak pantas tersebut Bigo Live mendapatkan banyak keuntungan.

Konten tak ramah anak ini tentu tak pantas di lihat oleh pengguna yang masih di bawah umur apalagi anak – anak di bawah umur. Di Vietnam dan Thailand Bigo Live digunakan lebih parah oleh para wanita malam untuk menjajakan diri. Bahkan ada yang menarik  pengguna dengan Live Action dengan menarik bayaran tertentu dari Live Chatnya.

Semakin mengkhawatirkannya lagi, dengan populernya BIGO LIVE, membuat aplikasi sejenis ini banyak bermunculan terutama di android.

WASPADAlah.
Baca selengkapnya

Mark Zuckerberg di Kudeta??


Beredar rumor bahwa Mark Zuckerberg akan segera dilengserkan dari jajaran dewan direksi. Pasalnya sekelompok pemegang saham FB memaksa perusahaan tersebut untuk melengerkan Mark dan digantikan dengan orang lain yang lebih independen.

Ide untuk melengserjan CEO Facebook ini rupanya muncul dari sekelompok pemegang saham yang berasal dari lembaga pemerhati konsumen SumOfUs. Mereka beranggapan bahwa dewan direksi yang lebih independen akan lebih baik untuk mengawasi keputusan eksekutif perusahaan, dan lebih mendukung kepentingan pemegang saham.

Salah satu tujuan melengserkan Zuck yakni memberikan keseimbangan kekuasaan antara CEO dan dewan direksi, yang disebut dapat menghasilkan kepemimpinan dewan direksi yang lebih kuat nantinya.

SumOfUs sendiri merupakan sebuah lembaga yang menyebut dirinya sebagai komunitas online yang mengkampanyekan kewajiban dari perusahaan-perusahaan besar terhadap sejumlah masalah. diantaranya seperti perubahan iklim dunia hingga hak pekerja.

Padahal jika dilihat, bukan hanya FB yang posisi dewan direksinya diduduki oleh CEO. Contohnya perusahaan-perusahaan besar seperti Tesla, IBM, Amazon, Netflix dan Salesforce juga melakukan hal yang serupa.

Sebuah proposal yang telah diajukanoleh pihak SumOfUs mengklaim, jika ketua indepenen akan lebih mampu mengawasi eksekutif perusahaan. Meningkatkan tata kelola perusahaan serta lebih akuntabel. Facebook sendiri enggan untuk mengomentari proposal tersebut, namun mengeluarkan pernyataan ketika file pengajuan proxy bulan April.

Sejauh ini 1.500 pemegang saham Facebook telah menandatanganiproposal yang sebelumnya diajukan oleh SumOfUs. Proposal tersebut rupanya menyoroti kepemimpinan Zuck selama dirinya di Facebook.

Proposal menyebut struktur baru yang telah disetujui oleh pihak FB pada tahun lalu sebagai contoh adanya ketidakseimbangan kekuasaan. Selama pertemuan pemegang saham pada Juni 2016 lalu, peserta diminta untuk memilih proposal untuk menerbitkan saham Class C dalam menjaga Zuck dalam pengawasan.

Dalam proposal tersebut disebutkan, nilai pemegang saham akan ditingkatkan dengan kursi dewan independen yang bisa memberikan keseimbangan antara CEO dan direksi dan mendukung kepemimpinan dewan yang kuat.

Pihak FB kemungkinan besar juga akan menolak permintaan dari kelompok tersebut. pasalnya Zuck masih merupakan pemegang saham terbesar di Facebook. Sehingga bisa saja dengan mudah ia menolak proposal tersebut dengan beraliansi dengan investor Facebook yang lain.
Baca selengkapnya